Senin, 01 April 2013

0 SKEMA PENGHANCURAN BANGSA OLEH PIHAK ASING DI INDONESIA

                                     Skema Penghancuran Sebuah Bangsa




Ir. Soekarno : “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”


      Apakah Anda pernah mendengar grand design "MENGUASAI TANPA PELURU"....design inilah yg berhasil menguasai negara RI dng menjatuhkan kekuasaan presiden Soekarno melalui tangan Jendral Soeharto.Design ini disusun oleh "mereka"...setelah mengambil pengalaman Belanda yg berhasil menguasai Nusantara selama 3,5 abad."Mereka" sangat paham bahwa... Bangsa/Negara ini unik...dimana terdiri dari puluhan ribu pulau,dan sangat beragam etnis, agama,budaya,....ini semua merupakan kekuatan sekaligus kelemahan. Jikalau erat bersatu menjadikan kekuatan yg dahsyat...namun jika " ikatan" persatuan tsb.dirusak maka sangat mudah tercerai berai, bagaikan sapu lidi."Persatuan nasional" adalah kata kunci kekuatan negara Indonesia.Dan ini sangat disadari oleh Bung Karno-Bung Hatta dan para founding father lainnya.Soempah Pemuda, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, NKRI, bukanlah konsep2 yg sembarangan....itu semua konsep penyatuan bangsa untuk kekuatan dan kejayaan bangsa dan negara.Justru kenapa Bung Karno sangat gandrung persatuan nasional, karena itulah sumber kekuatan sekaligus titik kelemahan.Siapapun yg akan mengancam persatuan nasional pasti akan dilawan. Termasuk organisasi2 Islam....Benturan antar elemen masyarakat, kemerosotan moral baik melalui budaya korupsi, maupun narkoba.Pembodohan, ketergantungan, individualistis, materialistis adalah akibat liberalisasi sistim....yang semua sdh diatur secara sistemik..dalam grand design tsb.,,,,,



      Tanpa kita sadari dalam keseharian kita mudah disusupi hal-hal yang berpotensi menghancurkan bangsa ini.
Dalam era modern kini menguasai sebuah negara tidak lagi dengan tindakan-tindakan agresi atau menyerang langsung dengan infantri, serangan pesawat tempur atau ledakan mortir.
Tanpa kita sadari kegiatan infitrasi secara halus menyerang kita. Dengan masuknya budaya globalisasi yang deras tanpa filter dari masing-masing individu.
Doktrin-doktrin asing melalui gaya hidup, lifestyle, ideologi sampah yang melemahkan mental.

Tidak sedikit dari kita termasuk saya pribadi terpengaruh. Hingga mulai memudarnya rasa bangga terhadap bangsa sendiri. Masa bodoh terhadap lingkungan sekitar bahkan malu menjadi diri sendiri. Identitas ikut-ikutan tanpa berpikir kembali tanpa kebijaksanaan dan tanggung jawab.

Hal ini memudahkan hancurnya pilar-pilar penting kekuatan masyarakat. Tumbuhnya egoisme. Hingga tak sulit bagi pihak-pihak yang berkeinginan mengontrol bangsa kita. Seperti halnya mudah diadu domba pada isu sensitif SARA, lunturnya nasionalisme, kekerasan premanisme, kekacauan ideologi bahkan perang saudara. Diperparah kondisi politik yang tidak jelas. Korupsi yang meradang.

Dilanjutkan dengan penguasaan SDA dan SDM. Ditengah kesibukan kita dengan sesama kita. Paradigma telah berubah drastis.

Bukan hal sulit. Bukan hal yang mustahil bagi mereka. Saat kondisi kita berpecahan seperti Uni Sovjet, diinvasi seperti Afghanistan dan Irak. Libya, Suriah, Mesir sudah berpengalaman.

Mungkin analisa ini dianggap berlebihan. Tapi sudah saatnya kita bertanya. Siapa kita? Bagaimana kita di masa depan? Cukupkah dengan kondisi sekarang? Atau justru kita merasa sekarang sejahtera?

Mulai dari diri sendiri. Berbakti sesuai bidang masing-masing. Tentara, akademisi, wartawan, politikus, pelajar, karyawan swasta, presiden, anggota dewan, kuli, PNS, petani, pedagang, nelayan, salesman, dokter, pengangguran, Ustadz, pendeta, biksu, budayawan, karyawan kontrak, pengusaha, asisten apoteker, mantri, buruh, tukang sayur, penjaga warnet, atlet, ibu menyusui atau apapun/siapapun anda.

Berikan yang terbaik untuk sekitar dan masyarakat. Masyarakat yang kuat menciptakan bangsa yang tangguh dan disegani.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates