Minggu, 02 September 2012

Masa Tenang, KPU Larang Publikasi Hasil Survei


CONTOH SURAT SUARA: Anggota KPU DKI yang membidangi sosialisasi Sumarno, menunjukkan contoh surat suara yang akan dipakai pada Pilgub DKI putaran kedua 20 September mendatang.
CONTOH SURAT SUARA: Anggota KPU DKI yang membidangi sosialisasi Sumarno, menunjukkan contoh surat suara yang akan dipakai pada Pilgub DKI putaran kedua 20 September mendatang.




KPU DKI Jakarta mengimbau lembaga survei tidak merilis hasil surveinya pada masa tenang. Yakni pada tanggal 17 sampai dengan 19 September mendatang. ”Pengumuman hasil survei di masa tenang tidak boleh dilakukan. Sebab bisa mempengaruhi pemilih dan elektabilitas calon,” ujar anggota KPU DKI yang membidangi sosialisasi Sumarno, Jumat kemarin (31/8).
”Selain itu kami juga ingin menjaga suasana kondusif dimasa tenang. Tidak terjadi pro kontra akibat adanya pengumuman itu,” imbuhnya. Lebih lanjut Sumarno mengatakan, lembaga survei yang ingin mempublikasikan surveinya bisa dilakukan sebelum masa tenang. Jika tetap ada yang nekat, pihaknya menyerahkan penilaian atau motif lembaga survei itu.
”Sanksi memang tidak ada. Namun warga Jakarta itu kan cerdas. Mereka tentu akan bertanya-tanya maksud dan tujuan pengumuman survei saat masa tenang,” jelas Sumarno. Dia menambahkan, lembaga survei juga dilarang mengumumkan penghitungan cepat saat penghitungan suara. Yakni pada 20 September, sejak pukul 07.00 hingga 13.00.
”Jika pemungutan suara telah selesai, baru boleh dilakukan. Yang tidak boleh, saat pemungutan masih berlangsung,” tegas Sumarno. Disinggung kesiapan menggelar pesta demokrasi di putaran kedua? Sumarno mengaku KPU DKI telah siap. Sejumlah logistik telah dan sedang proses penyelesaian. ”Persiapan sudah dilakukan. Kotak suara, sebagian sudah didistribusikan.
Surat undangan memilih juga akan dibagikan,” jelasnya. Demikian pula halnya dengan surat suara. Saat ini percetakan sedang berjalan. Adapun contoh surat suara, sudah bisa diketahui. Jumat kemarin (31/8), Sumarno menunjukkan contoh surat suara yang dicetak kepada publik. ”Perbedaannya dibanding putaran pertama, surat suara lebih kecil.
Calonnya hanya dua pasang. Yakni Fauzi Bowo-Nachrowi dan Jokowi-Basuki,” terangnya. ”Yang sama, surat suara ada pengaman hologram dan tanda lainnya untuk menghindari pemalsuan,” imbuhnya. Sumarno menambahkan, pekan depan suasana Pilkada di Ibu Kota dipastikan akan terasa. Pasalnya, Jakarta akan ditaburi baliho besar di titik-titik strategis.
”Baliho bergambar pasangan calon yang berlaga, isinya profil dan visi misi,” jelas Sumarno. Selain itu kata dia, spanduk yang mengingatkan warga agar memilih. Yakni pada 20 September 2012. ”Nanti ada spanduk mengingatkan warga untuk memilih. Kami pasang di titik-titik Ibu Kota,” ujar Sumarno. ”Kami juga akan membagikan satu setengah juta selebaran tentang profil pasangan calon ke rumah-rumah warga,” pungkasnya. (dai)

0 komentar:

Posting Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates