Praktek Politik Uang Pilkada Cilacap Tertinggi se-Indonesia

IST
Barang bukti yang dikumpulkan di Bantarsari sebanyak 214 juta
CILACAP - Praktek politik uang (Money Politik) sebesar Rp 214 juta yang diduga kuat dilakukan oleh salah satu calon Bupati Cilacap, Novita Wijayanti - Muchamad Muslich beberapa waktu lalu dikabarkan menduduki peringkat pertama praktek money politik dalam Pilkada di seluruh Indonesia.
Ketua Panwaslu Kabupaten Cilacap Sani Ariyanto membenarkan pernyataan tersebut. Ia mengatakan, pernyataan tentang peringkat praktek money politik itu dikeluarkan oleh pihak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Banwaslu) Republik Indonesia.
"Dari hasil supervisi yang dilakukan Tim Asistensi Banwaslu Pusat, jumlah uang temuan yang diduga kuat digunakan sebagai praktek money politik dari kubu Novita - Muslich menduduki peringkat tertinggi dalam hal praktek money politik dalam Pilkada di seluruh Indonesia," tutur Sani, Selasa (11/9/2012).
Dari data pihak Banwaslu pusat, selama ini jumlah uang praktek money politik dalam Pilkada Nasional tidak lebih dari Rp 100 juta. Mengenai daerah mana yang sebelumnya menduduki peringkat tertinggu, Sani enggan menyebutnya.
Penemuan uang dugaan money politik dari kubu Novita - Muslich tersebut berawal Informasi berhasil diterima Panwaslu Kabupaten Cilacap pada Sabtu (8/9) malam sekitar pukul 20.00.
Saat itu petugas menerima laporan perihal temuan uang sebesar Rp 214 juta dari dalam sebuah mobil AvansaNo polisi R 9306 KA. Mobil tersebut ditumpangi oleh salah satu tim sukses calon bupati nomor urut 1 (Novita-red) bernama Musabihan dan seorang lagi bernama Heri Kurniawan sebagai sopir.
Di dalam mobil tersebut ditemukan uang ratusan juta rupiah, kertas kecil bergambar calon bupati Novita sebanyak 340 lembar, stiker bertuliskan angka satu sebanyak lebih dari 12 ribu lembar, lem kertas 9 bungkus dan kuas sebanyak 4 buah.
Selain itu petugas juga menemukan foto calon bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dengan seorang wanita yang dikabarkan sebagai selingkuhanya. "Kami tengah melakukan konfirmasi dari berbagai pihak terkait penemuan sejumlah bukti yang diduga kuat sebagai praktek money politik itu tersebut," tambah Sani. (TRIBUNJOGJA.COM)
0 komentar:
Posting Komentar