Sabtu, 01 Desember 2012

0 Demokrasi yang adil dan beradab


“Demokrasi akan kokoh bila etika dan integritas pribadi mengharmoniskan perbedaan, serta tidak saling berbohong dan ngotot untuk mencari kemenangan palsu.” ~ Djajendra


Demokrasi ada untuk memfasilitasi setiap perbedaan dan mengurangi konflik akibat perbedaan. Setiap orang berhak untuk berbeda dan berhak untuk berkompetisi dalam memenangkan pilihannya. Demokrasi memfasilitasi keragaman untuk hidup dalam keseragaman yang saling menghormati. Setiap pemenang harus menghormati dan merangkul yang kalah untuk saling berkontribusi dalam pembangunan. Demikian juga dengan yang kalah harus merasa menang, dan dapat bersama-sama melakukan pembangunan untuk kemajuan bersama.
Demokrasi tidak akan berjalan dengan benar bila tidak diperkuat dengan etika dan integritas. Membiasakan setiap perbedaan dan kepentingan untuk patuh pada etika melalui integritas pribadi dan sosial, akan menghilangkan konflik dan kekerasan. Negara yang menjalankan demokrasi harus menegakkan etika, peraturan, perundang-undangan, hukum, integritas, dan kesiapan mental dari setiap orang untuk hidup dalam perbedaan. Hukum, peraturan, perundang-undangan, dan etika harus menjadi panglima yang memimpin setiap proses demokrasi. Bila sang panglima demokrasi tidak diperkuat dengan niat baik dan sikap baik, maka demokrasi tidak akan pernah berfungsi untuk mengharmoniskan perbedaan, tapi anti demokrasi yang akan tumbuh dengan berbaju demokrasi, yang seolah-olah ingin memberikan persepsi kepada banyak orang bahwa demokrasi adalah sesuatu yang tidak baik buat perbedaan dan keragaman.
Semangat demokrasi adalah kekuasaan dan yang dikuasai mampu memfasilitasi kehidupan yang beragam menjadi harmonis dalam keadilan bersama. Untuk itu, demokrasi membutuhkan warga negara dengan kepribadian yang teguh dan kokoh dengan nilai-nilai kehidupan pribadi atau pun kelompok, tapi mampu mengalir bersama integritas pribadi yang etis untuk saling bertoleransi demi keindahan perbedaan dan keragaman. Demokrasi tidak tercipta untuk membangun konflik, tapi untuk mengharmoniskan kehidupan atas perbedaan yang timbul dari keragaman kehidupan atas prinsip, nilai, logika berpikir, asumsi, budaya, dan persepsi.
Kualitas yang paling penting dari demokrasi adalah menegakkan disiplin diri untuk patuh pada hukum, undang-undang, peraturan, etika dari integritas pribadi dan sosial dalam semua aspek kehidupan. Termasuk, hati nurani setiap warga negara harus mengeluarkan kualitas moral untuk menegakkan etika dari integritas pribadi, serta patuh pada budaya dan tata kelola demokrasi yang etis. Bila setiap warga negara memiliki kemampuan dalam diri untuk menjadi jujur kepada diri sendiri dan orang lain, maka setiap warga negara akan memiliki kekuatan karakter dan kemauan, untuk melakukan hal-hal yang patuh pada kekuatan hukum dan kemanusiaan.
Demokrasi yang adil dan beradab akan memfasilitasi setiap warga negara untuk hidup sejahtera dan berkecukupan. Demokrasi tidak diciptakan untuk memperkaya sekelompok orang dengan memiskinkan sekelompok orang yang lain. Bila kemiskinan dan kekurangan pengetahuan menjadi dasar dalam demokrasi, maka demokrasi berpotensi dimanipulasi untuk kepentingan dari orang-orang yang memiliki kekuatan sumber daya yang kuat. Kemiskinan dan kekurangan adalah akibat dari keadaan yang tidak adil. Dan selama ada kekurangan, kemiskinan, dan ketidakadilan; maka demokrasi tidak akan tumbuh, yang tumbuh adalah hal-hal yang bersifat anti demokrasi. Kemasan demokrasi dalam realitas anti demokrasi akan menimbulkan ketidakadilan dan kebohongan. Akibatnya, orang-orang akan berpikir bahwa demokrasi adalah sesuatu yang tidak nyaman untuk diikuti.
Para pemimpin demokrasi harus menjadi energi positif untuk memfasilitasi setiap warga negara secara total, agar setiap individu warga negara mampu mempersiapkan potensi diri masing-masing dengan baik dan mendapatkan kehidupan seperti yang dicita-citakan. Demokrasi membutuhkan warga negara yang berpengetahuan dan berwawasan luas, serta yang mampu melakukan pilihan dan keputusan sesuai kebutuhan hidupnya. Bukan yang asal memilih dan kemudian menyesal dikemudian hari. Untuk itu, pemimpin harus menjadi sahabat rakyat yang bertugas untuk mencerdaskan setiap warga negara, serta memberikan contoh tentang cara menjadi warga negara yang unggul untuk kehidupan pribadi, sosial, dan bela negara.
Setiap warga negara wajib memiliki patriotisme terhadap negara. Demokrasi akan tumbuh dan menjadi sangat kuat untuk menguntungkan kehidupan setiap warga negara, bila setiap warga negara mulai dari pemimpin sampai dengan rakyat memiliki patriotisme untuk bela negara dan menjaga kecintaan diri terhadap negara dengan sepenuh hati. Tidak ada individu ataupun kelompok yang ngotot dengan kepentingan dan keyakinan pribadi. Dan semua hal-hal yang bersifat keyakinan dan kepentingan pribadi haruslah sebatas di dalam rumah, begitu keluar rumah setiap orang harus menjadi warga negara yang cinta negara, serta bersikap dan bertindak untuk membangun dan mengembangkan negara dengan mempertahankan eksistensi jati diri negara. Demokrasi butuh jiwa-jiwa yang terbungkus dalam patriotisme bela negara dari hati nurani yang paling ikhlas dan tulus.


sumber : www.kompasiana.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates