Minggu, 25 November 2012

0 SILSILAH PRABOWO SUBIANTO DARI TRAH GIRI KEDATON



Berdasarkan catatan ahli Nasab Raden Fatah, KH.Abdullah Faqih Cemoro, Adipati Mrapat terhitung sebagai salah seorang cicit Raden Fatah, bahkan lebih jauh lagi merupakan keturunan dari Syekh Muhammad Shohib Mirbath, ulama terkemuka di Hadramaut Yaman.
Silsilahnya sebagai berikut :
01. Adipati Mrapat / Raden Joko Kaiman / Raden Hasan Joyohadikusumo (Adipati Banyumas Pertama (1582-1583))
02. Pangeran Haryo Joyohadikusumo
03. Raden Kikin/Pangeran Sekar Seda Lepen/Pangeran Bagus Surawiyata
04. Raden Fattah / Sayyid Hasan
05. Sultan Abu Abdullah (Wan Bo atau Raja Champa)
06. Sayyid Ali Nurul Alam
07. Syeikh Jamaluddin Akbar
08. Sayyid Ahmad Syah Jalal
09. Sayyid Abdullah Azmatkhan
10. Sayyid Abdul Malik
11. Sayyid Alwi Ammi Al-Faqih
12. Syeikh Muhammad Shohib Mirbath
WaLlahu a’lamu bishshawab

Dengan demikian, jika dihubungkan kepada Probowo Subianto, beliau adalah keturunan ke-15 dari Adipati Mrapat, keturunan ke-18 dari Raden Fattah, keturunan ke-21 dari Syeikh Jamaluddin Husain Kubro dan juga Keturunan ke-26 dari Syeikh Muhammad Shohib Mirbath.


Kalau di urutkan, memang begitu silsilahnya.
Namun untuk kesemuanya itu, masih perlu diteliti lagi secara lebih mendalam.







Sekitar 430 tahun yang lalu, terjadi kekisruhan di salah satu wilayah Kesultanan Pajang. Adipati Warga Utama, bupati Kadipaten Wirasaba, tewas terbunuh. Para ahli waris mencurigai para pembesar di Kesultanan Pajang, terlibat dalam pembunuhan itu.
Di sisi lain, Sultan Hadiwijaya yang merupakan pemimpin di Kesultanan Pajang, berkeinginan agar pemerintahan di Kadipaten Wirasaba tidak kosong.
Sultan Hadiwijaya menitahkan, agar ahli waris Adipati Warga Utama datang menghadap, akan tetapi perintah sultan ini ditolak oleh anak-anak Adipati Warga Utama, karena didasari kecurigaan keterlibatan Kesultanan Pajang dalam pembunuhan  terhadap ayah mereka.

Raden Joko Kaiman dan Kadipaten Banyumas
Dalam suasana yang kritis itu, muncul Raden Joko Kahiman, yang rela mengambil resiko menemui Sultan HadiwijayaRaden Joko Kaiman sejatinya adalah menantuBupati Wirasaba, dengan harapan agar tidak terjadi ketegangan yang berlarut-larut, ia pergi menuju pusat wilayah Kesultanan Pajang.
Hasil kunjungannya itu membuahkan perintah Sultan Hadiwijaya, agar dirinya menjadi penerus kepemimpinan Kadipaten Wirasaba. Sebagai orang yang tahu diri,Raden Joko Kaiman merasa ada yang lebih berhak dari dirinya, namun di sisi lain perintah Sultan wajib ia jalankan.
Untuk menyelesaikan permasalahan itu, akhirnya ia berinisiatif memecah Kadipaten Wirasaba menjadi 4 bagian. Tiga bagian dipegang oleh ahli waris mertuanya, satu bagian lagi dibawah kepemimpinannya. Pecahan Kadipaten Wirasaba itu adalah :
  • Kadipaten Wirasaba (baru), diserahkan kepada Kyai Ngabei Wargo Wijoyo;

  • Kadipaten Merden, diserahkan kepada Kyai Ngabei Wiro Kusumo;

  • Kadipaten Banjar Petambakan, diserahkan kepada Kyai Ngabei Wiroyudo;

  • Kadipaten Banyumas di Daerah Kejawar, dipimpin sendiri oleh Raden Joko Kaiman.
Atas jasanya memcegah terjadinya perpecahan di wilayah Wirasaba, Raden Jojo Kaiman dikemudian hari lebih dikenal dengan nama “Adipati Mrapat”.
Adipati Mrapat dan Prabowo Subianto
Anak keturunan Adipati Mrapat, dari generasi ke generasi menjadi Bupati di Kabupaten Banyumas. Salah seorang keturunannya yang terkemuka adalah Raden Tumenggung Mangkupradja, yang merupakan Patih Ndalem Kartasura di masaSunan Pakubuwono II. Nama lain adalah Raden Tumenggung Kertanegara III,beliau adalah Panglima Laskar Diponegoro wilayah Gowong (Kedu).
Di masa sekarang salah seorang keturunan Adipati Mrapat, yang menjadi pemimpin nasional adalah Letjen (Purn) Prabowo Subianto . Prabowo terhitung sebagaiketurunan ke-15 daripada Adipati Mrapat 



0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates