Sabtu, 27 Oktober 2012

0 Pendidikan Kompetensi Tanpa Karakter Ciptakan Manusia tak bermoral




Maraknya "uji kompetensi" yang diadakan di berbagai bidang pekerjaan turut mengusik Erie Sudewo. Pakar motivasi menepis anggapan bahwa pendekatan dengan model kompetensi sebagai yang paling ideal. 

Di hadapan peserta seminar di Ball Room Group Multi Niaga, Makassar, belum lama ini, Erie menganggap, kompetensi tetaplah harus berbasis kekuatan karakter, sebab kompetensi tanpa karakter hanyalah nonsense.
 
"Kita harus punya tiga modal dasar seperti (ke)jujur(an), disiplin, dan meredam sifat egois. Janganlah resah akan apa yang dikatakan orang, tapi resahlah jika Anda tidak punya karakter," ujar Erie.

Peraih anugerah Social Entrepreneur ini mengimbuh, kompetensi berbicara tentang peningkatan diri, dan karakter adalah usaha perbaikan diri. Kompetensi tanpa karakter, kata Erie, akhirnya akan menjadi timpang. Menurutnya, bila masyarakat dididik dengan pendidikan kompetensi berbasis karakter, maka akan menciptakan manusia cerdas berbudi luhur.  
 
"Karakter adalah bagian dari sikap yang baik. Dan tanpa karakter, seseorang akan kehilangan arah dalam bersosialisasi, berjalan saja tanpa rambu dan aturan," ungkap mantan Presiden Direktur Dompet Dhuafa selama 10 tahun ini.
 
Dijelaskan Erie, membangun karakter merupakan proses perbaikan diri yang tidak pernah selesai.  Hanya orang-orang tahan bantinglah yang dapat mengamalkan poin penting karakter karena sifatnya bukanlah sesuatu yang dapat diwariskan begitu saja. Sifat-sifat dalam karakter-karakter dapat diraih dengan proses praktik dan mendidik diri secara terus-menerus tanpa henti.
 
Penulis buku laris Character Building tersebut menuturkan, kesalahan fatal sistem pendidikan yang diterapkan selama ini ialah pendidikan yang hanya berbasis kompetensi tanpa karakter.  
 
"Seperti yang dikatakan Einstein, masyarakat yang hanya dididik oleh pendidikan kompetensi akan menciptakan manusia-manusia serigala yang buas dan menakutkan saling memangsa satu sama lain," tutup Erie yang pernah meniti karir sebagai wartawan di berbagai media massa.(rfa)



sumber; http://kampus.okezone.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates