Rabu, 06 Maret 2013

0 10 Amalan yang terbalik/salah kaprah dalam islam


Kadang kita dapati amalan kita terbalik atau bertentangan dengan apa
yang sepatutnya dilakukan & dituntut oleh Islam. Mungkin kita tidak sadar
atau ikut-ikutan dengan budaya hidup orang lain.

Contoh amalan yang terbalik/salah kaprah:
1. Amalan Selamatan/kenduri beberapa malam setelah saudara/keluarga/ tetangga kita meninggal (malam pertama, kedua, ketiga, ketujuh dan seterusnya) adalah terbalik dng yang dianjurkan oleh
Rosulullah SAW dimana Rosulullah telah menganjurkan tetangga memasak makanan/minuman untuk keluarga yang berduka guna meringankan kesedihan & kesusahan mereka. Keluarga yang telah ditimpa kesedihan tersebut terpaksa menyediakan makanan & membeli segala sesuatu untuk mereka yang datang membaca Tahlil/doa & mengaji.Tidakkah mereka yang hadir & makan tersebut tidak khawatir termakan harta anak yatim yang ditinggalkan oleh si mati atau harta peninggalan si mati yang belum dibagikan kepada yang berhak menurut Islam ?
2. Kalau datang ke resepsi/pesta pernikahan/khitanan selalu berisi
hadiah/uang waktu bersalaman. Kalau tidak ada uang maka kita segan
untuk pergi. Tetapi kalau mendatangi tempat orang meninggal. kita tidak
malu untuk salaman tanpa isi/uang. Sepatutnya pada saat kita mendatangi
tempat orang meninggallah kita seharusnya memberi sedekah. Sebenarnya jika ke Resepsi/pesta pernikahan/khitanan , tidak memberipun tidak apa-apa, karena tuan rumah yang mengundang untuk memberi restu kepada mempelai & makan bukan untuk menambah pendapatannya.
3. Ketika datang ke sebuah gedung/rumah mewah atau menghadiri rapat dng pejabat, kita berpakaian bagus, rapi & indah tapi bila menghadap
Allah baik di rumah maupun di Mesjid, pakaian yang dipakai adalah pakaian
seadanya. Tidakkah ini suatu perbuatan yang terbalik ?
4. Kalau bertamu ke rumah orang diberi kue/minum, kita merasa malu untuk makan sampai habis, padahal yang dituntut adalah jika hidangan tidak
dimakan akan menjadi mubazir dan tidak menyenangkan tuan rumah.
5. Kalau Sholat Sunnah di Mesjid sangat rajin tapi kalau di rumah, malas. Sedangkan sebaik-baik Sholat Sunnah adalah yang dilakukan di rumah
seperti yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW untuk menghindari rasa
riya’/pamer.
6. Bulan Puasa adalah bulan mendidik nafsu termasuk nafsu makan yang
berlebihan tetapi kebanyakan orang mengaku bahwa biaya makan dan
belanja di bulan puasa adalah yang tertinggi dalam setahun. Padahal
seharusnya yang terendah. Bukankah terbalik amalan kita ?
7. Kalau untuk menjalankan ibadah haji, sebelum berangkat, banyak
orang mengadakan Selamatan/do’ a bersama tetapi setelah kembali dari Haji,
tidak ada do’a bersama untuk bersyukur. Anjuran do’a bersama/selamatan
dalam Islam diantaranya adalah karena selamat dari bermusafir/perjalan an
jauh bukan karena akan bermusafir. Bukankah amalan ini terbalik ? Atau
kita mempunyai tujuan lain ?
8. Semua orang tua akan kecewa jika anak-anaknya gagal dalam ujian.
Maka dicari & diantarlah anak-anak ke tempat kursus walau dengan biaya
tinggi. Tapi kalau anak tidak dapat membaca Al-Qur’an, mereka tidak berusaha mencari/mengantar anak-anak ketempat kursus baca Al-Qur’an atau
kursus pelajaran Islam. Kalau guru kursus sanggup dibayar sebulan Rp.300.000,00 perbulan untuk satu pelajaran dan 8 kali pertemuan saja, tapi kepada Ustadz yang mengajarkan mengaji hanya p.100.000,00 perbulan untuk 20 kali pertemuan. Bukankah terbalik amalan kita ? Kita sepatutnya lebih malu jika anak tidak dapat baca Al-Qur’am atau Sholat dari pada tidak lulus ujian.
9. Siang-malam, panas-hujan badai, pagi-petang kita bekerja mengejar
rezeki Allah dan mematuhi peraturan kerja. Tapi ke rumah Allah (Mesjid) tidak hujan tidak panas, tidak siang, tidak malam tetap tidak datang ke Mesjid. Sungguh tidak tahu malu manusia begini, rezeki Allah diminta tapi untuk mampir ke rumahNya segan dan malas.
10. Seorang isteri kalau mau keluar rumah dengan suami atau tidak, berhias secantik mungkin. Tapi kalau di rumah….??? Sedangkan yang dituntut
seorang isteri itu berhias untuk suaminya bukan untuk orang lain.
Perbuatan amalan yang terbalik ini membuat rumah tangga kurang bahagia.
Cukup dengan contoh-contoh di atas, Marilah kita berlapang dada
menerima hakikat sebenarnya.Marilah kita beralih kepada kebenaran agar hidup
kita menurut landasan dan ajaran Islam yang sebenarnya bukan yang digubah
mengikuti selera kita. Allah yang menciptakan kita, maka biarlah
Allah yang menentukan peraturan hidup kita.
Sabda Rosulullah SAW : “Sampaikanlah pesan-KU walau hanya satu
ayat”.
(Riwayat Bukhari).
ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL’ALAMIIN
HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHIED
KEEP UKHUWAH, SMILE AND ISTIQOMAH… ……… …

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates