Kamis, 01 November 2012

0 Pendidikan dengan pendekatan Hati


Saya mendengar beberapa hari yang lalu, tepatnya rekaman dari al-Ustadz Khidir -hafidzahulloh- (salah seorang ustadz di Makassar). Nah, beliau memberikan tausiah seputar pendidikan. Sungguh ada bahasan sangat menyentuh yang beliau gubris.
Itulah Luqmanul Hakim topik pembahasannya. Dia adalah seorang Hamba Alloh, bukan Nabi. Namanya, rute pendidikannya diabadikan dalam al-Qur’an sehingga wajib bagi kita meneladaninya.


Salah satu pendidikan yang diungkap dalam al-Qur’an adalah saat beliau memanggil anaknya dengan sebutan “Wahai Anakku”.
Guru yang dirahmati Alloh, ada 2 kata yang wajib kita telaah:

1. “Wahai..”

Ini merupakan sapaan paling indah dalam pendidikan, memanggil anak atau murid dengan kata “wahai”. Dengan adanya kata ini dalam setiap interaksi akan membuahkan perhatian bagi pendengarnya. Sehingga, ajakan yang akan diberikan mudah diterima. Sebab memanggil dengan ungkapan agung: “wahai”. Andaikata ini diterapkan pada pendidikan kita, insya Alloh akan timbul makna pendidikan hati lebih dalam. Misalkan kita memanggil murid dengan sapaan, “Wahai Abdulloh, kemari dulu nak, Bapak mau minta tolong!”
“Wahai anak-anakku di belakang, bolehkan Bapak meminta ketenanganmu sejenak!” Insya Alloh sekolah kita akan apik.
2. “…anak (ku)..”
Imbuhan “ku”, artinya bermakna kepemilikan. Dengan hal itu, memanggil murid atau anak dengan tambahan “ku”, maka anak akan mendekat, merangkul. Ini semua karena seolah-olah keluarganya, bahkan bapak atau ibu kandungnya. Adakah yang mau menolak ajakan bapak atau ibu kandung? Sementara harom untuk dilanggar! Misalkan, “Anakku Abdulloh, bisakah engkau ke masjid karena engkau lelaki, Nak!” Maka ia akan taat karena hatinya melepuh, insya Alloh.
Karena itulah, mari kita mengevaluasi kembali mulai dari tata bicara kita. TIdak usah dulu terlalu panjang mempersoalkan cerdas atau  tidak anak tsb, karena itu bukan kehendak kita. Tapi Alloh subhanahu wa taala. Semoga dunia pendidikan kita semakin terbuka dan berjalan berdasarkan akses qur’an dan sunnah yang shohih. Amin.
Salam Pendidikan Hati…



0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates