Senin, 04 Februari 2013

0 Efek samping bahan kimia obat jika di campur dengan jamu






Berikut kandungan berbahaya yang terdapat di jamu BKO seperti dijelaskan dr. Marius selaku ketua YPKKI sebagai berikut :

1. Jamu pegal linu

Pada jamu BKO pegal linu, yang terkandung di dalamnya ada yang memiliki kandungan seperti: 

Fenillbutazon, merupakan obat anti inflamasi yang kandungan anti radangnya lebih kuat daripada daya kerja analgetisnya.

Penggunaan obat ini sering disalahgunakan. Jika obat diminum tanpa mencantumkan kadarnya, hal buruk seperti rusaknya sel darah maupun rusaknya lambung bisa saja terjadi. Biasanya dokter meresepkan obat ini dalam bentuk krim encok bukan diminum. 

Obatnya saja harus ada kandungan dan resep jelas dokter apalagi jika jamu dicampur dengan Fenillbutazon ini, tentu akan merusak tubuh.

Dexamethasone dan CTM

Sudah sering dengan obat ini? iya, obat yang ternyata ada pada kandungan jamu ini merupakan obat anti alergi yang paling sering digunakan jika ada keluhan gatal alergi dan kadang digunakan sebagai obat tidur.

Parasetamol

Bagi Anda yang sering mengeluhkan sakit kepala juga pasti sudah tidak asing dengan nama obat ini. Namun menurut dr. marius, justru karena kandungan paracetamol ada di jamu, hal ini bisa menyebabkan rusaknya ginjal dan saluran pencernaan, yang jika dikonsumsi terus menerus bisa terkena serangan jantung

Asam mefenamat

Asam mefenamat seringkali dijumpai pada obat-obat seperti ponstan, mefinal dan lainnya yang merupakan obat penghilang nyeri. Bahaya jamu yang dicampur kandungan ini malah akan menghilangkan khasiat jamu dan akan berujung pada sakit ginjal.

Metampiron,diklofenak, piroksikam, dan siproheptadin. 

Semua obat ini biasanya ada pada kandungan obat nyeri yang memiliki efek samping berbahaya dan jika obat ini masuk dalam jamu yang seharusnya dibuat khusus untuk meredakan nyeri, maka dr. amrius hanya bisa mengatakan efek jangka pendeknya adalah ginjal dan jantung.

2. Jamu Pelangsing

Menurut dr. Marius, jamu pelangsing yang dicampur dengan obat sibutramine oleh oknum 'nakal' ini, penyakit yang bisa ditimbulkan sangat banyak seperti ritme jantung yang tidak beraturan, mulut kering, mual, sakit perut, sering mengantuk, sakit yang parah ketika menstruasi, pendarahan, sakit kulit, nyeri dada, gangguan paru, stroke, dan gangguan otak.

3. Jamu kuat

"Jangan heran jika Anda pernah mendengar atau melihat berita tentang seseorang yang menggunakan obat kuat sebelum bercinta langsung meninggal. Hal ini menunjukkan kalau obat kuat yang dia gunakan tersebut mengandung sildenafil," kata dr. Marius.

Dibandingkan dengan kandungan obat pada jamu sebelumnya, sildenafil merupakan kandungan yang paling berbahaya menurut dr. Marius.

Sildenafil tidak akan menyiksa penggunanya dengan penyakit yang dialami tapi menurut dr. Marius, jika seseorang meminum obat kuat yang mengandung sildenafil akan langsung meninggal. 


Saat ini masih banyak ditemukan jamu-jamu yang mengandung bahan baku obat sehingga bisa menimbulkan bahaya. Jika masyarakat memang ingin mengonsumsi jamu, sebaiknya perhatikan hal-hal ini.

Berdasarkan hasil survei Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) selama bulan Januari 2013 menunjukkan bahwa jamu dengan kandungan BKO (Bahan Kimia Obat) yang sempat ditarik Badan POM masih ada di pasaran. Survei tersebut dilakukan di 5 kota besar Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogya dan Surabaya.

"Himbauan untuk masyarakat hati-hati terhadap iming-iming iklan dan iming-iming promosi daripada bahan baku jamu ini," ujar dr Abidinsyah Siregar, DHSM, MKes, direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif, Komplementer, Direktorat jenderal Bina Gizi dan KIA Kemenkes, disela-sela acara pelantikan eselon I dan II Kemenkes, di Gedung kemenkes, Jakarta, 
dr Abidinsyah menyarankan untuk perhatikan betul produk jamu dan sebaiknya jamu berasal dari industri yang lazim dan sudah biasa didengar, karena jika tidak jelas, siapa yang menjamin tidak adanya percampuran jamu dengan bahan baku obat.

"Jangan yang asal-asalan, perhatikan no registrasi POM nya. Jika jamu dan obat tradisional ini sudah punya izin edar maka harus dipantau terus peredarannya di lapangan," ungkap dr Abidinsyah.

dr Abidinsyah menjelaskan untuk perizinan tetap melalui dinas kesehatan kabupaten/kota melalui balai POM daerah, namun nantinya tetap ke pusat jika menyangkut bahan-bahan obat-obatan.

Untuk itu jika masyarakat ingin mengonsumsi jamu sebaiknya jangan diperoleh dari tempat sembarangan. Perhatikanlah kemasannya dan benar-benar terdapat no reg BPOM, sehingga jika ada masalah bisa diadukan dan bahkan digugat.

"Soal kesehatan jangan ada kompromi harus benar-benar aman, bermutu dan berkualitas, harus benar-benar diawasi dan masyarakat berhati-hati menggunakan bahan baku jamu," tutur dr Abidinsyah.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates