Rabu, 10 Oktober 2012

0 Akibat Sistim Kapitalisme Pasar Tradisional tergusur Minimarket



Dahulu sekitar 20 tahun yang lalu keberadaan Minimarket jarang kita temui. Jangankan di Desa, di wilayah Perkotaan saja keberadaanya hanya banyak kita jumpai di tempat padat penduduk. Dengan minimnya Minimarket pada saat itu, Pasar Tradisional dan Toko Kelontong yang ada di setiap desa-desa ini tentunya menjadi pilihan warga masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Namun kondisi tersebut sangat berbeda dengan kondisi saat ini. Keberadaan Minimarket tidak hanya ada di setiap dota-kota, di desa bahkan di desa terpencil sekalipun dengan mudah dapat kita jumpai Minimarket milik perseorangan ataupun milik waralaba. Dengan segala produk dagangannya dengan pilihan merk dan harga mulai dari produk dalam negeri ataupun produk import.
Saat ini sebagian masyarakat lebih memilih berbelanja di Minimarket daripada berbelanja di Pasar Tradisonal ataupun di Toko Kelontong yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Menurut mereka berbelanja di minimarket itu jauh lebih nyaman karena barang-barang yang mereka butuhkan lebih banyak pilihan merk dan harga sehingga dapat di sesuaikan dengan kebutuhannya dan kantong masing-masing pembeli. Selain itu minimarket-minimarket sendiri menawarkan beberapa fasilitas yang menyenangkan pembeli. Seperti tempatnya yang bersih, pelayannya yang muda dan ramah, memakai pendingin ruangan dan jika ada complain atau keluhan dapat di tangani langsung oleh karyawan Minimarket. Hal tersebut membuat para pembeli sangat puas, selain mereka dapat membawa pulang barang belanjaan, mereka juga mendapat senyuman dan pelayanan yang baik dari para pelayan Minimarket.
Kondisi tersebut sangat berbeda halnya dengan Pasar Tradisional, pada umumnya pasar-pasar tradisional itu kurang terjaga kebersihannya banyak sampah yang di buang sembarangan, tak jarang ada pengamen dan pengemis yang berkeliaran di pasar sehingga membuat pembeli merasa terganggu dan buruknya pelayanan dari pedagang yang sering diterima pembeli. Mungkin karena rata-rata pendidikan para pedagang pasar yang rendah, sehingga mereka kurang memahami pentingnya memberikan pelayanan yang terbaik untuk para pembeli. Dalam berdagang kepuasan pembeli harus di utamakan, supaya mereka tidak kapok dan akan datang kembali.
Jika di pikir-pikir, berbelanja di Pasar Tradional itu lebih hemat jika di bandingkan dengan belanja di Minimarket. Harga di Pasar lebih rendah, jika kita membeli di Minimarket selain kita membayar barang yang kita beli, kita juga di kenakan pajak sehingga hargaya sedikit lebih mahal. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, Pasar tradisional memiliki keunggulan pada produk-produk hasil bumi yang sebagian besar produknya masih segar-segar. Hal ini Minimarket sangat kewalahan untuk menandinginya.
Dengan kita berbelanja di Pasar Tradisional selain kita mendapat harga yang lebih miring, kita juga turut serta dalam pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan yang pro terhadap rakyat kecil. Karena Pasar Tradisional itu sendiri terdiri dari pedagang kecil dan pedagang menengah. Untuk membuat Pasar Tradisonal kembali bersinar, Pemerintah tidak boleh diam saja. Pemerintah harus segera mengambil tindakan yang tegas, dan membuat kebijakan yang lebih mementingkan kepentingan rakyat kecil. Dan harus melakukan pengontrolan secara rutin guna memperbaiki sistem kinerjanya dan supaya tidak ada pihak-pihak yang merasa di rugikan.
Langkah yang harus di lakukan oleh Pemerintah adalah merombak kondisi Pasar Tradisional saat ini supaya tidak kalah bersaing dengan Minimarket. Pemerintah seharusnya memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di Pasar, seperti parkiran umum dan toilet umum yang memadai. Merapikan stand-stand penjualan, dan membuat Pasar Tradisonal menjadi bersih bebas dari sampah-sampah yang berserakan dimana-mana. Dengan lokasi yang bersih, rapi dan tertata ini akan mengembalikan minat masyarakat untuk berbelanja di Pasar Tradisional kembali.
Pemerintah hendaknya melakukan penyuluhan-penyuluhan terhadap para pedagang secara berkala. Pedagang di Pasar Tradisional harus di beri pengetahuan Bagaimana berdagang dengan baik dan benar. Seperti menjaga kebersihan lingkungan mereka berjualan, memberikan pelayanan kepada pembeli dengan sebaik-baiknya, dan menjaga kepercayaan pelanggan dengan menjaga kualitas produk dagangannya dan menanamkan sikap kejujuran dalam melakukan timbangan. Selain itu faktor keamanan harus lebih ditingkatkan supaya pembeli merasa aman dan tidak perlu was-was ketika berbelanja barang kebutuhan.
Peran dari warga masyarakat itu sendiri juga sangat dibutuhkan. Dengan kita berbelanja di Pasar Tradisiona setidaknya kita dapat membantu Pemerintah dalam terwujudnya upaya Pembangunan Ekonomi Berbasis Kerakyatan yang pro terhadap rakyat kecil ini.





0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates