Gerindra Galang Koalisi Naga
JAKARTA – Perayaan Imlek 2563 dengan
simbol Tahun Naga Air telah menginspirasi Partai Gerindra. Partai
besutan Prabowo Subianto itu mendapat ide untuk menggagas format koalisi
’’naga’’ atau koalisi nasionalis-agama sebagai poros alternatif dalam
menghadapi Pilpres 2014. ’’Mengapa nasionalis dan agama? Kami memandang
agama harus menjadi inspirasi bagi kekuatan politik kita, sehingga ada
nilai transendentalnya. Karena bertepatan dengan Imlek pada Tahun Naga,
sebut saja koalisi naga,’’ kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di
Jakarta kemarin (23/1).
Dia menuturkan, membesarkan suara partai
merupakan prioritas agenda Gerindra dalam pemilu mendatang. Meski
begitu, mereka yakin, membangun koalisi merupakan suatu keniscayaan,
berapa pun hasil perolehan suara mereka nanti. Sebab, kekuatan-kekuatan
politik di Indonesia masih tersebar di banyak partai. ’’Tidak semua
aspirasi bisa diserap melalui Gerindra,’’ ujarnya.
Gejala tersebut, diakui Muzani,
terdeteksi dalam sejumlah polling terakhir. Meski nama Prabowo cukup
tinggi, tingkat elektabilitas Partai Gerindra tidak sampai setinggi
Prabowo. ’’Melihat Indonesia yang pluralis dengan mayoritas agamais,
partai Islam perlu digandeng. Yang terang, ya PKS dan PPP,’’ ujar
Muzani. Menurut dia, selama ini Gerindra membangun komunikasi politik
yang baik de ngan PKS dan PPP.
’’Kemungkinan menjadi koalisi sangat
besar,’’ tegas anggota Komisi I DPR itu. Bagaimana dengan PAN dan PKB?
’’Mereka memang agamis, tapi juga ada nuansa nasionalis,’’ jawabnya.
Selain partai itu, terutama PAN, diprediksi masih akan berkoalisi dengan
Partai Demokrat pada Pilpres 2014. Apalagi setelah ’’pernikahan
politik’’ antara putra bungsu Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono,
dengan Siti Ruby Aliya Rajasa, putri Menko Perekonomian yang juga Ketua
Umum PAN Hatta Rajasa. ’’Mereka koalisinya sudah luar dalam, mulai warna
dan pemerintah.
Semacam koalisi biru,’’ ungkapnya.
Apakah koalisi naga tersebut sekaligus dilakukan untuk ’’menekan’’ PDIP
yang tetap ingin mengajukan capres dari internal? ’’Komunikasi dengan
PDIP jalan terus, baik-baik saja. Dalam banyak pilkada, sikap Gerindra
menyesuaikan dengan posisi PDIP,’’ jelasnya. Muzani menegaskan, Partai
Gerindra memiliki hubungan emosional dengan PDIP.
’’PDIP itu saudara tua,’’ katanya.
Munculnya ajakan Partai Gerindra untuk membangun koalisi pada 2014 di
sambut positif PKS. Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim menyatakan, PKS
dan Gerindra memiliki banyak kesamaan. Dia mencontohkan pembahasan RUU
Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum di DPR beberapa
waktu lalu. Ketika itu, PKS dan Gerindra sejalan untuk melindungi tanah
milik rakyat. ’’Hak rakyat atas tanah tidak boleh dicabut. Kami satu
pandangan saat itu,’’ ujarnya.
PKS, lanjut dia, juga melihat sosok
Prabowo sebagai capres yang memiliki potensi dalam Pilpres 2014. ’’Kalau
melihat hasil survei saat ini, Pak Prabowo sangat berpeluang,’’
ujarnya. Menurut Hakim, salah satu pertimbangan PKS untuk memilih capres
adalah berdasar dukungan publik. Hal itu juga menjadi pertimbangan PKS
saat mendukung SBY dalam pilpres 2004 dan 2009. ’’Kalau memang dukungan
publik (untuk Prabowo) tinggi, kenapa tidak?’’ tegasnya.
Di tempat terpisah, Ketua DPP PPP
Muhamad Arwani Th omafi mengungkapkan, partainya sampai kini belum
membahas secara resmi masalah pencapresan beserta format koalisi. PPP
baru mulai membahasnya secara resmi dalam Mukernas I PPP di Pondok
Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, 21–23 Februari mendatang. ’’Itu
pun baru tahap awal untuk menghimpun beberapa nama dan masukan dari
daerah,’’ kata anggota Komisi V DPR itu. Sejak Oktober lalu, PPP memang
melakukan survei internal.
Sejauh ini, nama Megawati yang diikuti
Prabowo masih mendominasi. ’’Kami akan melihat lagi sampai Februari,
mungkin ada pergeseran,’’ ungkap Arwani. Menanggapi ajakan Gerindra
untuk membangun koalisi naga, dia mengakui, pasca-SBY, memang diperlukan
beberapa alternatif model koalisi. ’’PPP menyadari, untuk menang,
sebaiknya tradisi melakukan koalisi ini tetap dilakukan semua parpol,’’
katanya.(pri/bay/c5/agm)
0 komentar:
Posting Komentar