Kamis, 07 Maret 2013

0 “Universal Berkeabadian” Founding Fathers

                                                                                                                                 





Bercermin Pada Para Jagoan Ilahi, Kita Pegang Warisan “Universal Berkeabadian” Founding Fathers

Bercermin pada Jagoan Ilahi “Hugo Chaves”, Napoleon, Bung Karno, Imam Khomeini, Mao-Sun Yat Sen, Gandhi-Nehru, Kaisar Jepang, Nelson Mandela, Paus Yohannes Paulus II, Uskup Desmon Tutu, Uskup Fernando Lugo, Evo Morales, Pemimpin Korea, Pemimpin Vietnam dkk. kita kokoh berpegang pada Paradigma Pandangan Dunia kita bersumber dari ajaran Bung Karno dan para Founding Fathers (Preambul+Batang Tubuh UUD 1945 Asli).

Dengan Formula Adonan "Kebangsaan Sosial Relijius - NASAKOMSOS/ Nasionalis-Agama - Nilai-nilai Komunal Kehidupan Sosial Universal" dalam kerangka tegaknya "Demokrasi Hikmah Kebijaksanaan" yang berpayung pada “Roh Rasa Bersama” – filosofi Kemanunggalan Esoteris "Semua Satu, Satu Semua - Bhinneka Tunggal Ika" dalam Transendensi Roh Ideologi "Pancasila yang hidup, relevan, aktual mengejawantah di Ruang Kehidupan".

Dengan landasan Idealitas paripurna diatas, KITA ORIENTASIKAN dalam kerangka menggapai PERSAUDARAAN UNIVERSAL YANG AGUNG BERDASAR KEARIFAN-KEARIFAN ABADI/ETERNAL WISDOM/ KALIMATUNSAWA/ BONUM COMMUNE/RES PUBLICA KEPENTINGAN UMUM/ ROH ABSOLUT NEGARA yang meliputi elemen-elemen:


1. Persaudaraan/Kekeluargaan Cinta Kasih yang welas Asih (Ukhuwah Rahmaniah),

2. Persaudaraan/Kekeluargaan Se-Agama (Ukhuwah Diniyah),

3. Persaudaraan/Kekeluargaan Bangsa (Ukhuwah Wathoniah) dan

4. Persaudaraan/Kekeluargaan Kemanusiaan Transenden - Persaudaraan Universal yang Agung (Ukhuwah Insaniah) dalam kerangka membangun Rumah Keselamatan Republik Indonesia (Jerussalaem/Darussalam Republik Indonesia).

“Basis Esoteris” Peradaban Nusantara Indonesia dan Landasan Realitas Sosio-historisnya, membuat kita mesti bisa meramu dimensi Spiritualitas-Religiositas pada watak Sosial dan Demokrat bagi bangsa Nusantara Indonesia, tentu akan berbeda dengan Formula bangsa Barat yang sekedar “Sosial – Demokrat” an sich (di bawah perspektif Materialisme ala Sosialis atau Kapitalis). Mirip seperti Ramuan ”San Min Cu I”-nya Sun Yat Sen yang berformat “Sosialisme, Nasionalisme dan Demokrasi”.

Namun kita harus terus berjuang keras membangunnya dengan ”KEBENARAN PADU LANDASAN IDEALITAS DENGAN LANDASAN REALITAS BAHAN-BAHAN SOSIO HISTORIS NUSANTARA INDONESIA” dan super-super sabar dengan ”KESABARAN YANG SISTEMIK” dalam membangun peradaban besar ini.

Berat memang teramat berat, tak mudah merevolusi atau mentransformasi kesadaran bangsa Nusantara Indonesia ini, pengalaman Amerika-Inggris dan Perancis saja perlu waktu 200-250-an tahun untuk sampai peradabannya MASYARAKAT-BANGSA-NEGARA yang KOKOH TRADISI SISTEMIK DEMOKRATIS-nya. Tapi kita bisa mempercepatnya, seperti sodara kita Jepang dan Korea Selatan. Semoga sodara kita IRAN cepat bisa lakukan Lompatan Peradaban, seperti Jepang dan Korea Selatan yang telah sukses lakukan konsolidasi Demokrasi dan kebangsaanya, (maupun Korea Utara yang berpegang erat pada ”Ideologi Sosialisme Keadilan.”)

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates