Senin, 11 Maret 2013

0 Para Pemimpin Bangsa Ini Harus Paham Makna “bhinneka tunggal ika”






        Seandainya para pemimpin bangsa ini benar-benar memikirkan kehidupan yang lebih baik untuk rakyat negeri ini, pastilah mereka akan membuka mata hatinya lebih lebar tentang siapa musuh dan siapa saudara. Indonesia telah dikuasai oleh berbagai kepentingan dari negara lain, yang menyusup lewat anak-anak bangsa sendiri. Negara ini didirikan dengan susah payah, namun hanya karena kekuasaan, harta dan jabatan, anak-anak bangsa ini menggadaikan nilai yang lebih tinggi dari menggapai mimpi-mimpi egois mereka sendiri. Kebangsaan dan kenegaraan tidak lagi dimengerti sebagai cita-cita yang menguntungkan semua pihak, termasuk cita-cita diri mereka yang ingin berkuasa, memiliki harta berlimpah dan jabatan saat terwujudnya cita-cita bersama itu.

         Mengapa para pendiri bangsa ini menginginkan kemerdekaan sebagai bangsa dan negara yang berdaulat dalam satu kesatuan tunggal bernama Indonesia? Sebelum Indonesia ini menjadi ada, para pemimpin kerajaan-kerajaan yang tersebar dari sabang sampai merauke, merasa perlu  untuk bekerjasama mengusir setiap kepentingan negara lain yang mencampuri urusan kerajaan daerah mereka masing-masing. Tapi tiap kerajaan itu menyadari satu hal, kerajaan mereka kecil, dan para penjajah itu banyak, bahkan di antara para penjajah itu saling bekerjasama untuk menguasai suatu kerajaan yang diinginkannya. Kerajaan-kerajaan itu melihat, kerajaan lain yang berdekatan dengannya, juga mengalami hal sama, sedang berperang karena penjajah ingin menguasai kerajaannya.

     Bila musuh saja saling bekerja sama untuk mendapatkan daerah jajahan yang mereka inginkan, mengapa para raja-raja kerajaan itu tidak saling bekerja sama untuk mengusir musuh yang sama dari daerah mereka masing-masing? Jika mereka tetap mempertahankan diri secara ego sendiri-sendiri, mungkin masa depan mereka sudah terlihat dengan jelas. Kerajaan mereka akan jatuh ke dalam kekuasaan penjajah. Namun bila mereka bersatu dan saling mendukung, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi, termasuk mengusir para penjajahnya dari kerajaan mereka masing-masing. Inilah yang melandasi para raja-raja kerajaan di nusantara ini untuk saling bekerja sama, saling mendukung dan menyatukan kekuatan untuk mengusir para penjajah tersebut dari tanah kerajaan mereka.
Dalam konteks ini, para pendiri bangsa dan negara ini adalah orang-orang yang dipercaya untuk memfasilitasi bagaimana persatuan dan kesatuan kerajaan-kerajaan  itu dapat diikat demi tercapainya kepentingan bersama, yaitu mengusir para penjajah yang membuat kedamaian dan kenyamanan hilang dari bumi kerajaan mereka masing-masing. Oleh karena itu, para pendiri bangsa ini haruslah seorang jiwa yang bisa mengayomi kepentingan bersama dari kerajaan-kerajaan yang tersebar di nusantara itu. Para pendiri bangsa ini harus melihat permasalahan utama mengapa para raja-raja kerajaan itu ingin bersatu. Mereka tidak ingin kedamaian dan kenyamanan hidup antar kerajaan di nusantara ini diadu domba dan dihasut untuk saling menghancurkan, namun yang untung adalah para penjajah yang berkepentingan atas kekayaan dan harta berlimpah dari setiap kerajaan di nusantara ini.
Berdasarkan pemahaman mengapa para raja-raja kerajaan itu ingin bersatu di bawah naungan negara bernama Indonesia ini, maka bisa disimpulkan, bahwa masalah utama sejak kemerdekaan sampai saat ini adalah adanya keinginan dari para penjajah untuk menguasai kekayaan sumber daya alam yang ada di negeri ini. Karena adanya ancaman itulah, maka negara Indonesia ini didirikan menjadi fasilitator utama yang mengayomi kerajaan-kerajaan itu dari politik adu domba, politik saling serang antar sesama kerajaan yang sama-sama memiliki musuh sama, yaitu penjajah di balik politik adu domba tersebut. Fasilitator utama itulah yang sekarang, dalam bentuk kenegaraannya disebut sebagai pemerintahan republik Indonesia. Pemerintahan republik Indonesia dipercaya, diberi mandat, didukung dan dijadikan pondasi kebersamaan para raja-raja kerajaan untuk bersatu dalam satu komando.
Inilah yang saya maksud, sesuatu yang tidak dilihat oleh para pemimpin bangsa ini, sebuah sejarah mengapa para raja-raja kerajaan itu, yang berbeda suku dan daerahnya, yang memiliki kekayaan sumber daya alam masing-masing, mau menyerahkan kepercayaan keselamatan kerajaan mereka dari para penjajah dengan menjadi satu, bergandengan tangan membentuk sebuah republik bernama Indonesia. Dalam perjalanannya, pada faktanya, apa yang diyakini raja-raja kerajaan nusantara itu mengenai penyatuan diri dalam sebuah identitas bersama bernama Indonesia, terbukti menghasilkan suatu kemerdekaan yang diakui dunia internasional. Kemerdekaan dimana para penjajah harus angkat kaki dari negeri ini dan Indonesia memenangkan suatu pertempuran dari kehancuran masing-masing. Itu semua berkat semboyan “bhinneka tunggal ika”. Para raja-raja itu mewakili suatu kerajaan yang memiliki latar belakang adat, suku, agama, ras dan golongan yang sangat berbeda. Namun, demi tujuan bersama, demi cita-cita bersama, demi kerajaan mereka dan rakyat yang ada agar tetap hidup dan tidak hancur kerajaan masing-masing, mereka memahami, hanya jalan bersatulah mereka bisa mengalahkan para penjajah itu dari tanah pertiwi ini.     


       Sayangnya, para penjajah itu masih terus berupaya untuk menguasai kerajaan-kerajaan nusantara bernama negeri Indonesia sekarang. Patut dipertanyakan, mengapa para penjajah ‘ngotot’ tetap ingin menguasai negeri Indonesia? Ada beberapa kemungkinan yang bisa kita lihat dari sejarah. Pertama, sumber daya alam yang sangat kaya di berbagai daerah bekas kerajaan-kerajaan masa lalu itu. Kedua, ketika kerajaan-kerajaan nusantara itu sepakat bersatu memakai nama negeri Indonesia, para penjajah tidak mengira, bahwa hasil tekanan mereka telah melahirkan sebuah raksasa baru. Sebuah kekuatan baru bernama Indonesia, telah menjelma menjadi negeri baru merdeka dengan kekuatan sumber daya alam dan sumber harta kekayaan yang mampu menjadi penguasa dunia baru sekarang. Para penjajah tidak mengira, bahwa kekuatan dari menyatunya kerajaan-kerajaan nusantara itu telah menjadikan proklamator kemerdekaan Indonesia menjadi pemimpin yang paling ditakuti sedunia. Mengapa? Karena para penjajah itu tahu seberapa besar kekuatan sumber daya alam serta harta kekayaan negeri ini dapat membeli semua negara yang ada di dunia ini.
Karena kengerian dan ketakutan pada hal itu, para penjajah mau tidak mau harus tetap berupaya untuk  menguasai negeri Indonesia ini, agar Indonesia tidak menjadi negara ‘super power’ yang menguasai dunia ini. Sebab jika itu terjadi, bangsa para penjajah itu akan menjadi bangsa yang bisa dijajah oleh negeri Indonesia, apabila persatuan dan kesatuan itu tidak digoyang dan dihancurkan kembali dengan politik adu domba. Maka sejak kemerdekaan hingga saat ini, berbagai politik adu domba terus terjadi. Pertarungan antar sesama anak bangsa yang dulunya bersatu demi menjaga adu domba itu tidak terjadi lagi, kini mencuat dengan sangat tajam. Negara Indonesia sedang berada di ambang kehancuran akan kemerdekaan pada daerahnya sendiri, pada negerinya sendiri. Kita telah masuk perangkap, telah masuk jebakan yang dibuat oleh para penjajah sejak sebelum kemerdekaan ini.

       Itulah faktanya sekarang. Namun demikian, harapan dan cita-cita tetap masih ada. Mimpi-mimpi indah tentang seandainya kita bersatu kembali seperti jaman kemerdekaan dulu, masih ada. Apa yang ingin ditawarkan dari mimpi-mimpi untuk bersatu kembali seperti jaman kemerdekaan dulu? Pertama, bila kita menginginkan kekayaan dan harta berlimpah, apa yang diberikan para penjajah itu tidak seberapanya bila kita bersatu. Orang-orang Indonesia akan banyak yang masuk dalam daftar 100 orang terkaya di seluruh dunia. Dari seratus itu, mungkin prediksi saya, 90-an persen diisi oleh nama-nama orang Indonesia. Kedua, rakyat Indonesia tidak ada yang kelaparan dan berada di garis kemiskinan lagi. Semua orang yang hidup menjadi warga negara Indonesia  akan terjamin sandang, pangan dan papannya. Rakyat Indonesia tidak perlu berpikir untuk bertahan hidup seperti sekarang, melainkan hanya berpikir menikmati hidup, menikmati keindahan alam yang ada di seluruh nusantara juga dunia ini. Ketiga, darimana semua itu diberikan? Tentu saja, dari kekayaan sumber daya alam yang sekarang sedang dikeruk dan dihabisi oleh para penjajang yang memakai baju-baju anak bangsa sendiri. Kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak akan habis sampai jangka waktu yang sangat panjang. Inilah yang harus dilihat oleh para pemimpin dan rakyat Indonesia sekarang.
Mimpi-mimpi indah itu hanya bisa terwujud dan menjadi nyata, apabila semua yang merasa mencintai negara Indonesia ini, menyadari akan artinya persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa ini. Kita tidak perlu saling membunuh lagi untuk menjadi kaya, tidak perlu saling menjatuhkan hanya demi uang recehan. Kita tidak perlu mengemis dan menjadi hamba para penjajah itu lagi dan hidup dalam tekanan dosa karena pribadi yang tidak berakhlak mulia di mata Tuhan dan kehidupan. Kita bisa menikmati seluruh dunia ini dengan kekayaan yang berasal dari dalam tanah negeri ini. Keindahan hidup akan kita dapatkan, sementara negara lain di dunia ini harus bersusah payah mencari sumber daya alam untuk mempertahankan keberlangsungan negara mereka sendiri. Negeri Indonesia akan menjadi majikan, tuan atas tanahnya sendiri sekaligus negara yang paling diburu oleh siapapun untuk menjadi bagian dari rakyat Indonesia ini. Mengapa? Karena kita sudah memiliki semua yang dibutuhkan untuk hidup, semua yang dibutuhkan untuk menikmati hidup. Tinggal menyatukan pemerintahan kembali sebagai pengayom utama yang memfasilitasi persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia. Inilah kehebatan yang tidak dilihat para pemimpin negeri ini, suatu kekuatan ‘bhinneka tunggal ika’ yang ditakuti negara adidaya, seperti jaman awal kemerdekaan yang dipimpin oleh seorang pemuda bernama Ir. Soekarno.





sumber : kompasiana.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates