Rabu, 06 Februari 2013

0 MENURUT PENELITIAN RASA CEMBURU ADALAH PENYAKIT


Meski terdengar klise, tapi komunikasi merupakan cara terbaik untuk menjaga kelanggengan hubungan asmara. Anda dan pasangan harus bisa saling berbagi, tentang perasaan, apa yang disukai, atau apa pun juga untuk saling mendekatkan diri. Asalkan Anda bisa menikmati waktu berkualitas dengan pasangan untuk saling berbagi pikiran, rasa cemburu akan dijauhkan dari hubungan Anda.
Pupuk rasa percaya
Cemburu dalam hubungan asmara terjadi ketika ada kurang kepercayaan terhadap pasangan. Agar bisa saling percaya, maka Anda juga harus saling terbuka dengan pasangan. Jangan ada perasaan yang ditutupi, hanya karena Anda merasa tak enak membicarakannya pada pasangan. Kadang rasa cemburu juga bisa datang pada hubungan asmara yang sudah stabil, karena pasangan tidak diberitahu mengenai hubungan masa lalu atau ada kelemahan lainnya yang tidak diceritakan.
Trauma masa lalu
Rasa cemburu juga bisa dengan mudah muncul, ketika Anda atau pasangan mengalami trauma masa lalu. Jika Anda pernah mengalami kejadian tak mengenakkan di masa lalu, kadang rasa takut itu muncul kembali di hubungan asmara Anda saat ini. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menceritakan ketakutan Anda itu kepada pasangan. Selain itu, Anda juga harus memberi kesempatan pada pasangan untuk menunjukkan bahwa dia bisa dipercaya dan jangan langsung bersikap curiga. 



Selama ini, cemburu selalu dianggap sebagai perasaan layaknya bahagia, sedih dan jatuh cinta. Tapi baru-baru ini, ilmuwan dari Italia menyatakan bahwa cemburu adalah sebuah penyakit.

Ilmuwan Italia dari University of Pisa telah menemukan wilayah dari otak manusia, yang bisa membuat perasaan luar biasa seperti cemburu, ketika daerah tersebut terpengaruh.

Respons pada daerah itu juga ditemukan pada otak pasien dengan skizofrenia, kecanduan alkohol, dan penyakit Parkinson. Menurut ilmuwan, penyakit yang mempengaruhi otak tersebut disertai dengan gejala cemburu.

Daerah yang sedang dipelajari meliputi ventromedial prefrontal cortex, yang mengatur perasaan seperti empati dan rasa bersalah. Cemburu juga terkoneksi dengan daerah lain di otak, yakni amygdala, yang bertanggung jawab atas ketakutan dan kecemasan.



Para ilmuwan percaya bahwa cemburu adalah sebuah penyakit patologis, yang dikenal dengan 'Othello syndrome', seperti dilansir Geniusbeauty

Sebutan ini mengacu pada drama William Shakespeare berjudul 'Othello', yang mengisahkan tentang seorang pria yang tega membunuh istrinya sendiri karena terbakar cemburu.

Pemimpin penelitian yang juga seorang neuropsychiatrist, Donatella Marazzi, mengatakan bahwa cemburu tidak datang dengan sendirinya. Ada ketidakseimbangan biokimia pada tubuh yang mengubah cemburu menjadi obsesi berbahaya.

Menurut peneliti, dalam bentuk ekstrem, cemburu dapat memprovokasi konsekuensi mengerikan yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan bunuh diri atau pembunuhan.



sumber : dari berbagai sumber
www.detik.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates