Sabtu, 30 Maret 2013

0 Asronot wanita India (Sunita Williams) masuk Islam


Foto: Asronot wanita India buktikan kebenaran cerita Neil Armstrong tentang Kota Bercahaya

Satu pesanan pendek tersebar tentang berita masuk Islamnya Sunita Williams, astronot wanita India pertama yang pergi ke bulan pada 2 Julai 2007 lalu.

Berita menghebohkan ini bukanlah yang pertama, sebelumnya astronot berasal Amerika Syarikat Neil Armstrong juga menyatakan dirinya masuk Islam sekembali dari bulan. 
Apakah ini berita bohong? Yang jelas pihak NON MUSLIM sangat tidak suka dengan pemberitaan ini. Lalu disebarlah berita, bahawa ini berita bohong.

Perlu diketahui, Sunita Williams adalah seorang astronot kelahiran Ohio 19 September 1965 dari orang tua berketurunan India-Slovenia. Menikan dengan Michael J. William, seorang Polisi Federal di Oregon, USA. 
Sebagai astronot pertama India, dia memegang rekor perjalanan luar angkasa untuk wanita: berada di luar angkasa terlama (195 hari), dan berjalan di luar angkasa (29 jam, 17 minit).

Dalam perjalanannya ke bulan, Sunita William melihat fenomena yang aneh semasa pandangannya menuju ke bumi. Ketika bagian bumi lainnya nampak gelap, ternyata ada sebahagian kecil bumi yang nampak terang yaitu MEKAH dan MADINAH.

 
Sunita mengatakan, dari atas seluruh permukaan bumi diselimuti kegelapan, namun betapa terkejutnya ketika dengan bantuan teleskop, ada dua tempat yang sangat berbeda, yaitu Makkah dan Madinah. 
Kedua tempat itu nampak terang dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya dibelahan bumi. Masya Allah, Laa Quwwata Illa Billaah.

Selain itu, fenomena lain yang ditangkapnya adalah semasa gelombang suara dari bumi tidak mampu merentasi luar angkasa, dia ternyata boleh menangkap suara Adzan. 
Apakah ini suatu keanehan, atau merupakan suatu jalan dari Allah untuk menunjukkan sisi-sisi kebenaran kepadaAstronout ini? Diberitakan setelah peristiwa ini, Sunita Williams memeluk agama Islam.

Puluhan tahun yang lampau, tepatnya tahun 1870, Neil Amstrong pernah mengalami kejadian serupa semasa mendaratkan kakinya di bulan. Diberitakan semasa itu dia mendengar sebuah suara yang dikemudian hari ia mengenalinya sebagai SUARA ADZAN

Tepatnya semasa Neil diundang seminar di Universitas Kaherah, Mesir. Di masa dia menyampaikan syarahannya, semasa itu adzan berkumandang menunjukkan waktu sholat, moderator menghentikan presentasinya untuk mendengarkan adzan. Dan Neil berseru, “Ini dia suara yang pertama kali aku dengar semasa mendarat di bulan.”

Setelah itu, Neil Amstrong menemui salah satu profesor di university itu. Dia ingin tahu banyak tentang Islam. Dan tidak lama setelah itu, dia pun menjadi muallaf. 
Pemberitaan masuk Islamnya Neil Armstrong dan Sunita William kebelakangan menjadi polemik di masyarakat.

Tetapi bagi kita umat muslim, tidak perlu seorang Neil Armstrong untuk meyakinkan diri kita bahawa agama Islam adalah benar. Jika kita yakin berada di agama yang lurus, maka yakinlah bahawa kejadian itu benar. 
Kita tidak perlu menggunakan nama besar Neil Armstrong untuk membenarkan agama kita. Percayalah, nama MUHAMMAD SAW sudah cukup besar buat kita dan dunia. 
Sama ada benar atau tidaknya Sunita William atau Neil Armstrong masuk Islam apabila pulang dari bulan, kita berharap Allah Swt memberi hidayah kepadanya.

Bagaimanapun juga para missionari (NON MUSLIM) sangat tidak suka dengan pemberitaan ini. Padahal jika Allah menghendaki, kejadian terdengarnya suara azan di bulan, bukanlah suatu perkara yang mustahil. Boleh sahaja terjadi. 
Media Barat selamanya tidak akan pernah memberitakan hal-hal yang dianggap boleh "MENGGONCANGKAN UMATNYA", bukan hanya di AS, tapi juga seluruh dunia.

Sekali lagi sejarah membuktikan bahawa sekalipun Islam dituduh sebagai "agama orang bodoh", "agama kampungan", "agama rendahan", "agama orang miskin", atau apapun tuduhannya, tetap sahaja orang yang berbondong-bondong mengikutinya dan rata-rata berasal dari orang-orang cerdas, orang yang tidak sekadar BERAKAL tetapi juga MEMPERGUNAKAN AKALNYA. Subhanallah, walhamdu lillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar



Asronot wanita India buktikan kebenaran cerita Neil Armstrong tentang Kota Bercahaya


Satu pesanan pendek tersebar tentang berita masuk Islamnya Sunita Williams, astronot wanita India pertama yang pergi ke bulan pada 2 Julai 2007 lalu.

Berita menghebohkan ini bukanlah yang pertama, sebelumnya astronot berasal Amerika Syarikat Neil Armstrong juga menyatakan dirinya masuk Islam sekembali dari bulan.
Apakah ini berita bohong? Yang jelas pihak NON MUSLIM sangat tidak suka dengan pemberitaan ini. Lalu disebarlah berita, bahawa ini berita bohong.

Perlu diketahui, Sunita Williams adalah seorang astronot kelahiran Ohio 19 September 1965 dari orang tua berketurunan India-Slovenia. Menikan dengan Michael J. William, seorang Polisi Federal di Oregon, USA.
Sebagai astronot pertama India, dia memegang rekor perjalanan luar angkasa untuk wanita: berada di luar angkasa terlama (195 hari), dan berjalan di luar angkasa (29 jam, 17 minit).

Dalam perjalanannya ke bulan, Sunita William melihat fenomena yang aneh semasa pandangannya menuju ke bumi. Ketika bagian bumi lainnya nampak gelap, ternyata ada sebahagian kecil bumi yang nampak terang yaitu MEKAH dan MADINAH.


Sunita mengatakan, dari atas seluruh permukaan bumi diselimuti kegelapan, namun betapa terkejutnya ketika dengan bantuan teleskop, ada dua tempat yang sangat berbeda, yaitu Makkah dan Madinah.
Kedua tempat itu nampak terang dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya dibelahan bumi. Masya Allah, Laa Quwwata Illa Billaah.

Selain itu, fenomena lain yang ditangkapnya adalah semasa gelombang suara dari bumi tidak mampu merentasi luar angkasa, dia ternyata boleh menangkap suara Adzan.
Apakah ini suatu keanehan, atau merupakan suatu jalan dari Allah untuk menunjukkan sisi-sisi kebenaran kepadaAstronout ini? Diberitakan setelah peristiwa ini, Sunita Williams memeluk agama Islam.

Puluhan tahun yang lampau, tepatnya tahun 1870, Neil Amstrong pernah mengalami kejadian serupa semasa mendaratkan kakinya di bulan. Diberitakan semasa itu dia mendengar sebuah suara yang dikemudian hari ia mengenalinya sebagai SUARA ADZAN

Tepatnya semasa Neil diundang seminar di Universitas Kaherah, Mesir. Di masa dia menyampaikan syarahannya, semasa itu adzan berkumandang menunjukkan waktu sholat, moderator menghentikan presentasinya untuk mendengarkan adzan. Dan Neil berseru, “Ini dia suara yang pertama kali aku dengar semasa mendarat di bulan.”

Setelah itu, Neil Amstrong menemui salah satu profesor di university itu. Dia ingin tahu banyak tentang Islam. Dan tidak lama setelah itu, dia pun menjadi muallaf.
Pemberitaan masuk Islamnya Neil Armstrong dan Sunita William kebelakangan menjadi polemik di masyarakat.

Tetapi bagi kita umat muslim, tidak perlu seorang Neil Armstrong untuk meyakinkan diri kita bahawa agama Islam adalah benar. Jika kita yakin berada di agama yang lurus, maka yakinlah bahawa kejadian itu benar.
Kita tidak perlu menggunakan nama besar Neil Armstrong untuk membenarkan agama kita. Percayalah, nama MUHAMMAD SAW sudah cukup besar buat kita dan dunia.
Sama ada benar atau tidaknya Sunita William atau Neil Armstrong masuk Islam apabila pulang dari bulan, kita berharap Allah Swt memberi hidayah kepadanya.

Bagaimanapun juga para missionari (NON MUSLIM) sangat tidak suka dengan pemberitaan ini. Padahal jika Allah menghendaki, kejadian terdengarnya suara azan di bulan, bukanlah suatu perkara yang mustahil. Boleh sahaja terjadi.
Media Barat selamanya tidak akan pernah memberitakan hal-hal yang dianggap boleh "MENGGONCANGKAN UMATNYA", bukan hanya di AS, tapi juga seluruh dunia.
Sekali lagi sejarah membuktikan bahawa sekalipun Islam dituduh sebagai "agama orang bodoh", "agama kampungan", "agama rendahan", "agama orang miskin", atau apapun tuduhannya, tetap sahaja orang yang berbondong-bondong mengikutinya dan rata-rata berasal dari orang-orang cerdas, orang yang tidak sekadar BERAKAL tetapi juga MEMPERGUNAKAN AKALNYA. Subhanallah, walhamdu lillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar buktikan kebenaran cerita Neil Armstrong tentang Kota Bercahaya

Satu pesanan pendek tersebar tentang berita masuk Islamnya Sunita Williams, astronot wanita India pertama yang pergi ke bulan pada 2 Julai 2007 lalu.

Berita menghebohkan ini bukanlah yang pertama, sebelumnya astronot berasal Amerika Syarikat Neil Armstrong juga menyatakan dirinya masuk Islam sekembali dari bulan.
Apakah ini berita bohong? Yang jelas pihak NON MUSLIM sangat tidak suka dengan pemberitaan ini. Lalu disebarlah berita, bahawa ini berita bohong.

Perlu diketahui, Sunita Williams adalah seorang astronot kelahiran Ohio 19 September 1965 dari orang tua berketurunan India-Slovenia. Menikan dengan Michael J. William, seorang Polisi Federal di Oregon, USA.
Sebagai astronot pertama India, dia memegang rekor perjalanan luar angkasa untuk wanita: berada di luar angkasa terlama (195 hari), dan berjalan di luar angkasa (29 jam, 17 minit).

Dalam perjalanannya ke bulan, Sunita William melihat fenomena yang aneh semasa pandangannya menuju ke bumi. Ketika bagian bumi lainnya nampak gelap, ternyata ada sebahagian kecil bumi yang nampak terang yaitu MEKAH dan MADINAH.


Sunita mengatakan, dari atas seluruh permukaan bumi diselimuti kegelapan, namun betapa terkejutnya ketika dengan bantuan teleskop, ada dua tempat yang sangat berbeda, yaitu Makkah dan Madinah.
Kedua tempat itu nampak terang dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya dibelahan bumi. Masya Allah, Laa Quwwata Illa Billaah.

Selain itu, fenomena lain yang ditangkapnya adalah semasa gelombang suara dari bumi tidak mampu merentasi luar angkasa, dia ternyata boleh menangkap suara Adzan.
Apakah ini suatu keanehan, atau merupakan suatu jalan dari Allah untuk menunjukkan sisi-sisi kebenaran kepadaAstronout ini? Diberitakan setelah peristiwa ini, Sunita Williams memeluk agama Islam.

Puluhan tahun yang lampau, tepatnya tahun 1870, Neil Amstrong pernah mengalami kejadian serupa semasa mendaratkan kakinya di bulan. Diberitakan semasa itu dia mendengar sebuah suara yang dikemudian hari ia mengenalinya sebagai SUARA ADZAN

Tepatnya semasa Neil diundang seminar di Universitas Kaherah, Mesir. Di masa dia menyampaikan syarahannya, semasa itu adzan berkumandang menunjukkan waktu sholat, moderator menghentikan presentasinya untuk mendengarkan adzan. Dan Neil berseru, “Ini dia suara yang pertama kali aku dengar semasa mendarat di bulan.”

Setelah itu, Neil Amstrong menemui salah satu profesor di university itu. Dia ingin tahu banyak tentang Islam. Dan tidak lama setelah itu, dia pun menjadi muallaf.
Pemberitaan masuk Islamnya Neil Armstrong dan Sunita William kebelakangan menjadi polemik di masyarakat.

Tetapi bagi kita umat muslim, tidak perlu seorang Neil Armstrong untuk meyakinkan diri kita bahawa agama Islam adalah benar. Jika kita yakin berada di agama yang lurus, maka yakinlah bahawa kejadian itu benar.
Kita tidak perlu menggunakan nama besar Neil Armstrong untuk membenarkan agama kita. Percayalah, nama MUHAMMAD SAW sudah cukup besar buat kita dan dunia.
Sama ada benar atau tidaknya Sunita William atau Neil Armstrong masuk Islam apabila pulang dari bulan, kita berharap Allah Swt memberi hidayah kepadanya.

Bagaimanapun juga para missionari (NON MUSLIM) sangat tidak suka dengan pemberitaan ini. Padahal jika Allah menghendaki, kejadian terdengarnya suara azan di bulan, bukanlah suatu perkara yang mustahil. Boleh sahaja terjadi.
Media Barat selamanya tidak akan pernah memberitakan hal-hal yang dianggap boleh "MENGGONCANGKAN UMATNYA", bukan hanya di AS, tapi juga seluruh dunia.

Sekali lagi sejarah membuktikan bahawa sekalipun Islam dituduh sebagai "agama orang bodoh", "agama kampungan", "agama rendahan", "agama orang miskin", atau apapun tuduhannya, tetap sahaja orang yang berbondong-bondong mengikutinya dan rata-rata berasal dari orang-orang cerdas, orang yang tidak sekadar BERAKAL tetapi juga MEMPERGUNAKAN AKALNYA. Subhanallah, walhamdu lillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates