Kamis, 07 Februari 2013

0 Perempuan yang tidak punya malu mengeksploitasi kemaluanya


Dengan pemberitaan yang  seolah -olah tidak berimbang dari kasus yang baru -baru ini ,foto-foto fulgar yang beredar luas seolah menjadi topik yang menarik bagi semua kalangan Yang mengkhawatirkan  ,


 Mengapa selama  ini tidak dikatakan sebagai aksi pelecehan seksual? Demikian pula aksi yang dilakukan para foto model atau artis porno lainnya, kenapa tidak pernah dicap eksploitasi seksual yang melecehkan harkat dan martabat  kaum perempuan?

Tidak …Saya tidak mengajak  kita menjawab persoalan ini sedini mungkin .Mari Kita Buka satu persatu mengapa Opni masyarakat Begitu Apriori dan apatis terhadap persoalan-persoalan yang mendera kaum perempuan Tak terkecuali kaum perempuan sendiri ? Mengapa Perempuan Selalu menjadi obyek Yang Tereksploitasi Apa yang salah dari Perempuan ?

Yang Pertama : Kesadaran Palsu Kaum Perempuan Tentang Feminitas dan maskulin
Konsep ini membicarakan sosok manusia yaitu pria danwanita .Pada kehidupan atau realita yang ada di masyarakat, kedua paham atau konsep femininitas dan maskulinitas ini selalu dipandang beroposisi biner. Dan yang menjadikan kedua konsep ini beroposisi adalah kedudukannya wanita dan pria di kehidupan sosial masyarakat atau pun budaya. Konsep wanita selalu dianggap lebih rendah dari pada pria. Pria yang selalu mendominasi di segala aspek.Sangat terlihat sekali perbedaan status sosial antara pria dan wanita ini. Gerak kaum wanita seakan dibatasi sekali. Jika dicermati lebih detail dari konsep cara berpakaian pun juga sudah terlihat, jika wanita harus selalu sopan dan angun, memakai busana  yang  tertutup  dengan kaki sehingga untuk bergerak dan melangkah pun sangat susah. Dewasa ini perempuan kemudian memborontak dari Kondrat atau dan gaya busana yang menurut mereka norak dan tidak bebas.Maka berubalah  menjadi pakaian yang pres dengan kaki lebih tipis dan sudah pasti mereka merasa bangga dan bebas dengan kondisiyang seperti itu.
Dari segi Agama kedudukan seorang pria dan wanita sudah diatur jelas di dalamnya. Maka kaum wanita sejujurnya harus menyadari kodrat itu dan tidak bisa memungkirinya. Akan tetapi di zaman sekarang tuntuttan kesetaraan gender oleh kaum wanita ini telah keblinger. Keblinger dalam artian ketika tuntuttan mereka sudah terpenuhi, mereka terus menuntut dan menuntut. Sehingga momen ini dengan apik dimanfaatkan oleh kaum maskulin pemegang kendali untuk memanfaatkan tuntuttan gender ini sebagai alat untuk mengeksploitasi wanita lwbih dalam melalui tuntuttannya sendiri. Jika dicermati sekarang, memang kesempatan kerja, cara berperilaku, cara berpakaian wanita semakin bebas dan besar. Namun itu semua kembali lagi demi keuntungan kaum maskulin semata.Jadi Jangan heran Kalau sebagian  dari mereka Kaum perempuan malah senyum-senyum dan merasa Tidak terhina ketika menyaksikan kaumnya terekspos memalukan seperti yang ditayangkan dibeberapa media.Merekamalah senyum bahkan meresa ketinggalan jika tidak melihat foto-foto fulgar atau berita soal pelecehan seksual yang terjadi terhadap perempuan …Ironis dan kasian  mereka!

Yang Kedua :Mereka  Adalah Bagian Dari Eksploitasi Terorganisir (kaum Liberal)
Eksploitasi seksual dapat dikategorikan perbudakan seks atau perbudakan seksual secara paksa yaitu pemaksaan terorganisasi dari orang yang enggan masuk ke dalam praktek seksual yang berbeda. Biasanya perbudakan ini berbentuk perbudakan modern dengan segala bentuk pemanfaatan organ tubuh seksual atau organ tubuh lain dari korban untuk mendapatkan keuntungan.Jelaslah bahwa jawaban dari pertanyaan di atas adalah karena eksploitasi didefinisikan sebagai bentuk “keterpaksaan.Jangan mengatakatan karena faktor ekonomi tetapi sumbernya adalah lagi-lagi soal moral yang tergerus atau di paksa digerus oleh oknum-oknum liberal.
Contoh Kasus :
Jasa sales promotion girl (SPG) kerap digunakan untuk menjual suatu produk. Sebab, menggunakan jasa para perempuan muda nan cantik itu diyakini bisa mendongkrak penjualan.
Berpakaian seksi menjadi salah satu senjata utama para SPG untuk menarik perhatian pengunjung atau konsumen. Biasanya para SPG menjual produk beragam seperti rokok, oli, motor, dan lain-lain. Kebanyakan dari mereka menyasar laki-laki sebagai target penjualan.Yang lucu banyak dari mereka pasrah dan berkilah ini tuntutan Pekerjaan dan demi uang tanpa berpikir merekah telah mengesampingkan tuntunan Agama yang telah Memberikan mereka kemulian sebagai perempuan yang harus di Lindungi dan Di muliakan> >>hehe salah Sendiri !!!
Contoh yang kedua : Perempuan sebagai Obyek media adalah Bentuk Eksploitasi nyata Sekarang ini banyak sekali iklan yang cenderung mengeksploitasi perempuan. Yang ditampilkan justru bukan dari bagaimana agar komunikasi dalam iklan tersebut efektif, namun malah cenderung menampilkan kemolekan model wanita tersebut.Seharusnya iklan  mengutamakan  pesan yang efektif kepada audience. Bukannya menampilkan iklan secara berlebihan yang malah cenderung tidak menghargai wanita sebagaimana mestinya.Contoh Iklan Sabun, Iklan Pakaian dalam , kosmetik  dan bahkan Iklan produk makanan dan lain.Seolah-olah Kemolekan tubuh perempuan adalah Pesan yang mereka sampaikan ke audiens.

Yang Ketiga :Sebagian Mereka tidak  punya  Malu dan Dan tidak tahu untuk Apa Kemaluan Mereka.
Kondisi sekarang ini sistem kapitalis sangat gencar upaya-upayanya dalam mengeksploitasi sosok perempuan dalam berbagai sisi kehidupan, terutama di dalam dunia kerja.
Sistem kapitalis menganggap perempuan sebagai barang yang dapat diperjual-belikan, dieksploitasi kecantikan, sensualitas kewanitaannya, dan seringkali perempuan dijadikan sosok promo produk untuk mendongkrak penjualannya.
Perempuan dianggap mesin pencetak uang, sehingga perempuan dinilai berharga sesuai dengan materi yang ingin dihasilkannya. Jika perempuan yang tak menghasilkan materi dianggap tidak berdaya dan tidak berpartisipasi dalam pembangunan, maka tidak sedikit para perempuan berkiprah dan bekerja sekalipun harus menjual tubuhnya sebagai model syur (porno), atau pelaku pekerja seks komersial (pezina), dan yang terahalus adalah Para pelayan jasa Entertain. 
Padahal, Islam melarang manusia melakukan amal yang bertentangan dengan akhlak Islam. Perempuan haram melakukan pekerjaan yang mengeksploitasi aspek sensualitas kewanitaannya untuk menarik perhatian konsumen/lawan jenisnya. Perempuan boleh bekerja karena kemampuan/potensi yang dimilikinya, bukan karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya

Yang terakhir saya Mau Menguraikan 2 kata  ini ” yaitu Malu  dan  Kemaluan”
Kedua Kata ini akan Bermakna jika digunakan sesuai dengan fungsinya Dua kata ini saling berkait walaupun beda artinya. Malu cenderung kepada sifat sedangkan kemaluan berupa alat.Salah satu sifat bagi manusia adalah rasa malu dan salah satu untuk menjalankan hasratnya adalah kemaluan.Berbicara masalah kemaluan Bagi  perempuan ada banyak organ tubuh yang bisa mengakibatkan malu baik kepada perempuan sendiri maupun kepada lawan jenis mulai dari wajah, leher, dada perut, pusar bokong  paha ,betis lengan dan bahkan wajah sendiri. dan centralnya adalah Kemaluan itu sendiri atau Daerah V’ .Mengapa demikian Bagi perempuan yang normal  akil balik bentuk tubuh yang berbeda itu secara alamiah terkadang membuat risih dan mungkin tidak ada yang mau memperilhatkan secara fulgar (gratis) .Kondisi atau rasa malu itu lahir secara alamiah dan berjalan normal bagi semua perempuan seiring dengan waktu berjalan  yang ditandai dengan perkembangan dan perubahan bentuk tubuh.
Lalu pertanyaannya saya Mengapa Banyak diantara kaum perempuan Tidak menyadari itu bahkan hanya dengan alasan tuntutan kerja  /atau uang mereka  Mau mengeksploitasi Tubuh bahkan kehormatan (mahkota) mereka.kasian..kasian …kasian !!!



sumber:http://edukasi.kompasiana.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates