Mahasiswa dan Aktivis Pemuda juga Deklarasikan Pilkada Damai

DARUL FATAH/INDOPOS DEKLARASI: Mahasiswa se-Jakarta deklarasi pilkada damai di Matraman, kemarin (10/9).
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jakarta Raya menggelar aksi deklarasi damai menyambut Pilkada DKI putaran kedua di Matraman, Jakarta Timur, kemarin (10/9). Dinamika politik yang terjadi belakangan ini menggugah kalangan mahasiswa untuk menggaungkan perdamaian dalam proses demokrasi lokal di Jakarta.
Dorongan itu juga menyusul banyaknya isu dan propaganda politik yang menjurus pada kericuhan masyarakat pendukung pasangan cagub-cawagub. Dalam kesempatan itu, mahasiswa dan sejumlah organisasi pemuda yang hadir mendapatkan pencerahan dari Budayawan Taufik Ismail.
Mahasiswa juga mengundang kedua kubu yang tengah berkompetisi memperebutkan kursi DKI 1. Sayangnya, kedua kubu tidak hadir memenuhi undangan panitia. Deklarasi itu bertujuan agar semua pihak dan seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga situasi kondisi aman dan nyaman. Apalagi belakangan ini terdapat situasi politik yang dihantui keberadaan golput dan potensi kerusuhan.
Presidium BEM se-Jakarta Raya, Roby Tri Wahyudi menegaskan, pelaksanaan deklarasi damai diharapkan bisa berdampak menekan setiap gejolak dan potensi perpecahan. Sebab perpecahan hanya akan menghambat jalannya pemerintahan daerah. ”Deklarasi damai penting, karena proses pilkada terindikasi kacau.
Banyak isu SARA dan gangguan keamanan sangat santer di masyarakat,” ujar dia yang juga menjabat Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Salah satu isu yang kini tengah merebak di tengah masyarakat, kata Roby, yakni isu akan terjadinya kerusuhan pada H-7 pemilihan. Belum lagi dengan adanya kasus-kasus teror yang terjadi sejumlah daerah yang kerap dikait-kaitkan dengan Pilkada DKI. ”Ini yang harus diantisipasi.
Makanya kami beritikad baik agar semua calon berkomitmen untuk menjaga kedamaian dalam rangkaian pilkada,” tambahnya. Hal senada juga diungkapkan Pengurus BEM Fisip Universitas Indonesia (UI), Uti Fitria. Dirinya berharap agar pelaksanaan Pilkada DKI bisa berjalan dengan aman dan nyaman bagi masyarakat.
”Para calon pemimpin Jakarta seharusnya bisa memberikan contoh yang baik. Apapun yang dilakukan harus mampu terhindar dari kericuhan,” pungkasnya. Sementara itu, ajakan mendukung pilkada damai terus dikumandangkan masyarakat. Kali ini, giliran ratusan aktivis pemuda yang menamakan diri Tim Relawan Kotak Merah Putih Hijau, yang melakukan deklarasi mendukung terciptanya pilkada yang aman dan damai.
Mereka mengajak masyarakat tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab, yang menginginkan kekacauan dan anarkisme terjadi di pilkada putaran kedua 20 September mendatang. (rul/wok)
0 komentar:
Posting Komentar