Jumat, 30 November 2012

0 Simbol Keperawanan Dalam Sakralnya Pernikahan



Tidak semua wanita harus melakukan tes keperawanan, karena jika untuk menilai apakah si wanita pernah melakukan hubungan seks pranikah, maka kejujuran dan saling percaya jauh lebih tepat ketimbang melihat utuh tidaknya selaput dara.

Selaput dara memang tidak selalu bisa dijadikan patokan seorang wanita masih perawan atau tidak, karena tanpa berhubungan seksual pun selaput dara bisa saja terkoyak. Namun untuk kasus tertentu, tes keperawanan mungkin dibutuhkan.

"Utuhnya selaput dara (hymen) harus diperiksa oleh dokter spesialis kebidanan atau bidan-ahli di klinik kebidanan melalui prosedur pemeriksaan intra-vaginal (pemeriksaan dalam). Orang awam (layman) tidak mungkin mampu melaksanakannya," tegas Dr Andri Wanananda MS, pakar seksologi dari Universitas Tarumanegara.



Saya suka sekali membaca berita-berita di internet. Entah itu berita dalam maupun luar negeri. Setidaknya, bisa untuk menambah pengetahuan. Dan dari beberapa berita yang sedang hangat dipublish di media saat ini adalah tentang Bupati Garut Aceng Fikri yang menikahi Fani Oktora (18) secara siri. Tapi, bukan karena pernikahannya yang menjadikan berita tentang Aceng santer diberitakan, tetapi lantaran karena hanya dalam waktu 4 hari setelah dinikahi, Aceng menceraikan Fani.
1354116834817536070
Aceng dan Fani 
Aceng mengaku bahwa dia berkenalan dengan Fani lantaran dikenalkan oleh seorang ustad di Garut pada Juli 2012 lalu. Alasannya menikah lagi disebabkan rumah tangganya sedang bermasalah. Dia pun mengaku sudah pisah ranjang dengan istrinya hampir 2 tahun lamanya.
Menurut pria 40 tahun ini, dia menikahi Fani merupakan saran dari seorang ustad. Fani, seorang gadis yang baru berusia 18 tahun asal Limbangan, Garut itu pun dinikahi oleh Aceng secara siri. Menurut mak comblang, Fani disebut masih perawan.
“Tapi ternyata sudah tidak perawan,” cerita Aceng (detik.com).
Karena kecewa dan merasa dibohongi, Aceng langsung memberi talak tiga kepada Fani.
Membaca berita tentang kasus ini, saya jadi berfikir, masalah keperawanan memang sangat penting untuk wanita yang berstatus belum menikah. Kenapa? Ya ditakutkan akan mendapat kasus serupa dengan yang dialami Fani. Walau dalam hal ini, pak Bupati juga terlihat begitu cepat menceraikan Fani. Padahal belum jelas hal apa yang membuatnya begitu yakin bahwa Fani sudah tak perawan.
Tapi, bagaimanapun juga, keperawanan memang sesuatu hal dan merupakan simbol serta hak yang harus di pertahankan oleh setiap perempuan, sampai ia ikhlas memberikanya pada seorang yang di cintai,disayangi dan tentunya lewat tatanan sosial dan Agama yang disebut pernikahan.
Jangan sampai seorang wanita terbuai oleh cinta semu hingga merelakan segalanya pada orang yang bukan atau belum resmi menjadi suami.
Dalam hal ini, saya tidak menyalahkan siapapun. Karena memang tiap orang punya pendapat dan pandangan masing-masing. Tiap opini mungkin berbeda dengan saya. Hanya saja, memang menurut saya, keperawanan adalah hal mutlak yang harus dijaga oleh setiap perempuan.




SUMBER : dari berbagai sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates