Sabtu, 20 Oktober 2012

0 Tulang Ikan Solusi Pakan Ayam Berkalsuim Tinggi





           Mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat inovasi baru untuk pakan ternak. Tiga mahasiswa tersebut mengubah limbah tulang ikan tuna menjadi sumber pakan ayam kampung yang berkalsium tinggi.

Mereka adalah Bagoes Sadhewo Satria, mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia, Happy Susi Agustina, mahasiswa jurusan Fisika, dan Siti Fatonah, mahasiswa jurusan Biologi. Latar belakang penemuan inovasi terbilang sederhana. Mereka ingin mengolah limbah dengan menghasilkan produk baru dengan kandungan gizi dan nilai ekonomis yang tinggi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan produksi industri ikan tuna selalu naik tiap tahun. Namun, ternyata usaha ini justru menghasilkan limbah tulang ikan yang mencemari lingkungan. Di sisi lain, saat ini harga pakan ternak ayam kampung sudah melonjak tinggi. Padahal ayam kampung merupakan hewan ternak yang paling digemari oleh sebagian besar masyarakat. 

Menurut Bagoes, dilihat dari segi kandungan nutrisi, tepung tulang ikan tuna banyak mengandung kalsium yang berperan dalam pembentukan tulang ternak. Kalsium bagi ternak mampu menjaga keroposan akibat asupan kalsium yang minim dari pakan umum.

“Cara pembuatan tepung tulang ikan tuna diawali dengan membersihkan tulang ikan tuna, kemudian dilanjutkan dengan mengeringkan tulang yang sudah dibersihkan. Tulang tersebut kemudian dihancurkan hingga menjadi tepung kasar," ujar Bagoes, seperti disitat dari laman UNY, 

Kemudian, lanjutnya, serpihan-serpihan tulang tadi direndam dalam air kapur 10 persen selama semalam lalu dicuci dengan air tawar. Hasil perendaman dikeringkan sampai kadar air lima persen, sehingga menghasilkan tepung tulang ikan tuna.

Uji efektivitas dari pakan ayam yang dicampur dengan tepung tulang ikan ini dilakukan pada enam ayam. Pengujian dilakukan untuk melihat perubahan berat badan ayam kampung yang mengonsumsi campuran tersebut dalam tiga perlakuan. Perlakuan pertama adalah tiga genggam tepung tanpa tambahan pakan. Perlakuan kedua dengan dua genggam tepung dan satu genggam pakan. Sementara perlakuan ketiga adalah satu genggam tepung dan dua genggam pakan.

Ayam pada perlakuan pertama memiliki berat awal pertama 265 gram, pada bulan kedua menjadi 290 gram, dan pada bulan ketiga menjadi 325 gram. Ayam pada perlakuan kedua memiliki berat awal pertama 270 gram, pada bulan kedua menjadi 300 gram, dan pada bulan ketiga seberat 320 gram. Sedangkan pada ayam perlakuan ketiga, berat awal 300 gram, pada bulan kedua menjadi 350 gram, dan pada bulan ketiga adalah 375 gram.

“Hasil pengujian terhadap ketiga perlakuan itu memperlihatkan bahwa yang paling efektif adalah perlakuan ketiga, yakni satu genggam tepung tulang ikan dan dua genggam pakan. Hal tersebut terlihat dari penambahan berat badan ayam yang terlihat signifikan atau cepat, faktor jenis kelamin ayam (betina lebih banyak makan), dan campuran pakan dari pabrik yang sudah diberi penambah nafsu makan, sehingga ayam sudah terbiasa dengan pakan buatan pabrik,”

sumber; http://kampus.okezone.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates