Kamis, 22 November 2012

0 Penelitian: Sumber Kebahagiaan Manusia Adalah Seks

Sumber kebahagiaan setiap orang tentulah berbeda antara satu dengan lainnya. Tapi baru-baru ini sebuah studi dari Selandia Baru mengungkap bahwa sumber kebahagiaan nomor satu bagi manusia adalah seks atau bercinta.

Lebih dari itu tim peneliti dari University of Canterbury, Selandia menemukan bahwa bercinta tak hanya membuat orang merasakan kenikmatan tertinggi tapi juga membuat mereka merasa paling bahagia dan paling bermakna, bahkan bercinta dianggap sebagai aktivitas terbaik bagi mereka bila dibandingkan kegiatan harian lainnya.




Untuk memperoleh kesimpulan ini, peneliti mensurvei sejumlah responden tiga kali sehari (secara acak) dalam seminggu lewat SMS. Responden ditanyai apa yang mereka lakukan saat peneliti mengirim SMS survei dan bagaimana perasaan mereka terkait aktivitas itu.

Peneliti menggunakan 4 kriteria untuk mneilai aktivitas responden: seberapa banyak aktivitas itu menyenangkan mereka, seberapa jauh keterlibatan mereka dalam aktivitas itu, seberapa banyak kebahagiaan yang diberikan aktivitas itu pada mereka dan seberapa berarti aktivitas itu bagi responden.

Dari survei itu tercatat ada 30 jenis aktivitas yang biasa dilakukan responden. Namun meski bercinta berhasil memuncaki daftar aktivitas itu, jawaban responden menunjukkan variasi yang menarik untuk dipelajari. 

Misalnya, minum-minum memberikan kesenangan tertinggi kedua setelah bercinta tapi jika dilihat dari seberapa besar maknanya (meaning), aktivitas itu hanya menduduki posisi ke-10.

Lain lagi dengan jatuh sakit karena itu membuat orang merasakan ketidakbahagiaan paling besar, termasuk memberi kesenangan paling sedikit bagi mereka, tapi nyatanya hal ini lebih banyak terjadi pada responden ketimbang mencuci baju atau berdandan.

Seperti dikutip dari cbsnews, Facebook menduduki posisi terbawah dalam daftar aktivitas menurut besarnya makna (meaning) yang diberikan pada responden tapi berada di posisi ke-24 dalam hal kesenangan. 

Sebaliknya responden mengaku memperoleh lebih banyak kesenangan dari aktivitas religius ketimbang mengurus anak.

Selain itu, meski banyak orang mengeluhkan pekerjaannya, nyatanya responden lebih suka dibayar untuk bekerja daripada harus menghabiskan waktu berada di sekolah untuk belajar. 

Responden pun merasa lebih bahagia dan terpuaskan jika seharian bekerja daripada harus belajar. 

Meski begitu, sebagian besar responden mengaku studi mereka dua kali lebih penting atau bermakna ketimbang pekerjaannya.





sumber : www.detik.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates