Minggu, 21 Oktober 2012

0 Susu sapi berpotensi melindungi manusia terhadap HIV.



Ini kabar gembira dari hasilpenelitian menunjukkan bahwa, susu sapi yang diolah menjadi krim, berpotensi melindungi manusia terhadap HIV.
Kepala ilmuwan dari University Melbourne di Australia, Marit Kramski, menemukan saat ketika sapi hamil divaksinasi dengan protein HIV. Air usu pertama yang diproduksi oleh sapi setelah melahirkan, yang disebut kolostrum, air susu yang pertama itulah merupakan antibodi berkualitas tinggi yang dihasilkan untuk melindungi bayi terhadap berbagai macam penyakit.
Seperti yang dilaporkan The Herald Sun (19/10) Para peneliti kini merencanakan untuk menguji efektivitas dan keamanan susu sebelum mengubahnya menjadi krim yang diharapkan akan melindungi perempuan dari penularan virus saat berhubungan seks. Namun hasil dari penelitian itu masih menunggu hasil yang pasti.
Para peneliti mampu menghambat virus untuk menulari sel saat menyisir sel virus dengan susu.
"Kami pikir antibodi mengikat ke permukaan virus dan blok protein yang perlu dibebaskan untuk mendapatkan kontak dengan sel manusia - seperti sistem kunci dan kunci. Jika kunci tidak dapat diakses atau Anda mengubah kunci, Anda tidak dapat membuka pintu, "kata Kramski menambahkan" Ini adalah cara yang sangat murah dan mudah untuk menghasilkan banyak antibodi. "
Kramski, kini telah bermitra dengan perusahaan bioteknologi Australia Immuron Ltd untuk mengembangkan susu, dan akan terus bekerja dengan mereka untuk menghasilkan krim pencegahan virus HIV.
"Kami memiliki antibodi saat ini - langkah berikutnya akan menjadi rumusan," kata Kramski.
Memakai kondom adalah "murah dan mudah", tetapi bukan pilihan untuk semua orang dengan jutaan orang terinfeksi HIV setiap tahun, ia menambahkan.
"Banyak perempuan, terutama di Afrika atau Amerika Selatan mereka tidak memiliki kekuatan untuk mengatakan Anda harus menggunakan kondom sebelum kita melakukan hubungan seks.
"Susu ini terlihat seperti itu dapat menjadi alat, pencegahan yang murah mudah baru, karena jika Anda menggunakan obat itu benar-benar mahal," katanya. (**/Mn)

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates