Rabu, 06 Maret 2013

0 Reaksi Rustriningsih Setelah Tak Direstui PDIP Jadi Cagub Jateng





Tak seperti biasa, suasana ruang tamu rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah kini ramai. Wagub Rustriningsih yang mengenakan baju merah dan berkerudung warna krem menyambut para pendukungnya yang datang setelah mengetahui Rustri tak mendapat rekomendasi PDIP untuk maju sebagai Cagub Jateng.

PDIP memberi rekomendasi dan mendaftarkan Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmiko sebagai cagub dan cawagub Jateng ke KPUD. Mengetahui nama Rustri tidak disebutkan, partai tengah seperti Gerindra, PPP, PKS, PKB, Hanura, dan PKNU segera merapat ke Rustri. Namun pada akhirnya Rustri memilih tidak maju.

"Saya masih percaya, kesetiaan itu lebih punya nilainya meski pahit. Banyak pengalaman, kesetiaan itu berbuah pahit. Kita masih bisa berkarya tanpa harus memiliki jabatan. Kuncinya adalah integritas," kata Rustri di rumah dinasnya, Jl Rinjani nomor 1 

"Cara mengelola kekuasaan itu tercermin dari bagaimana upaya meraih kekuasaan itu sendiri," imbuhnya.

Kesetiaan Rustri kepada partai dengan logo banteng bermoncong putih itu ia nyatakan sudah ditunjukkannya sejak 27 tahun lalu.

"Malam ini menjadi momentum bagi saya. Malam ini adalah bukti bahwasannya memang tidak mudah untuk memegang teguh prinsip-prinsip kesetiaan pada perjuangan saat ini," tandas Rustri.

Mata Rustri pun mulai berkaca-kaca saat membicarakan kesetiaannya kepada partai yang telah mengusungnya dalam Pilgub Jateng 2008 lalu itu. Foto-foto yang menggambarkan momen bersejerahnya dengan PDIP pun terpampang di sejumlah ruangan. Salah satunya foto berukuran 12R yang terpampang di ruang tamu dan bergambar dirinya tertawa bersama Ketua Umum PDIP, Megawati saat menaiki becak.

"Saya sudah berjuang sejak masih PDI dan hingga memiliki imbuhan Perjuangan. Hampir dalam penugasan partai selama 13 tahun saya jalani. Namun dalam penugasan itu ada penilaian dan pertimbangan dari pimpinan partai. Malam ini tidak diberikan tugas itu kepada saya mungkin karena ada pertimbangan-pertimbangan," kata mantan Bupati Kebumen itu.

Lalu apa yang akan dilakukan Rustri setelah masa jabatannya sebagai Wagub Jateng habis? Ia berencana membuat organisasi sosial yang akan ia beri nama Sahabat Rustri. Nantinya dalam organisasi tersebut akan membahas soal pemerintahan yang bersih.

"Sahabat Rustri, saya ingin mengupas soal 'bersih' dari pikirannya dan tindakan yang bersih," ujarnya.

Ditemani suaminya, Sonny Achmad Saleh Ashari Nuryatno, Rustri juga menyampaikan permintaan maaf kepada kader dan simpatisan yang datang daridi 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

"Jangan patah semangat untuk tetap teguh berjuang menegakkan kebaikan, kebenaran yang setinggi-tingginya. Yakinlah, pada saatnya, tak akan lama, kebenaran akan menang!" tegasnya.

Pendaftaran cagub-cawagub Jateng ditutup, Selasa (5/3/2013) tengah malam. Ada tiga pasangan yang terdaftar, yakni Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo (PD, Golkar, dan PAN), Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko (PDIP), dan Hadi Prabowo-Don Murdono (PKS, PKB, PPP, Gerindra, Hanura, dan PKNU). Pencoblosan pilgub dijadwalkan digelar 26 Mei 2013 mendatang.



PDIP akhirnya merekomendasi Ganjar untuk maju menjadi cagub Jateng. Rustriningsih akhirnya gagal mendapatkan rekomendasi, menurut kalangan elit PDIP Pusat, Ganjar lebih populer dibanding Rustriningsih, menurut survey mereka sendiri, 3 minggu terakhir ini, tetapi benarkah ?

Kegagalan Rustriningsih juga membuat beberapa parpol kecewa, karena pembacaan rekomendasi sengaja dilakukan mepet dengan batas pendaftaran, tentu saja hal ini disengaja karena PDIP tak mau Rustriningsih digandeng parpol lain, sebuah trik politik yang cerdik sekaligus mengecewakan dari PDIP.

Besar kemungkinan beberapa kader yang kecewa akan pilih golput, karena memang Ganjar kurang populer di Jateng, apalagi harus berhadapan dengan Bibit yang masih menjabat Gubernur.

Kader PDIP ditingkat bawah juga heran dengan pilihan pengurus pusat yang memilih Ganjar, walau disebut-sebut putra daerah, karena lahir di karanganyar, toh pengalaman birokrat di jateng belum mumpuni dibanding Rustriningsih, apalagi Rustriningsih masih menjabat sebagai wakil Gubernur.

Keputusan yang tidak cerdas dari DPP PDIP mungkin akan berimbas pada pemillih di Jawa Tengah. Seharusnya PDIP lebih menjagokan Rustriningsih sebagai cagub dan Ganjar sebagai cawagub, pilihan ini lebih mempunyai daya serang dari pada Ganjar sebagai Cagub.

Mungkinkah PDIP kalah di Jateng? Mengulang kekalahan Rieke di Jabar ? Apa yang dimau PDIP dengan memilih Ganjar ??




sumber : detik.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates