Senin, 03 September 2012

10 Risiko Pemakai Lensa Kontak

Kini, begitu banyak orang yang menggunakan lensa kontak. Bagi yang sudah terbiasa, mudah memang pemakaiannya. Tapi mereka juga sering lalai merawatnya.

Ketika gagal merawat dan membersihkan lensa kontak, mata akan jadi lebih rentan terinfeksi. Di bawah ini ada 10 tindakan berisiko pada mata yang sebenarnya bisa dihindari.

Ketika memegang lensa.

Langkah ini bisa mengundang infeksi dan iritasi. Cucilah tangan memakai sabun sebelum menyentuh lensa kontak atau mata. Potong juga kuku sehingga lensa tidak rusak, tergores, atau robek. Jangan pernah  menggunakaan air keran atau liur untuk membersihkan lensa. Pakailah cairan lensa kontak yang sesuai dengan lensa kontak.

Ketika memakai lensa terlalu lama

Ada alasan mengapa para dokter mata tidak menyarankan penggunaan lensa kontak terlalu lama. Lensa kontak menghalangi oksigen ke mata. Jika Anda menggunakannya semalaman atau lebih lama dari yang disarankan ahli mata, Anda meningkatkan risiko ulkus kornea yang bisa menggores kornea atau bahkan menyebabkan kebutaan.

Ketika menggunakan obat

Mungkin kebanyakan orang sudah mengerti untuk melepaskan lensa kontak terlebih dahulu sebelum memakai obat tetes mata. Tapi tahukah Anda mengonsumsi beberapa jenis obat bisa berdampak pada penglihatan? Menggunakan pil KB dapat meningkatkan estrogen dan membuat mata wanita lebih sensitif, disertai penurunan produksi air mata dan membuat mata kering. Beberapa jenis obat jerawat juga menyebabkan mata gatal. Begitu pula dengan aspirin yang bisa mengiritasi mata. Pastikan pada dokter mata tentang obat-obatan yang Anda ambil secara teratur.

Ketika cairan lensa jadi masalah

Cairan lensa kontak ada berbagai jenis, untuk membilas, membersihkan, membasmi kuman, membasahi mata, atau meningkatkan produksi air mata. Ada pula formula cairan multiguna yang fungsinya sudah lengkap. Tiap jenis produk ini mengandung zat pengawet yang bisa kadarluarsa atau jadi mengiritasi mata. Jangan gunakan cairan jika sudah lewat tanggal penggunaan yang tertera pada kemasan. Masalah bisa muncul ketika Anda mulai mengganti merk dan jenis cairan. Bahkan meski Anda tetap setia pada satu merk, perusahaan bisa mengganti cairan tersebut, jadi perhatikan label yang berbunyi "baru dan lebih baik". Jangan pula memindahkan cairan lensa ke wadah yang lebih kecil untuk berpergian atau dibawa-bawa dalam tas. Hal ini bisa menambah risiko kontaminasi mata.

Ketika mata sudah terlalu kering

Karena lensa kontak menutupi permukaan mata dan menghalau oksigen, banyak pemakai yang mengalami mata kering. Kekeringan ini bisa jadi lebih buruk di situasi tertentu seperti dalam pesawat, cuaca kering, atau setelah minum alkohol. Bawalah sebotol air mata buatan atau obat tetes mata, dan sering-seringlah berkedip untuk menjaga mata tetap dilumasi.

Ketika memakai make-up

Tas make-up dan meja rias diisi oleh pengiritasi mata. Jangan pernah berbagi make up dan menggunakan eye shadow, maskara, atau eyeliner pada mata yang bengkak, merah, dan terinfeksi. Pakai lensa kontak dulu sebelum berdandan.

Ketika ke salon

Udara di dalam salon memiliki banyak bahan kimia dari hairspray dan produk lainnya. Jangan memakai lensa kontak atau lindungi mata Anda. Berkediplah lebih sering jika rambut sedang dikeringkan.

Ketika berpergian keluar

Pengiritasi mata berukuran mikro seperti debu, serbuk sari, asap, dan bulu hewan peliharaan bisa masuk dan menempel ke lensa kontak dan mengiritasi mata. Keluarnya air mata secara berlebihan sebagai reaksi alergi bisa membuat rasa tidak nyaman pada mata. Pertimbangkan untuk menggunakan kacamata pada situasi kemungkinan iritasi tinggi.

Ketika berenang

Tentu saja, tidak seru menceburkan diri dalam kolam dengan kacamata. Tapi memakai lensa kontak ke dalam air tinggi klorin dapat mengontaminasi lensa. Apalagi kita tidak tahu ada kandungan apa saja di dalam air yang dipakai banyak orang tersebut. Jika Anda bisa mengaturnya, berenanglah tanpa lensa dan tunggu sekitar sejam sebelum memakainya kembali.

Ketika merokok

Perokok tahu risiko kesehatan mereka ketika menyalakan rokok. Tetapi perokok yang menggunakan lensa kontak berisiko delapan kali lebih tinggi terkena ulkus kornea daripada non-perokok.

Nah, berkonsultasilah secara teratur dengan ahli mata profesional jika Anda merasakan gejala seperti mata kabur dan sakit mata. Jika ada tanda-tanda awal infeksi mata seperti gatal, panas, atau sensitif terhadap cahaya, lepaskan lensa kontak Anda.

redOrbit/dsy
 

0 komentar:

Posting Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates