PNPM Mandiri dari Mimpi Jadi Nyata

JAKARTA–Dalam menanggulangi kemiskinan di Indonesia, pemerintah melakukan berbagai cara. Salah satu metode yang sudah memasyarakat sejak 2009, yakni Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Hebatnya, pola penanggulangan kemiskinan ala Indonesia tersebut sudah diadopsi 32 negara.
”Ini menjadi keberlanjutan dari Indonesia menjadi keketuan ASEAN. Kami melakukan kerja sama dengan pola people to people di ASEAN Community. Selain negara ASEAN pada momentum ini, bergabung pula Jepang, Tiongkok, dan Korea,” jelas Sudjana Royat, Deputi VII Kemenko Kesra usai membuka acara ASEAN+3 Youth Rural Activists Exchange Programme (YRAEP) for Rural Development and Proverty Eradication (RDPE) di Hotel Akmani, Senin (10/9).
Dia menambahkan, untuk menyejahterakan rakyat langkah nyata pastinya pendidikan dan kesehatan gratis, serta mudah mendapatkan lapangan pekerjaan. Dalam kerja sama yang dilakukan dengan berbagai komunitas di ASEAN, Sudjana mengatakan, pihaknya membangun mimpi dan mengubah pola pikir masyarakat yang tidak punya harapan menjadi semangat, terutama masyarakat di pedesaan.
Progam tersebut menjadi hal utama dalam momen ASEAN+3 Youth Rural Activists Exchange Programme (YRAEP) for Rural Development and Proverty Eradication (RDPE) kali ini. ”Orang-orang yang kami jumpai, tadinya nggak punya harapan. Lantas kami bangun mimpinya. Ini agar mereka mengubah pola pikir dan pola hidup.
Bahkan, saat ini sudah 33 negara di dunia yang mengadopsi pola PNPM Mandiri,’’ ungkapnya. Tidak itu saja, progam tersebut juga membuat komunitas yang tergabung memiliki ilmu yang lebih baik untuk menjadi voulentir di lapangan. Pihaknya, memasukan program kerja sama ini dalam bentuk diploma, sehingga apabila ada negara tetangga yang ingin belajar ilmu PNPM Mandiri, maka peluangnya sangat terbuka luas.
Peserta dengan usia 25-35 tahun, dengan ketentuan memiliki kapasitas dan minat yang tinggi dalam program penanggulangan kemiskinan ala Indonesia. ”Kami juga membuat kesepakatan untuk buat program ini jadi diploma. Kemiskinan tidak akan lepas tanpa ada perubahan pola pikir, sehingga harus membentuk manusianya dulu,’’ ucapnya.
Atas kesepakatan tersebut, sejumlah pemuda negara ASEAN serta Jepang, Korea, dan Tiongkok pun ikut belajar PNPM Mandiri, program penanggulangan kemiskinan ala Indonesia. Penanggulangan kemiskinan sendiri bagi negara- negara lain juga menjadi target Millenium Development Goals (MDGs).
Karenanya, keikutsertaan negara-negara lain peserta mendukung tujuan pemerintah mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. Sujana menambahkan, PNPM Mandiri pada 2014 ditargetkan menjangkau seluruh kecamatan di Indonesia. Saat ini program itu baru mencakup 6.000 kecamatan dan 70 ribu komunitas di seluruh Indonesia.
“Setiap tahun cakupan PNPM Mandiri ini terus diperluas agar dapat menjangkau lebih banyak penduduk miskin,” ujarnya. Sebagai program pemerintah, kata dia, PNPM Mandiri berhasil memberikan dampak positif bagi pengembangan komunitas dalam meningkatkan kesejahteraan hidup. Masyarakat belajar untuk memperkuat komunitas dan kelembagaan lokal sebagai bentuk kemandirian dan keberlanjutan di masa depan. (nel)
0 komentar:
Posting Komentar