Sabtu, 17 November 2012

0 8 Masalah Kesehatan Yang Mengincar Perokok Berat



 Orang sulit berhenti merokok padahal mereka menyadari bahanya. Tubuh seseorang yang terus-terusan dicekoki rokok akan mengakibatkan sejumlah organ tubuh menjadi rusak.

"Pajanan asap rokok terus menerus, suatu saat akan merusak organ tubuh," kata Anggota Pengurus Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dr Agus Dwi Susanto, di Jakarta.

Dampak rokok ini, lanjut Agus, tidak hanya dirasakan si perokok, orang sekitar dan lingkungannya juga ikut menanggungnya.

Berikut sejumlah masalah kesehatan yang mengincar perokok

1. Kanker
Kanker mulut, laring, oro dan hipofaring, esofagus, lambung, pankreas, hati, usus besar, ginjal, kandung kemih, testis, serviks dan leukemia 

Agus menjelaskan, senyawa karsinogen menginduksi terjadinya kanker. "Konstituen aktif rokok atau hasil metabolitnya berperan pada kanker organ yang letaknya jauh dari asap rokok".

2. Sistem kardiovaskular dan serebrovaskular

Nikotin menjadi penyebab utama penyakit aterosklerosis (plak pada arteri). Rokok meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sebesar 2 - 4 kali lebih besar pada kelompok perokok dibandingkan bukan

3. Gastrointestinal (saluran cerna)
Rokok bisa menghambat sekresi bikarbonat pankreas, menurunkan tekanan esofageal dan sfingter pirolus, menghambat kerja obat pada sistem cerna, meningkatkan risiko ulkus peptikum, dan dapat memperberat keadaan penderita.

4. Reproduksi laki-laki (Disfungsi Ereksi)


Komponen radikal asap rokok bisa menghambat sintesis NO, sehingga tidak terjadi pelebaran pembuluh darah. Aliran darah terhalang sumbatan plak akibat nikotin.

4. Reproduksi perempuan dan kehamilan


Merokok bisa membuat janin tidak tumbuh maksimal, juga meningkatkan risiko keguguran, bahkan cacar saat kelahiran.

5. Kulit


Rokok bisa membuat kulit menjadi kusam, tangan menjadi kuning, bau badan, kulit kering dan berkerut. Selain itu bisa menimbulkan kanker pada kulit (melanoma, karsinoma sel basal).

6. Masalah kesehatan paru

Seperti PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) yang gejalanya timbul seperti tidak bisa beraktivitas jauh. Setiap bergerak sesak. Selain itu, rokok juga menjadi penyebab utama kanker paru.

"Laki-laki perokok berisiko 23 kali lebih besar menderita kanker paru bukan perokok. Perempuan perokok berisiko 13 kali lebih besar menderita kanker paru dibandingkan bukan perokok".

Merokok dengan kadar tar rendah tidak mengurangi risiko kanker paru

7. Infeksi saluran napas & Tuberkulosis (TBC) paru

Merokok meningkatkan risiko infeksi paru termasuk TB. Mengganggu sistem bersihan saluran napas, penempelan mikroorganisme akan lebih mudah, dan sistem imunitas sel terganggu.

8. Asma
Risiko terjadinya asma pada perokok 1,33 kali lebih besar. Ibu hamil perokok akan meningkatkan kecenderungan anak menderita asma.

Dengan risiko di atas, Agus mengajak kepada perokok untuk segera berhenti. "Berhenti pada usia berapa pun, risikonya berkurang. Kecuali kalau sudah sakit. Sebelum sakit, berhentilah agar risikonya turun," jelasnya.(MEL).liputan6.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates