Jokowi Minta Semua Warga Jakarta Menjadi Saksi
Ditengah suasana yang cenderung kisruh oleh ulah para politisi yang berkepentingan atas pencalonan Gubernur DKI Jakarta tersebut, pasangan calon Jokowi-Basuki terlihat lebih tenang dalam menuju tahapan pemilukada putaran kedua sekitar tiga minggu lagi, terlebih pada suasana hari Raya Idul Fitri ini .
Masih dalam suasana lebaran, Jokowi-Basuki mengadakan halal bihalal dan memperkuat tali silaturahmi dengan tim kampanye, simpatisan dan relawannya di posko Jalan Borobudur , Menteng, Jakarta, Sabtu (25/08/2012) yang juga dihadiri oleh beberapa budayawan seperti Setiawan Djodi, Ridwan Saidi, Camelia Malik dan lain-lain.
Warga Jakarta yang tumpah ruah menghadiri acara halal bihalal bersama Jokowi-Basuki ini diluar perkiraan panitia, jumlahnya diperkirakan tidak kurang dari 10.000 orang, sehingga keberadaan warga yang hadir karena diundang atau datang sendiri-sendiri itu memadati seputaran Jalan Borobudur dan sekitarnya.
Pada kesempatan itu, Jokowi meminta kepada tim sukses atau tim kampanye beserta relawan agar bekerja dengan tenang, tertib serta santun dan jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak yang bermaksud memancing di air keruh. Ia juga meminta agar tim bekerja sesuai dengan aturan yang beraku dan jangan sampai melakukan pelanggaran hukum.
Terkait dengan banyaknya partai-partai politik besar yang berkoalisi mengeroyok dirinya, Jokowi meminta agar tim bekerja dengan lebih hati-hati. Namun begitu ia juga meminta kepada semua yang terlibat dalam pemenangan Jokowi-Basuki untuk tidak usah terlalu takut karena kita (tim) berkoalisi dengan rakyat Jakarta.
"Masyarakat DKI Jakarta ingin adanya perubahan ke arah yang lebih baik, sebagai warga yang baik, warga jangan sampai termakan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu saya minta semua warga untuk menjadi saksi di TPS masing-masing,"ucap Jokowi.
Gencarnya propaganda para politisi partai
politik atas dukungannya terhadap calon gubernur DKI Jakarta untuk
periode 2012-2017 mendatang, tak pelak menambah kisruh suasanana
kebatinan warga calon pemilih. Pasalnya, pesan yang dilontarkan oleh
para politisi tersebut tidak terbersit adanya pencerahan atau
pencerdasan bagi calon pemilih tapi lebih mengandung provokasi atau
kecenderungan mengadu domba semata bahkan saling melempar fitnah.
0 komentar:
Posting Komentar