Kamis, 07 Maret 2013

0 PERKATAAN YANG BAIK DAN UCAPAN YANG KOTOR




Assalamualaikum....

KATA-KATA ADALAH CERMIN PIKIRAN SESEORANG. SETIAP PEMIKIRAN YANG JERNIH AKAN MEMANTULKAN KATA-KATA YANG JERNIH DAN BEGITU PULA SEBALIKNYA, PIKIRN YANG KOTOR AKAN MEMANTULKAN KATA-KATA DAN UCAPAN YANG KOTOR. KARENA ITU, HATI-HATILAH DALAM BERKATA-KATA, KARENA SETIAP KATA YANG DIKELUARKAN DARI MULUT MENGGAMBARKAN BAGAIMANA KEPRIBADIAN DAN PIKIRAN SESEORANG (AKHLAQ).

Adapun sumber-sumber dosa berarti dimana pintu-pintu dosa tersebut menghampiri kita, dosa berawal dari suatu titik dalam diri kita, baik itu berkaitan dengan dengan aspek lahiriyah (anggota tubuh) dan aspek bathin (pikiran dan hati).

Jika melalui pintu fisik, berarti dosa itu dari dimulai oleh anggota tubuh seperti : MULUT, MATA, TELINGA, KULIT dan bahkan KELAMIN. Jika ia melalui pintu bathin berarti dosa itu dari juga dimulai oleh PIKIRAN dan HATI.

MULUT YANG MENGUCAPKAN KATA-KATA KOTOR :

MULUT bisa MENDATANGKAN PAHALA, tetapi MULUT BISA JUGA MENJADI PINTU DOSA, sama saja halnya dengan mata / pikiran. Ucapan buruk mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang, dan sebagainya merupakan salah satu pintu dosa yang amat rawan (dosa yang berawal dari mulut), banyak orang yang bisa mengendalikan hawa nafsu dan syahwatnya ATAU ia bisa mengendalikan massa, memimpin/mengendalikan orang lain, TETAPI IA TIDAK BISA MENGENDALIKAN LIDAH DAN UCAPANNYA SENDIRI (UCAPAN-UCAPAN KOTOR). 

Allah SWT tidak menyukai dan membenci hamba-hamba_Nya yang suka mengucapkan kata-kata kotor (DAN SANGAT DILARANG), sesuai dengan Firman_Nya dalam Al Qur’an sbb :

“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
(QS. An Nisaa: 4) 

“(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu”
(QS. An Nahl: 16) 

"Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa'at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. An-Nisa': 85)

“Sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari”
(QS. Ar Ra'd: 13) 

Bila seseorang lupa kepada Allah, dan bila seorang ketika dalam keadaan marah, cenderung untuk mengeluarkan kata-kata yang kotor, perkataan yang jelek, dusta, mencaci maki, mengungkit-ungkit kejelekan lawan bicara, menyanjung-nyanjung dirinya dan mengeluarkan kalimat yang mengandung kekufuran atau yang lainnya, karena sebenarnya ia telah dirasuki oleh syaitan, dan ia telah lupa kepada Allah SWT, sehingga ia tidak bisa lagi mengendalikan diri (ucapannya), jadi secara tidak langsung adalah itu sebuah cerminan akhlak seseorang, karena apabila kebanyakan hal yang kufur / hal-hal yang tidak baik (sampah) terkadung didalam tubuh manusia, maka itulah yang akan ia keluarkan.

RASULULLAH SAW. JUGA MENGINGATKAN KEPADA UMATNYA TENTANG PERKATAAN-PERKATAAN YANG KOTOR KOTOR :

"Sesungguhnya Allah murka kepada orang yang berperangai jahat dan berlidah kotor." 
(HR. Tirmidzi)

"Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, bukan yang suka melaknat, bukan yang berperangai jahat, dan bukan pula yang berlidah kotor." 
(HR. Tirmidzi).

“Jagalah dirimu dari siksa neraka walau hanya dengan memberika sebutir kurma. Maka, barang siapa yang tidak mampu, hendaklah menggantinya dengan ucapan yang mulia”
(HR. Bukhari dan Muslim).

“Sesungguhnya orang yang di dalam mulutnya tidak ada Al-Qur’an bagaikan rumah yang runtuh”
(HR. Tirmizi, Ahmad, dan Darimi) 

"Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amalannya seseorang mu'min besok pada hari kiamat daripada baiknya budipekerti dan sesungguhnya Allah itu membenci kepada seorang yang kotor serta rendah kata-katanya - yakni yang senantiasa memperbincangkan kemesuman, kejahatan dan Iain-Iain." 
(HR. Tirmidzi)

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya berbicara baik atau diam”
(HR. Bukhari dan Muslim). 

"Artinya : Apabila seseorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” 
(HR. Bukhari, Ahmad).
"Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, sebab prasangka buruk adalah ucapan yang paling bohong." 
(Muttafaq Alaihi)

Firman Allah SWT didalam Al’ Qur’an dan Hadits Rasulullah adalah suatu Petunjuk (Perintah dan peringatan/larangan) kepada Hamba_Nya dan kepada Umat Nabi Muhammad SAW, bahwa perkataan-perkataan dari mulut/lidah yang kotor tidak akan membawa manfaat dan mudhorat baik bagi Allah SWT, Rasulullah SAW / kepada dirinya sendiri/orang lain, bahkan tidak ada jaminan bagi mereka yang melanggar perintah Allah / bagi para pendosa untuk mendapatkan keluluasaan rezeki, ketenangan hidup, dan kelancaran karier sebagaimana Allah menjamin bagi orang mukmin.

Orang yang dicintai Allah adalah mereka yang bertaqwa kepada_Nya (BUKAN YANG BANYAK HARTA BENDANYA, BUKAN YANG TINGGI JABATANNYA, BUKAN YANG YANG PINTAR BICARANYA / BUKAN YANG BAIK RUPA JUGA TUBUHNYA). Dan seseorang yang menghina/mencemooh/menfitnah orang lain, sebenarnya belum tentu ia lebih baik akhlak/imannya dari orang yang dia katakan tersebut, karena Allah Maha Mengetahui apa saja yang ada pada diri Hamba-Hamba_Nya masing-masing.
Jadi manusia yang dibenci Allah SWT dan Rasulullah SAW adalah yang melanggar Larangan Allah dan Rasulnya, MAKA dari itu koreksilah selalu kualitas akhlak / ketaqwaan diri kita masing-masing agar, jangan cuma bisa melihat kekurangan orang lain, instropeksi kedalam diri sendiri sendiri jauh lebih penting, agar hidup kita memiliki derajat yang tinggi disisi Allah SWT dan selalu dicintai dan mendapat safaat dari Rasulullah SAW, juga disukai/dicintaioleh orang lain ; adanya keseimbangan antara (Hablumminallah dan Hablumminannnas), KARENA HIDUP DI DUNIA INI HANYA SEMENTARA DAN SEBENTAR SAJA UNTUK MENCARI BEKAL KE AKHIRAT KELAK, KARENA SEMUA JUGA PASTI KEMBALI KEPADA ALLAH.....CEPAT / LAMBAT DAN TERGANTUNG BEKAL YANG DIBAWA MASING-MASING (BAIK / BURUK).

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an :

“Apa-apa yang datang dari Rasulullah kepadamu maka ambillah. Dan apa-apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Ssungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”.
(QS. Al Hasyr: 7)

“Dan Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” Berkatalah ia : “ Ya Tuhanku mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam Keadaan buta, Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat ?’ Allah berfirman: ‘Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”.
(QS. Thaahaa: 7). 

Setiap diri adalah pemimpin dan punya tanggung jawab masing-masing, baik pemimipin untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk kelompok/masyarakat, untuk bangsa / negara dll, DAN SEMUA ITU AKAN DIMINTA PERTANGGUNGJAWABANNYA KELAK OLEH ALLAH SWT, baik itu adalah hal-hal yang baik atupun hal-hal yang buruk dan tidak akan pernah terlepas dari perhitungan Allah SWT, sekecil apapun hal yang kita lakukan selama hidup didunia ini

Firman Allah SWT dalam Al Qur’an :

“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul (Muhhammad) dan (Juga) janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”
(QS. Al Anfal: 27).

Rasulullah SAW bersabda :

“Ketahuilah bahwa setiap kalian adalah penanggung jawab dan setiap kalian akan ditanyai apa yang menjadi tanggung jawabnya. Imam yang ada ditengah manusia adalah penanggung jawb dan dia akan ditanyai terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya. Dan seorang suami bertanggungjawab terhadap keluarganya dan dia akan ditanyai tentang apa yang menjadi tanggung jawabnya. Dan Seorang isteri bertanggungjawab terhadap rumah suaminya dan anaknya dan dia akan ditanyai tentang mereka”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Segenap aspek lahiriah dan batiniah / aspek jiwa dan raga kita adalah pintu bagi dosa-dosa ketika kita tidak bisa menjaganya dari hal yang dilarang Allah SWT. Begitupun sebaliknya, jiwa dan raga bisa menjadi sumber kebaikan apabila kita optimalkan untuk melaksanakan kebaikan tentunya hal-hal yang diridhai oleh Allah SWT. Dan itu dimulai dari diri sendiri, lakukan sebelum terlambat/sebelum ajal menjemput kita....

Wassalamualaikum......






0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates