Jumat, 12 Oktober 2012

0 KORUPSI ADALAH KEJAHATAN KEMANUSIAAN


  


 Ini bukan berita basi meski sudah dimuat koran beberapa bulan yang lalu, karena merupakan ulangan selama setidaknya empat dekade dan masih akan terulang tahun-tahun mendatang di sepanjang rezim anti-rakyat. Dalam bulan Mei 2012 koran memuat hasil pemeriksaan BPK tentang Anggaran Perjalanan Dinas, terjadi pemborosan sebesar 40 persen (berita yang sama dalam bulan September untuk perkiraan anggaran 2013 sebesar Rp 21 triliun). 

Hal itu terjadi di semua kementerian pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah dari total anggaran sebesar Rp 18 triliun. Inti dan ujung pemborosan tak lain ialah korupsi, hanya dari perjalanan dinas saja sudah sebesar Rp 7,2 triliun per tahun! Angka bukan alang kepalang. Tak lain korupsi merupakan kajahatan besar terhadap kemanusiaan yang mengorbankan berjuta rakyat kecil negeri kaya yang rakyatnya miskin ini. Sudah bukan rahasia setiap akhir tahun para pemegang anggaran memboroskan sisa anggaran untuk pesta pora, termasuk jalan-jalan keluar negeri bersama anak cucu, lengkap dengan kwitansi fiktifnya dengan ongkos di pundak rakyat yang kian bongkok.

Jika APBN 2013 pemerintah pusat nanti sebesar Rp 1.500 triliun, korupsi tetap di kisaran 30 persen (bisa jadi 40 persen atau lebih, hs) sebagai pernah di selidik oleh gembong ekonom Orba Prof Dr Sumitro, maka itu meliputi angka Rp 450-600 triliun. Ini belum anggaran banyak pemerintah daerah yang tak kalah korupnya. 

Dalam beberapa tahun cukup untuk memberikan pekerjaan pada jutaan penganggur, memajukan pertanian/perikanan dan mengangkat harkat hidup kaum tani/nelayan dan buruh, buruh migran tanpa keahlian memadai bisa aman bekerja di negeri sendiri tanpa terancam penyiksaan, perkosaan dan pembunuhan bagai budak belian, membuat jaringan kereta api dan angkutan laut dan perairan lain nyaman ketika rakyat kecil mudik selama Lebaran, membuat sekolah-sekolah reyot menjadi gedung nyaman untuk belajar lengkap dengan perpustakaan dan laboratoriumnya, museum, gedung kebudayaan dan olahraga semarak dan bergairah. Seperti sering dibilang para pejabat, selalu masalahnya kurang dana. Republik Indonesia punya cukup dana, masalahnya sebagian besar ada di tangan kaum koruptor.

Betapa jahatnya korupsi terhadap kemanusiaan, masa bodoh dengan lebih dari 900 nyawa sia-sia ketika pergi/pulang mudik 2012. Kalau menurut bahasa agama para koruptor akan menghuni kerak neraka jahanam paling bawah. Tetapi urusan kita di dunia yang kita omongkan ini bukan sorga dan neraka, urusan kita kehidupan nyata di antaranya lebih dari 100 juta rakyat miskin Indonesia. Apa kalian akan diam saja? Kata penyair aktivis Wiji Thukul, "Hanya ada satu kata: Lawan!" meski sang penyair tak sempat tumbuh membesar kerna ditebas pedang pengecut bernama intel rezim
.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates