
Surabaya - Hitung cepat hasil pemilihan kepala daerah Kota Batu yang digelar "Surabaya Consulting Group" (SCG) memenangkan pasangan "incumbent" (pejabat kini) Eddy Rumpoko-Panjul Santoso dengan perolehan suara 46,75 persen.
Direktur SCG Didik Prasetiyono dalam rilis yang diterima ANTARA di Surabaya, Selasa malam, mengatakan, pihaknya melakukan hitung cepat menggunakan metode "Parallel Voting Tabulation" (PVT) dengan data masuk setara 323 TPS tempat pemungutan suara dari total populasi 399 TPS yang tersebar di Batu.
"Pemilih yang masuk berjumlah 118.929 orang, dari total daftar pemilih tetap yang berjumlah 146.827 orang," ujar mantan anggota KPU Jatim tersebut.
Setelah pasangan Eddy Rumpoko-Panjul Santoso, posisi kedua diraih oleh pasangan nomor urut 1, Abdul Madjid-Kustomo dengan raihan suara 22,76 persen, lalu pasangan nomor urut 2, Suhadi-Suyitno dengan raihan 22,32 persen.
"Sedangkan pasangan nomor urut 3, yakni Gunawan-Sundjojo dengan raihan 8,17 persen suara. Hingga pukul 18.00 WIB, baru memenuhi 81 persen populasi dengan Standar Error 0,5 persen," kata Didik.
Sebelum Pilkada Batu digelar, pihaknya juga melakukan survei untuk melihat elektabilitas keempat pasangan calon yang bertarung. Hasilnya, pasangan "pejabat kini" tetap berada di atas dibandingkan dengan tiga pasangan lainnya.
"Kalau dalam survei lalu, pasangan ini mendapat 55,3 persen. Yang berbeda signifikan, ketika survei pasangan nomor urut pertama berada di peringkat ketiga di bawah pasangan nomor urut dua. Tapi seusai Pilkada, hasil survei itu termentahkan," papar dia.
Menurut Didik, kemenangan pasangan Eddy Rumpoko-Panjul Santoso dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya karena persepsi keberhasilan pemerintahan kota batu dalam lima tahun terakhir.
Selain itu, munculnya rasa simpati terhadap Eddy Rumpoko atas kasus ijazah sebelum pemilihan digelar, patut menjadi catatan yang harus diperhatikan, apalagi peristiwa tersebut terjadi dalam detik-detik menjelang Pilkada digelar.
Tidak hanya itu, terpilihnya kembali pasangan "incumbent" versi hitung cepat ini juga karena kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya.
Selain sektor pariwisata yang sangat melesat, ketersediaan lapangan pekerjaan akibat pertumbuhan ekonomi membuat masyarakat masih mempercayainya.
"Yang perlu diingat, ternyata sebanyak 53,25 persen masyarakat sudah tidak percaya dan memberikan suaranya menyebar kepada tiga pasangan lain. Ini yang harus disikapi Eddy Rumpoko dan wakilnya, serta menjadi bahan evaluasi serius," tukasnya.
Analisa terhadap terdongkraknya suara pasangan Abd. Madjid-Kustomo dilihat dari strategi dan kepandaian pasangan ini yang memanfaatkan momentum Pilkada DKI dengan ikut memakai baju kotak-kotak dalam kampanye serta di dalam surat suara.
"Ada juga pengaruh dari figur baru yang merepresentasikan orang asli Batu, serta mampu tampil bersahaja maupun sederhana," terang Didik. (*)
sumber : http://www.antarajatim.com
0 komentar:
Posting Komentar