Minggu, 18 November 2012

0 MENUTUP AURAT DAN TAMPIL CANTIK DENGAN JILBAB


Sebagian besar orang sudah meyakini bahwa jodoh di tangan Tuhan. Betapa banyak gadis yang berjlbab dan menutup aurat dalam berbusana tetapi lebih cepat mendapatkan jodoh dibandingkan mereka yang berpakaian seksi. Karena wanita yang menyukai pakaian seksi akan dijadikan permainan bagi laki-laki iseng.
Gadis-gadis berpakaian seksi dipandang sebagai gadis murahan. Sesungguhnya suami-suami yang menyukai wanita-wanita yang berpakaian ‘berani’, setengah bugil atau beneran, membuka aurat dan bermaksiat kepada Allah adalah bukan tipe suami yang baik, yang shalih dan berjiwa besar. Ia tidak punya rasa cemburu sama sekali terhadap larangan-larangan Allah dan tidak dapat memberikan pertolongan kepada isterinya kelak. Jadi jika wanita yang menyukai pakaian seksi atau melepaskan jilbab dengan tujuan mendapatkan jodoh yang baik, maka hal itu sungguh merupakan suatu kebodohan.







Jilbab di Indonesia sering diartikan sebagai penutup kepala. Tapi apakah betul seperti itu? Kata jilbab adalah bahasa Arab, berasal dari kata kerja ‘jalaba’ bermakna “menutup sesuatu dengan sesuatu yang lain sehingga tidak dapat dilihat”. Satu-satunya ayat Al-Qur’an yang secara eksplisit menggunakan istilah jilbab adalah ayat 59 surah al-Ahzab
“Hai Nabi,katakanlah kepada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu,dan istri-istri kaum mukmin:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah di kenal,karena itu mereka tidak diganggu.Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Imam Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan; Jilbab berarti kain yang lebih besar ukurannya dari khimar (kerudung), sedang yang benar menurutnya jilbab adalah kain yang menutup semua badan.
Jadi, jilbab ini bukan hanya sekedar penutup kepala tetapi menutupi aurat kita sebagai muslimah. Sudah tahu kan batasan aurat perempuan? Seluruh tubunya kecuali wajah dan telapak tangan. Hal ini dijelaskan dalam hadits.
Sabda Rasulullah  kepada Asma’ binti Abu Bakar, “Wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidh) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya.” [HR Abu Dawud]
Jika boleh saya umpakan jilbab itu seperti bungkus cokelat. Ketika misalnya kita jalan-jalan ke toko cokelat. Terdapat 2 cokelat yang berbeda. Cokelat pertama yaitu cokelat yang dengan tanpa bungkus apa pun tersimpan di atas meja. Sedangkan cokelat kedua yaitu cokelat yang dengan menggunakan bungkus cantik berpita merah. Dimana jatuh pilihan Anda? Tentu kita akan member cokelat yang kedua bukan karena menarik? Begitu juga dengan jilbab. Sesungguhnya dengan jilbab, seorang perempuan itu terlihat lebih cantik J
Sudahlah sangat jelas bahwa jilbab merupakan kewajiban bagi perempuan muslim karena itu adalah perintah Allah secara langsung. Jilbab ini tak semata-mata sebagai penutup kepala saja tetapi bermakna lebih luas, yaitu menutup aurat. Aurat kita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Sudah jelas ya? Yuk, langsung kita praktekkan ya!
Ø Lalu apa bedanya jilbab dengan khimar, niqob, dan hijab?
Asy-Syaih Athiyah Shoqor (Ulama ternama Mesir)
1.Khimar (kerudung) yaitu segala bentuk penutup kepala wanita baik itu yang panjang menutup kepala dada dan badan wanita atau yang hanya rambut dan leher saja.
2.Niqob atau burqo’ (cadar) yaitu kain penutup wajah wanita dan ini sudah ada dan dikenal dari zaman sebelum Islam datang seperti yang tertulis di surat kejadian dalam kitab Injil. Namun kata beliau “ini juga kadang disebut Khimar”.
3.Hijab (tutup) yaitu semua yang dimaksudkan untuk mengurangi dan mencegah terjadinya fitnah jinsiyah (godaan seksual) baik dengan menahan pandangan, tidak mengubah intonasi suara bicara wanita supaya terdengan lebih menarik dan menggugah, menutup aurat dan lain sebagainya, semuanya ini dinamankan hijab bagi wanita.
Ø Jadi syarat jilbab yang syar’I itu seperti apa?
1. Menutup seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan
2. Tebal dan tidak transparan
3. Tidak mengundang fitnah atau menjadi perhiasan bagi dirinya
4. Longgar tidak menggunakan wangi-wangian
5. Tidak menyerupai kaum laki-laki
6. Tidak berbusana seperti wanita non-muslim
7. Tidak mencolok
Ø Bagaimana menggunakan jilbab syar’i?
Nah, di sini saya punya tutorial jilbab syar’i dalam bentuk gambar. Yuk, kita lihat bersama :)
1353278644599235515
1. Pakai ciputmu dengan rapi. Pastikan nggak ada rambut yang terlihat ya. Oh ya, jika jilbabmu tembus pandang, gunakan dua lapis jilbab, oke ^^
2. Lipat ke bawah ujung bagian yang tajam sedikit. Usahakan agar simetris, ya
3. Hup! Kerudungkan di kepala. Atur agar sisi kiri-kanan sama panjang, supaya rapid an mudah diatur J Panjangnya harus menutupi dada, ya!
4. Pasang peniti di leher sesuai dengan kenyamananmu, jang terlalu kencang, jangan terlalu longgar ^^
5. Tarik bagian kanan, dan sematkan pin/bros cantik di pundak. Sematkan sampai menembus ke baju ya, supaya jilbab tetap di tempatnya ^^
6. Lakukan hal yang sama dengan bagian kiri. Atur di bawah lipatan bagian yang kanan tadi, ya. Sematkan peniti sampai menembus baju juga :D
7. Supaya makin rapi, sematkan peniti pada bagian bawah jilbab yang sudah ditumpuk. Pasang juga peniti di tempat lainnya yang kira-kira perlu.
8. TADAA! Alhamdulillah :D Sekarang kamu semakin cantik karena sudah berjilbab syar’i ^^
Nah, sampai di sini sudah tahu apa tentang jilbab? Let’s wear it guys! :D
“Saat memakai jilbab, aku bisa tersenyum pada orang, tanpa membuat mereka berpikir, itu godaan secara seksual,” -Heather Matthews, penggila pesta yang kini berjilbab seperti dilansir Daily Mail-

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates