Jumat, 17 Mei 2013

0 Pentingkah kita berpolitik ?

 
  Dalam arti dasar politik adalah ilmu yang berkaitan dengan kehidupan bernegara. Secara konsep ilmu politik dijelaskan berbeda-beda menurut masing-masing konsepnya. yang pertama konsep klasik, pandangan klasik pandangan klasik melihat politik sebagai suatu asosiasi warga negara yang berfungsi membicarakan dan menyelengarakan  hal ihwal yang menyangkut  kebaikan bersama seluruh anggota masyarakat. jadi, politik sebagai tempat membicarakan hal2 yang berkaitan dengan permasalahan negara agar bisa diselesaikan untuk tercapainya kebaikan/kemakmuran/kesejahteraan bersama. tempat2 untuk membicarakan itu di lembaga MPR,DPR,DPRD dan DPD. Yang kedua konsep kelembagaan, pandangan ini melihat politik sebagai hal yang berkaitan dengan negara. Dalam hal ini negara sebagai komunitas manusia yang secara sukses memonopoli penggunaan paksaan fisik yang sah dalam wilayah tertentu. seperti contoh lembaga yang berwenang kepolisian,TNI  dalam mengatur dan menertibkan perilaku dan aturan yang ada dalam masyarakat agar tercipta kedamaian dan rasa tenang dalam masyarakat. dan masih banyak lagi konsep2 yang menjelaskan apa arti politik itu.
jadi, politik itu sangatlah penting bagi kehidupan kita. karena politik menghubungan pemerintah dengan masyarakat yang akan menghasilkan public good (kebaikan bersama). kalau kita peduli akan politik di Indonesia kita akan bisa mengamati, mengontrol dan mengkritik atau bahkan memberi tindakan akan  jalannya politik di Indonesia ini. kalau kita acuh terhadap politik atau minim pengetahuan tentang fungsi dan tata cara berpolitik kita akan mudah di perdaya dengan kekuasaan yang dimilikinya. apa yang menjadi hak kita diambil oleh para penguasa politik kita(korupsi). bukan salah politiknya tetapi salah pelaku politiknya dan lemahnya kontrol dari masyarakat karena minimnya pengetahuan politik kita.



      Bicara politik, maka imajinasi pikiran kita akan lari ke banyak hal yang bersifat negatif. Mulai dari aksi tipu menipu, orasi omong kosong, janji manis yang tak ditepati, intrik kotor, perilaku busuk. Ya begitulah adanya. Politik sudah seperti aib yang cenderung akan kita hindari karena terlalu banyak efek negatifnya daripada sisi positifnya. Luar biasa sulit untuk bisa mengesampingkan pola pikir negatif apalagi berpikir positif tentang politik.
Menjelang pemilu 2014, proses demokrasi berikutnya yang dijalani negeri ini enam belas tahun paska reformasi. Aktivitas politik menguasai seluruh ruang publik. Baik parpol ataupun para kadernya yang akan menjadi anggota legislatif sibuk mempersiapkan barisan pendukungnya. Gesekan-gesekan mulai terjadi. Saling serang antar parpol, black campaign sampai saling membongkar kesalahan satu sama lain untuk bisa mencuri perhatian publik. Haruskan kita berpolitik?
       Dalam setiap proses demokrasi kita diberikan kesempatan untuk memilih wakil dan atau pemimpin di suatu wilayah. Demokrasi mengenal mayoritas sebagai pihak pemenang yang berhak berkuasa, memimpin dan mengatur negeri ini mulai dari level kabupaten/kota, propinsi sampai dengan negara. Demokrasi tidak mengenal siapa yang paling pintar, paling benar, paling jujur, paling tulus untuk memimpin. Tapi yang berhak memimpin adalah dia yang paling banyak didukung oleh masyarakat.
Sejak bergulirnya reformasi, ruang keterbukaan politik semakin luas dan kesempatan partisipasi publik juga menjadi semakin besar. Tapi dengan begitu banyaknya kasus korupsi, pelecehan, penipuan, kebohongan, kekerasan yang dilakukan para politisi dan pejabat publik telah membuat masyarakat menjadi apatis dan apolitik.
           Haruskah kita berpolitik?
Ternyata ketika kita memutuskan untuk golput alias tidak menggunakan hak suara kita saat proses demokrasi maka itu juga termasuk keputusan politik kita. Sikap golput diri kita lebih besar didorong karena rasa kesal, kecewa, kehilangan harapan, tidak peduli dan merasa tidak ada pengaruh apapun hasil dari proses demokrasi terhadap diri kita. Sikap golput itu bisa menjadi bumerang ketika kita terkecewakan oleh kebijakan publik yang diterapkan oleh negara dan itu pastinya menyangkut diri kita sebagai warga negara.
          Haruskah kita berpolitik?
Sebagai seorang warga negara dimana dianut sistem demokrasi, maka memilih ataupun tidak ya itu berarti kita sudah berpolitik. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah hak yang kita miliki, kita biarkan hilang begitu saja atau kita berikan ke individu atau partai dimana kita masih memiliki harapan meskipun sedikit.         Haruskan kita berpolitik?
Kita tentunya berharap negara ini menjadi negara yang tertib, aman, stabil dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya siapapun pemimpinnya. Maka alangkah luar biasanya jika kita menjadi salah seorang pendorong perbaikan sistem politik negeri ini hingga siapapun yang memimpin di level apapun dijaga dan diawasi oleh sistem yang bagus. Fungsi pengawasan itu hanya bisa dilakukan oleh sebuah undang-undang yang mengatur semua perilaku warga negara. Dan undang-undang itu adalah produk politik. Jadi bisa dibayangkan jika kita apatis, masa bodoh maka kita hanya akan memberi ruang bagi orang-orang yang tidak layak untuk memproduksi undang-undang yang menyangkut hajat hidup seluruh rakyat.
         Haruskan kita berpolitik?
Politik itu inti dari pembangunan sistem kehidupan berbangsa. Sudah seharusnyalah politisi itu adalah orang-orang cerdas yang memikirkan kehidupan seluruh lapisan masyarakat. Sistem politik negeri ini harus mampu mendorong orang-orang baik, jujur, cerdas, berani, tulus untuk terlibat aktif dalam perpolitikan. Karena di pundak mereka kita berharap banyak kebaikan untuk kehidupan seluruh rakyat dengan terciptanya undang-undang yang benar-benar kepentingan rakyat, mengayomi seluruh sendi kehidupan bermasyarakat.
         Haruskan kita berpolitik?
Kita butuh banyak pahlawan di negeri ini yang siap, rela, semangat untuk memperjuangkan kebaikan demi seluruh masyarakat. Kita butuh banyak pahlawan bangsa yang  berjuang memperebutkan kekuasaan bukan demi harta, tahta apalagi wanita. Tapi mereka orang-orang hebat yang berjuang demi warisan kepahlawanan bangsa, mengorbankan keringat, air mata dan darah demi kemanusiaan. Mereka yang akan selalu dikenang sepanjang masa. Mereka sang pahlawan yang berjuang di medan politik demi terciptanya kebijakan yang mempersatukan seluruh rakyat, menegakkan keadilan untuk rakyat dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat.




SUMBER : berbagai sumber dan kompasiana.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates