Rabu, 03 Oktober 2012

0 Prabowo sebagai pemimpin masa depan bangsa Indonesia

Elektabilitas Prabowo Keinginan Rakyat
Mencermati peluang Capres 2014 mendatang. Posisi dan elektabilitas Prabowo Subianto diantara pesaingnya, baik dari figur militer maupun sipil nampaknya tidak banyak mempengaruhi pilihan masyarakat terhadap figur Prabowo Subianto yang merupakan antitesis dari karakter Presiden SBY. Prabowo dianggap sebagai representasi pemimpin yang tegas, jujur dan berani, disamping memiliki adventage yang tidak dimiliki oleh siapapun para pesaingnya, termasuk tekad Prabowo memberantas KKN dan mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan.
Para ekonom memandang bahwa sistem ekonomi kerakyatan tidak akan mudah diimplementasikan tanpa ketegasan dan keberanian seorang negarawan untuk melakukan bargaining dan obstraksi terhadap hegemoni Asing dalam menguasai, menguras dan merampas kekayaan alam. Figur Prabowo diyakini punya kemampuan untuk itu. Kendati akan muncul resistensi kepentingan Asing, seorang Prabowo punya strategi untuk menjalankan ini dengan baik, tentu dengan dukungan seluruh rakyat Indonesia.
Prabowo, dalam setiap berinteraksi dengan masyarakat dan pers, selalu mengatakan bahwa dia dikaruniai kelebihan untuk membantu bangsa dan rakyat Indonesia mencapai keadilan dan kesejahteraan. Bila diberi amanah menjadi pemimpin, dia tidak akan melakukan korupsi dan tidak akan menkhianati amanah rakyat yang diberikan kepadanya.
“Jika Allah menghendaki saya akan melakukan perubahan mendasar diseluruh sektor kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa ini yang sekian lama terpuruk karena dijajah oleh bangsanya sendiri. Terlalu banyak pembuat masalah di negeri ini dan tidak bisa dibiarkan. Harus dihentikan”, demikian yang selalu diucapkan Prabowo Subianto tatkala bertemu dengan sebagian besar elemen masyarakat diberbagai pelosok negeri.
“Saya menghargai hasil-hasil survey lembaga independen yang menempatkan saya sebagai calon Presiden dengan elektabilitas tertinggi. Saya tidak mau larut dan takabur. Saya berterima kasih, namun yang terpenting bagi saya adalah berjuang dan bekerja keras demi rakyat. Bukan janji, tapi ini tekad dan niat yang tulus untuk berbuat lebih banyak demi 250 juta rakyat Indonesia yang menderita.” Karakter Prabowo yang familiar dan merakyat ini nyatanya memberi keyakinan tersendiri bagi rakyat Indonesia untuk menjadikan Prabowo sebagai pemimpin masa depan bangsa ini. ‘Saya bersedia menjadi alat kalian untuk mencapai cita-cita negeri ini, bukan sebagai komandan kalian tapi pesuruh seluruh rakyat.” Demikian ungkapan Prabowo saat didaulat sebagai Calon Presiden 2014 oleh ribuan massa KAPPI-1 di Jakarta.
Keberhasilannya membangun dan mengangkat Partai Gerindra sebagai Partai yang berjuang demi rakyat merupakan salah satu indikasi bagaimana kemampuan seorang Prabowo bisa mengelola dan mengontrol peran dan posisi politik Gerindra di legislatif agar sejalan dengan aspirasi rakyat. Secara faktual, peran strategis Partai Gerindra di DPR senantiasa mendapat dukungan masyarakat, meskipun umur Partai ini masih relatif sangat muda ketimbang Partai-partai koleganya di DPR namun sudah memberi konstribusi nyata untuk tetap bersama rakyat. Gerindra mendorong penyelesaian komprehensif terhadap kasus Bank Century, kasus Hambalang, dan Wisma Atlit. Mengultimatun para kadernya di DPR untuk tidak melakukan studi banding ke luar negeri dengan sanksi terberat adalah pemecatan. Menolak secara tegas pembangunan gedung baru DPR, dan tentu rakyat masih banyak menuntut peran politis Gerindra dalam rangka menata demokrasi di Indonesia.
RUU Pilpres Harus Sejalan dengan Konstitusi
Secara politis, posisi Prabowo sebagai calon kuat Presiden 2014, tentu tidak akan berjalan linier. Berbagai hambatan dan manuver lawan politik terus akan mengancam dan mengitarinya mengikuti langkahnya dalam menginisiasi solusi dan resultansi keterpurukan bangsa ini. Prabowo mengajak semua elemen bangsa untuk mencermati pembahasan UU Pilpres. Kita semua harus berfikir positif dan berbaik sangka. Jangan ada hegemoni dan pemaksaan kehendak terhadap kelompok minoritas. Kita harus patuh, tunduk dan menjunjung tinggi konstitusi kita, yang seyogianya memberi kesempatan seluas-luasnya kepada setiap anak bangsa untuk menjadi pemimpin. Ungkapan Vox Populi Vox Dei (Suara Rakyat Suara Tuhan) semoga menginspirasi kita dalam menegakkan norma demokrasi, sehingga kita lebih bebas dan jernih menilai pemimpin kemudian menjatuhkan pilihan.
Dalam konteks melaksanakan UUD NRI 1945 secara murni dan konsekuen, sejalan dengan pembahasan RUU Pilpres yang kini tengah dibahas di Badan Legislasi DPR. Dituntut jiwa besar dan sikap kenegarawanan para politisi di Senayan untuk senatiasa menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan. Restriksi Undang Undang (UU) Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden (Pilpres) berkaitan dengan persyaratan Partai Politik untuk mengajukan Calon Presiden hendaknya diskiapi dengan bijak dan jernih.
Semangatnya adalah koherensi antara pemilih figur/tokoh hendaknya didekati secara rasional dengan pemilih anggota legislatif, sehingga parpol yang lolos parliamentary threshold sebesar 3,5 persen bisa mencalonkan pasangan capres dan cawapres sendiri. Jangan menjdikan UU ini sebagai barrier gate untuk menutup partisipasi segenap elemen bangsa untuk mencalonkan diri sebagai Presiden. Kalau ini terjadi maka kita kembali menorehkan stigma dan noktah hitam di atas lembaran putih sejarah bangsa ini.


sumber : politik.kompasiana.com

0 komentar:

Posting Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates