Kamis, 30 Agustus 2012

Konsumsi Kedelai Baik untuk Diabetes



Konsumsi kedelai [google] Konsumsi kedelai [google]

















[JAKARTA]  Kedelai tidak hanya lezat dalam bentuk olahan makanan maupun minuman. Ternyata mengkonsumsi kedelai secara teratur  memiliki dampak signifikan dalam membantu menjaga kualitas kesehatan penyandang diabetes dan mengurangi resiko terkena penyakit tersebut.  

Ahli nutrisi dari Soy Nutrient Institute Japan Prof Shaw Watanabe, mengatakan, protein dan serat yang larut dalam kedelai, mengatur kadar glukosa darah dan filtrasi ginjal. Karena itu kedelai boleh dikonsumsi untuk penyandang diabetes yang memiliki komplikasi penyakit ginjal. Selain itu, kedelai mengandung senyawa isoflavon yang berfungsi memperbaiki sel dan mencegah kerusakan sel.

 “Penanganan yang tepat untuk penyandang diabetes adalah melalui menjaga pola makan, menurunkan dan menjaga berat badan serta aktivitas fisik secara teratur, obat hanya membantu menurunkan sementara kadar gula darah,” ungkap Watanabe dalam konferensi kesehatan bertemakan The Rule of Protein and Carbohydrate ini Diabetic Management, yang digelar Soyjoy bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia ( Perkeni) di Jakarta, belum lama ini.  

Pakar kesehatan dari Jepang ini dalam kesempatan tersebut mengungkap fakta-fakta terbaru seputar kedelai yang bermanfaat menjaga kestabilan gula darah serta pengaruhnya terhadap penyakit degeneratif lainnya.  Hadir pula Suharko Soebardi, ahli endrokrinologi Indonesia yang menyampaikan informasi terkini mengenai penanganan dan pengendalian penyakit diabetes melalui terapi nutrisi yang tepat, serta kondisi penyakit diabetes di Indonesia.  

Watanabe menjelaskan beberapa penelitian menunjukkan bahwa protein dan isoflavon yang terkandung  dalam kedelai juga dapat mengurangi resiko kanker payudara pada wanita hingga 20%. Bahkan resiko yang diturunkan ini lebih tinggi lagi pada wanita menopause. Sedangkan pada laki-laki, kandungan protein dan isoflavon pada kedelai dapat membantu mengurangi resiko terkena kanker prostat hingga 20%.

Dalam kesempatan yang sama, Suharko Soabardi, ahli endrokrinologi Indonesia, mengatakan,  kelebihan berat badan dan konsumi makanan yang kurang baik mengakibatkan jumlah penyandang diabetes melitus tipe 2 di Indonesia berkembang dalam jumlah yang mengkhawatirkan.  

Beberapa sumber menyebutkan total penderita diabetes mellitus di Indonesia berdasarkan data WHO saat ini sekitar 8 juta jiwa, dan diperkirakan jumlahnya melebihi 21 juta jiwa pada tahun 2025 mendatang. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara peringkat keempat penderita diabetes terbesar setelah china, India, dan Amerika. Sementara itu jumlah penderita diabetes di dunia, mencapai 200 juta jiwa. Diprediksi angka tersebut terus bertambah menjadi 350 juta jiwa pada tahun 2020.    

Semakin bertambahnya jumlah penderita diabetes di Indonesia menurut Suharko sebagai salah satu masalah besar yang harus ditanggung negara, karena juga menyangkut masalah ekonomi.

Banyaknya penderita diabetes yang kehilangan produktifitas dan pendapatan, belum lagi biaya pengobatan yang membengkak, serta penyakit komplikasi yang harus segera ditangani dan membutuhkan biaya besar.   Hal ini menyebabkan peningkatkan resiko klinis dan ekonomis yang bermakna. Karena itu,, kata dia, penting untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat luas bagaimana mengatur dan menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat.    

Bagi penyandang diabetes, seperti yang disarankan oleh American Diabetes Association (ADA) perlu terus menjaga normalisasi gula darah, pengaturan optimasi kadar lipoprotein,  menjaga berat badan tetap normal dan menjaga resiko akibat penyakit diabetes.

Menurutnya, serat merupakan komponen penting pada nutrisi penyandang diabetes mellitus. Sebab efek serat di saluran cerna antara lain adalah memperlambat waktu pengosongan lambung, meningkatkan waktu transit dengan memperlambat pergerakan diusus halus dan menurunkan absorpsi zat gizi. Serat terdapat pada kacang-kacangan seperti kedelai, buah, dan sayur. Anjuran konsumsi serat dalam sehari  adalah 25 gram.  

Sama seperti orang sehat, penyandang diabetes sebaiknya makan 3 kali dalam sehari dan makanan tersebut harus mengandung karbohidrat, terutama yang berserat tinggi untuk mendistribusikan asupan karbohidrat dalam sehari. Diantara makan pokok,  dapat diberikan selingan buah atau makanan yang lain, sepanjang tak melebihi kebutuhan kalori sehari.   Konsumsi gula dalam bumbu masih diperbolehkan, sehingga penyandang diabetes dapat mengkonsumsi makanan yang persis sama dengan anggota keluarga/orang lain bukan penyandang diabetes.  

Dengan kandungan isoflavon yang dimilikinya, maka menkonsumsi kedelai sangat baik untuk menjaga kesehatan dan menghindari resiko terkena penyakit degeneratif seperti diabetes melitus dan jantung. Uniknya, sebenarnya tidak hanya kandungan isoflavon dalam kedelai yang memberikan fungsi ini, namun berbagai zat micronutrient dalam kedelai bersama-sama memberikan efek kesehatan yang sangat baik. Kedelai bisa dapat dinikmati dalam beragam olahan makanan utama, cemilan dan minuman. [D-13]    

1 komentar:

  1. The research was done with children using the BBC’s Adventure Rock virtual world, aimed at those aged 6-12. It surveyed and interviewed children who were the first to test the game.
    Bandar Togel indonesia

    BalasHapus

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates