Senin, 04 Maret 2013

0 Rokok dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi yang dikonsumsi serta aliran darah


     Memang tidak mudah untuk menghilangkan atau menghentikan kebiasaan merokok. 
Namun, yang lebih susah adalah bagaimana tetap sehat dalam kondisi anda masih 
tetap merokok.





Rokok ternyata tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit, tapi juga mempengaruhi penyerapan nutrisi yang dikonsumsi serta aliran darah. Nutrisi apa saja yang dipengaruhi oleh rokok?

Hampir semua orang tahu bahwa rokok mengandung banyak senyawa karsinogen (penyebab kanker) dan senyawa lain yang berbahaya bagi tubuh. Kombinasi antaar merokok, konsumsi alkohol dan gizi buruk bisa lebih meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kanker dan kardiovaskular.

Studi menunjukkan di luar tindakan merokok itu sendiri, para perokok sangat mungkin terlibat dalam perilaku kesehatan yang negatif lainnya seperti ,


1. Terlalu sedikit mengonsumsi buah dan sayur


2. Mengonsumsi alkohol dan minuman berkafein


3. Tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup


4. Mengonsumsi makanan yang mengandung kadar lemak tinggi


5. Tidak mendapatkan olahraga yang cukup atau menjadi tidak aktif.


Sementara itu studi terbaru yang dilakukan oleh para profesor di Berkeley menunjukkan ada beberapa nutrisi yang penyerapan dan metabolismenya terganggu pada diri seorang perokok seperti:

Vitamin C:

Vitamin C bertindak sebagai antioksidan yang penting untuk pencegahan penyakit. Tapi semakin banyak rokok yang dihisap maka semakin banyak pula vitamin C yang hilang dari dalam jaringan dan darah.

Misalnya 1 batang rokok merampas sekitar 25 mg vitamin C dari dalam tubuh, maka orang yang merokok butuh vitamin C lebih banyak lagi untuk melawan kerusakan sel dan mencegah penyakit.

Vitamin D:

Rokok memiliki efek samping yang signifikan pada metabolisme vitamin D. Angka kejadian kekurangan vitamin D 50 persen lebih tinggi terjadi pada perokok dibandingkan dengan non-perokok.

Kalsium:

Metabolisme kalsium lebih mungkin terganggu pad aorang yang merokok, sehingga ia lebih berisiko mengalami osteoporosis atau penipisan tulang.

Vitamin E:

Vitamin E diyakini bisa menghambat penumpukan lemak pada dinding bagian dalam arteri yang salah satunya disebabkan oleh rokok. Oleh karena itu perokok bisa mengurangi risiko pengerasan arteri dengan mengonsumsi vitamin E.

Sirkulasi darah dan peningkatan lemak dalam darah
Studi menunjukkan rokok merusak sirkulasi darah dan aliran darah dari jantung (21 persen lebih rendah pada perokok dibanding non-perokok). Serta konsumsi 2-4 batang rokok bisa meningkatkan kadar lemak dalam darah sebesar 200-400 persen.

Untuk itu bagi perokok harus mengonsumsi makanan yang lebih sehat dibanding non perokok untuk mendapatkan jumlah nutrisi yang sama, seperti konsumsi teh hijau, makan banyak buah dna sayur, konsumsi vitamin serta tentu saja berusaha untuk berhenti merokok.







sumber : Kabar6.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates