Sabtu, 03 November 2012

0 KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MOTOR PENGGERAK MANAGEMEN SEKOLAH


Kepala sekolah yang ideal adalah kepala sekolah yang mempunyai kemampuan untuk menjadi seorang motivator, inovator dan administrator dan sebagai supervisor dalam segala macam bagi kegiatan manajemen sekolah, oleh karena itu kepala sekolah harus mempunyai karakter/kepribadian yang baik dan kuat , pemahaman dan pengetahuan serta ketrampilan , bukan menjadi kepala sekolah karena dia dekat dengan kekuasaan, dan mempunyai uang untuk memberikan tip-tip pada pemangku kekuasaan. Atau karena dia putra daerah,(Alias KKN). jenis keterampilan profesional yang harus dimiliki oleh kepala sekolah adalah keterampilan teknis, keterampilan hubungan manusiawi dan keterampilan konseptual (Pidarta (1988)



Motivator Pendidikan
Motivasi adalah keinginan yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu (Mulyasa : 2003). Kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk memotivasi seluruh sumber daya manusia yang ada di sekolah dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Motivasi merupakan faktor yang dominan yang menentukan keefektifan kerja.

Inovator Pendidikan
Kepala sekolah yang memiliki keterampilan konseptual senantiasa menemukan cara atau trik yang dapat digunakan untuk memajukan sekolah. Dengan demikian, kepala sekolah dapat merencanakan, merumuskan ide-ide cemerlang sehingga sekolah dalam perkembangannya senantiasa menemukan inovasi-inovasi baru yang tidak saja bermanfaat bagi perkembangan sekolahnya, tetapi dapat ditiru oleh sekolah-sekolah lain.

Administrator Pendidikan
Kepala sekolah sebagai administrator pendidikan harus mampu melakukan pengelolaan : (a) pengajaran, (b) kepegawaian, (c) kesiswaan, (d) sarana dan prasarana, (e) keuangan, (f) hubungan masyarakat dan (g) layanan

Supervisor Pendidikan
Kepala sekolah sebagai supervisor dalam melaksanakan tugasnya harus memiliki pengetahuan dan keterampilan mengadakan hubungan antar individu dan keterampilan teknis. Di samping pengalaman, supervisor juga harus memiliki jenjang pendidikan formal yang memadai.
Dalam kaitannya dengan MBS, supervisi lebih menekankan kepada pembinaan dan peningkatan kinerja tenaga kependidikan di sekolah dalam melaksanakan tugas (Mulyasa : 2003). MBS memberikan peluang kepada kepala sekolah, guru dan peserta didik untuk melakukan inovasi dan improvisasi berkaitan dengan masalah kurikulum, pembelajaran, manajerial dan sebagainya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates