Rabu, 27 Februari 2013

0 Akan Dibawa Kemana Indonesia





Beberapa hari ini perpolitikan nasional terus menerus dihebohkan dengan beberapa pemberitaan yang luar biasa. Tak salah jika beberapa pengamat menyatakan bahwa tahun 2013 adalah tahun politik. Pemberitaan media yang begitu gencar di satu aspek memberikan pembelajaran politik yang berharga bagi masyarakat, tetapi di aspek laintimbul kebosanan, karena berita yang ditampilkan secara massif justru meyakinkan masyarakat, bahwa demokrasi pasca reformasi tidak berhasil membawa angin perubahan yang berarti bagi masyarakat.
Partai politik secara ideal adalah lembaga yang mampu menimbulkan kepercayaan publik terhadap demokrasi yang kian tak berwajah malahan berasyikmasyuk dalam pragmatisme perebutan kekuasaan. Politik transaksional semakin dominan, yang menyiratkan bahwa siapa yang punya kapital ekonomi, maka akan menjadi penguasa politik. Uang bukan segalanya tetapi segalanya tetap butuh uang. Biaya kampanye yang mahal semakin membuat calon wakil rakyat yang hendak menjadi pelayan rakyat terjebak pada ambisi balik modal setelah mereka terpilih. Rakyat disuguhi oleh politisi yang setiap saat pindah partai demi kepentingan-kepentingan sesaat, bukan kepentingan ideologis. Nampaknya tak adalagi warna ideologi dalam partai yang ada sekarang. Ideologi hanya menjadi cek kosong yang tak relevan untuk diperjuangkan. Partai agama atau non agama terjebak pada kasus korupsi. Tak lihat dia Ustadz, mantan aktivis, pengusaha maupun akademisi terjebak pada permasalahan korupsi. Korupsi adalah musuh peradaban yang harus dilenyapkan. Ia begitu pandai merayu siapapun itu. Tokoh yang terjerat kasus korupsi, idealnya sulit berkelit dari kasus yang menjerat. Tapi sayangnya di Indonesia, tokoh disangkakan korupsi atau bahkan terdakwa korupsi masih bisa asik-asikan secara ekslusif diwawancara media, bahkan ketika divonispun, vonisnya ringan dan asetnya tak disita. Setelah berjalan beberapa waktu masih bisa muncul ke publik tanpa merasa dirinya pernah tercoreng kasus korupsi.
Entah mau dibawa ke mana indonesia. Indonesia yang memiliki semua faktor yang disyaratkan sebagai negara besar. Negara tercinta indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa, sumber daya manusia yang sesungguhnya potensial, kapasitas industri yang mampu dimaksimalkan, dan kesiapsiagaan militer yang luar biasa. Namun sayangnya faktor-faktor tersebut hanya ada di atas kertas tanpa pemaksimalan yang luar biasa. Sumber daya alam dieksplorasi asing, sumber daya manusia – generasi muda tak dapat perhatian yang cukup dan dibekali dengan seadanya -, kapasitas industri yang masih didominasi asing, dan militer yang tak mendapat persenjataan dan alat tempur yang memadai.
Selalu ada harapan untuk membentuk Indonesia yang lebih baik. Tentunya itu dapat dilakukan oleh setiap orang yang masih punya keinginan agar Indonesia tidak habis dalam pusaran jaman. Masalah di Indonesia tentu sangatlah banyak, tetapi jangan sampai energi kita terkuras oleh masalah tersebut. Sudah terlalu banyak yang memainkan peran antagonis di negeri ini. Saatnya kita menjadi pemeran protagonis, manusia terbaik, manusia yang bermanfaat bagi sesama.


sumber:http://politik.kompasiana.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates