Elektabilitas Prabowo Keinginan Rakyat
Mencermati peluang
Capres 2014 mendatang. Posisi dan elektabilitas Prabowo Subianto
diantara pesaingnya, baik dari figur militer maupun sipil nampaknya
tidak banyak mempengaruhi pilihan masyarakat terhadap figur Prabowo
Subianto yang merupakan antitesis dari karakter Presiden SBY. Prabowo
dianggap sebagai representasi pemimpin yang tegas, jujur dan berani,
disamping memiliki adventage
yang tidak dimiliki oleh siapapun para pesaingnya, termasuk tekad
Prabowo memberantas KKN dan mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan.
Para ekonom memandang
bahwa sistem ekonomi kerakyatan tidak akan mudah diimplementasikan tanpa
ketegasan dan keberanian seorang negarawan untuk melakukan bargaining
dan obstraksi terhadap hegemoni Asing dalam menguasai, menguras dan
merampas kekayaan alam. Figur Prabowo diyakini punya kemampuan untuk
itu. Kendati akan muncul resistensi kepentingan Asing, seorang Prabowo
punya strategi untuk menjalankan ini dengan baik, tentu dengan dukungan
seluruh rakyat Indonesia.
Prabowo, dalam setiap
berinteraksi dengan masyarakat dan pers, selalu mengatakan bahwa dia
dikaruniai kelebihan untuk membantu bangsa dan rakyat Indonesia mencapai
keadilan dan kesejahteraan. Bila diberi amanah menjadi pemimpin, dia
tidak akan melakukan korupsi dan tidak akan menkhianati amanah rakyat
yang diberikan kepadanya.
“Jika Allah
menghendaki saya akan melakukan perubahan mendasar diseluruh sektor
kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mengangkat harkat dan martabat
bangsa ini yang sekian lama terpuruk karena dijajah oleh bangsanya
sendiri. Terlalu banyak pembuat masalah di negeri ini dan tidak bisa
dibiarkan. Harus dihentikan”, demikian yang selalu diucapkan Prabowo
Subianto tatkala bertemu dengan sebagian besar elemen masyarakat
diberbagai pelosok negeri.
“Saya menghargai
hasil-hasil survey lembaga independen yang menempatkan saya sebagai
calon Presiden dengan elektabilitas tertinggi. Saya tidak mau larut dan
takabur. Saya berterima kasih, namun yang terpenting bagi saya adalah
berjuang dan bekerja keras demi rakyat. Bukan janji, tapi ini tekad dan
niat yang tulus untuk berbuat lebih banyak demi 250 juta rakyat
Indonesia yang menderita.” Karakter Prabowo yang familiar dan merakyat
ini nyatanya memberi keyakinan tersendiri bagi rakyat Indonesia untuk
menjadikan Prabowo sebagai pemimpin masa depan bangsa ini. ‘Saya
bersedia menjadi alat kalian untuk mencapai cita-cita negeri ini, bukan
sebagai komandan kalian tapi pesuruh seluruh rakyat.” Demikian ungkapan
Prabowo saat didaulat sebagai Calon Presiden 2014 oleh ribuan massa
KAPPI-1 di Jakarta.
Keberhasilannya
membangun dan mengangkat Partai Gerindra sebagai Partai yang berjuang
demi rakyat merupakan salah satu indikasi bagaimana kemampuan seorang
Prabowo bisa mengelola dan mengontrol peran dan posisi politik Gerindra
di legislatif agar sejalan dengan aspirasi rakyat. Secara faktual, peran
strategis Partai Gerindra di DPR senantiasa mendapat dukungan
masyarakat, meskipun umur Partai ini masih relatif sangat muda ketimbang
Partai-partai koleganya di DPR namun sudah memberi konstribusi nyata
untuk tetap bersama rakyat. Gerindra mendorong penyelesaian komprehensif
terhadap kasus Bank Century, kasus Hambalang, dan Wisma Atlit.
Mengultimatun para kadernya di DPR untuk tidak melakukan studi banding
ke luar negeri dengan sanksi terberat adalah pemecatan. Menolak secara
tegas pembangunan gedung baru DPR, dan tentu rakyat masih banyak
menuntut peran politis Gerindra dalam rangka menata demokrasi di
Indonesia.
RUU Pilpres Harus Sejalan dengan Konstitusi
Secara politis, posisi
Prabowo sebagai calon kuat Presiden 2014, tentu tidak akan berjalan
linier. Berbagai hambatan dan manuver lawan politik terus akan mengancam
dan mengitarinya mengikuti langkahnya dalam menginisiasi solusi dan
resultansi keterpurukan bangsa ini. Prabowo mengajak semua elemen bangsa
untuk mencermati pembahasan UU Pilpres. Kita semua harus berfikir
positif dan berbaik sangka. Jangan ada hegemoni dan pemaksaan kehendak
terhadap kelompok minoritas. Kita harus patuh, tunduk dan menjunjung
tinggi konstitusi kita, yang seyogianya memberi kesempatan
seluas-luasnya kepada setiap anak bangsa untuk menjadi pemimpin. Ungkapan Vox Populi Vox Dei (Suara Rakyat Suara Tuhan)
semoga menginspirasi kita dalam menegakkan norma demokrasi, sehingga
kita lebih bebas dan jernih menilai pemimpin kemudian menjatuhkan
pilihan.
Dalam konteks
melaksanakan UUD NRI 1945 secara murni dan konsekuen, sejalan dengan
pembahasan RUU Pilpres yang kini tengah dibahas di Badan Legislasi DPR.
Dituntut jiwa besar dan sikap kenegarawanan para politisi di Senayan
untuk senatiasa menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas
kepentingan golongan. Restriksi Undang Undang
(UU) Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden (Pilpres) berkaitan
dengan persyaratan Partai Politik untuk mengajukan Calon Presiden
hendaknya diskiapi dengan bijak dan jernih.
Semangatnya
adalah koherensi antara pemilih figur/tokoh hendaknya didekati secara
rasional dengan pemilih anggota legislatif, sehingga parpol yang lolos parliamentary threshold sebesar 3,5 persen bisa mencalonkan pasangan capres dan cawapres sendiri. Jangan menjdikan UU ini sebagai barrier gate
untuk menutup partisipasi segenap elemen bangsa untuk mencalonkan diri
sebagai Presiden. Kalau ini terjadi maka kita kembali menorehkan stigma
dan noktah hitam di atas lembaran putih sejarah bangsa ini.
sumber : politik.kompasiana.com
0 komentar:
Posting Komentar