Rabu, 24 Oktober 2012

0 Wasit dengan rekor Beri 36 Kartu Merah di Sebuah Laga di Paraguay


Wasit di Paraguay ini mungkin memecahkan rekor dunia setelah memberikan 36 kartu merah sekaligus di satu pertandingan, bagi pemain dua tim. Sang wasit memang dibuat kerepotan memimpin laga liga junior di Paraguay itu. Terutama, setelah pemain kedua tim yang berlaga terlibat tawuran massal.

Keributan yang melibatkan hampir semua anggota tim itu terjadi menjelang akhir pertandingan. Awalnya adalah ketika wasit Nestor Guillen mengusir keluar lapangan dua pemain, masing-masing dari tim tuan rumah Teniente Farina dan tim lawan, Libertad.

Alih-alih segera menyingkir, kedua pemain itu membangkang. Mereka menolak keluar lapangan. Bahkan, tanpa menggubris wasit, mereka meneruskan adu-jotos di lapangan.

Langsung saja kejadian yang berlangsung di stadion Teniente Farina, Paraguay itu memprovokasi anggota tim lain dari kedua kubu. Situasi menjadi tak terkendali. Para pemain dari kedua tim, baik yang berada di lapangan maupun duduk di bangku cadangan, ikut menyerbu. Terjadilah tawuran massal.

"Sebenarnya, para pemain cadangan masuk ke lapangan untuk mencegah terjadinya perkelahian," kata Hernan Martinez, Presiden Teniente Farina, seperti dilansir The Sun, 

Entah apa yang dimaksud dengan "mencegah perkelahian" oleh Martinez itu, yang jelas-jelas terjadi justru sebaliknya. Mereka saling baku hantam dengan ganas. Akibatnya, ofisial pertandingan memilih untuk meninggalkan lapangan karena takut jadi sasaran amuk mereka.

“Wasit langsung meninggalkan lapangan. Saat terjadi perkelahian massal, mereka langsung berlari masuk ke lorong menuju kamar ganti," Martinez melanjutkan.

“Mereka tak bisa melihat apa yang terjadi sesungguhnya. Tapi, sebagai bagian pertanggungjawaban dalam laporan pertandingan, mereka memutuskan untuk mengusir 36 pemain."

Protes pun dilayangkan tim tamu. Menurut Presiden Libertad, Sixto Nunez, ofisial pertandingan lah yang menyulut kerusuhan itu karena tak tegas memimpin pertandingan.

“Wasit perlu lebih tegas memberi peringatan dan hukuman kepada anak-anak itu. Dia seharusnya memastikan dua pemain pertama yang diusir meninggalkan lapangan," ujar Nunez. “Padahal, jika kedua pemain itu bisa meninggalkan lapangan, saya yakin perkelahian massal itu takkan terjadi.”
Kedua tim kini menunggu keputusan komisi disiplin. Pasalnya, kedua tim ini sama-sama terancam kehilangan semua pemain yang mereka punyai pada laga berikutnya. (sj)



0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates