Selasa, 09 Oktober 2012

0 Perkembangan Bisnis secara Franchise di Indonesia




Pertumbuhan dunia bisnis zaman ini berkembang dengan sangat pesatnya, yang didukung juga dengan usaha untuk memperluas bisnis yang kian semakin variatif. Salah satu bentuk usaha untuk memperluas bisnis itu yaitu dengan menggunakan sistem bisnis “ Franchise “. Lalu, sebenernya apa sih bisnis franchise itu ??
Franchisee adalah badan usaha atau perseorangan yang diberikan hak buat memanfaatkan dan menggunakan hak yang dimiliki oleh Franchisor. Franchisor atau juga yang disebut pemberi laba adalah badan usaha atau perseorangan yang memberikan haknya kepada orang lain untuk dikelola kepada franchise.
Jadi intinya, bisnis dengan franchise adalah meode dalam pendistribusian barang dan jasa kepada konsumen. Seperti yang telah dikatakan diatas, bahwa pemilik disebut franchisor, sedangkan pihak yang diberi tanggung jawab untuk mengelola disebut franchise. Dengan kata lain, pihak franchise diberi hak dan wewenang untuk menggumpulkan produk ataupun merek barang yang telah diciptakan oleh franchisor.
Dilihat dari segi sistem bisnisnya, “ Franchise “ setidaknya akan menguntungkan dalam hal efisiensi usaha, yang artinya adalah franchise itu menggunakan nama usaha ( brain name ), merek bisnis, logo, dan cara memproduksinya.
  • SEJARAH FRANCHISE di INDONESIA

Di Indonesia, Franchise sering disebut juga dengan waralaba. Kata “franchise” dapat kita artikan sebagai “Waralaba” ( wara = lebih, dan laba = untung ), Jadi, waralaba, kita dapat artikan menjadi “ Lebih Untung”.
Franchise mulai dikenal pada sejak tahun 70an, yaitu ketika masuknya Shakey Pisa, KFC, Swensen dan juga Burger King. Pada tahun 1995, perkembangan bisnis franchise ini mulai berkembang dengan sangat pesatnya.
Menurut Data Deperindag, pada tahun 1997, tercatat sekitar 259 perusahaan penerima franchise di Indonesia. Setelah itu, usaha franchise mengalami kemerosotan karena terjadinya krisis moneter pada saat itu.
Hingga para penerima franchise asing terpaksa menutup usahanya karena nilai rupiah yang sedang turun saat itu. Hingga tahun 2000, franchise asing masih menunggu untuk masuk kembali ke Indonesia. Hal itu karena disebabkan karena kondisi ekonomi dan politik yang masih belum stabil. Dan juga karena adanya perseteruan para elite politik. Barulah pada tahun 2003, usaha franchise di tanah air muali mengalami perkembangan yang pesat.
  • SEJARAH FRANCHISE di BEBERAPA NEGARA

Ø  Amerika Serikat
Franchise pertama kali dimulai dari Amerika Serikat oleh Sewing Machine Company, yaitu produsen dari mesin jahit Singer di tahun 1851. Pola itu kemudian diikuti oleh perusahaan otomotif General Motor Industry yang melakukan penjualan kendaraan bermotor dengan menggunakan bisnis franchise pada tahun 1898 dan juga bisnis mulai diikuti oleh perusahaan-perusahaan soft drink di Amerika.
Ø Inggris
Di Inggris, bisnis Franchise dimulai oleh J Lyons yaitu yang memulai usahanya dengan Wimpy dan Golden Egg pada tahun 60-an. Bisnis franchise disini tidak mengenal diskriminasi. Franchisor dalam menyeleksi calon mitranya berpedoman pada keuntungan bersama.
Keberhasilan dari Bisnis Franchise adalah bergantung pada kerja keras dari franchisee dan juga nilai yangditambahkan oleh franchisor.
  • JENIS WARALABA

Waralaba dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
ü  Waralaba luar negeri
Cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, mereknyapun sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
ü  Waralaba dalam negeri
Menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha, tetapi tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang bisnis ini.
  • CONTOH PERUSAHAAN FURCHASE di INDONESIA

McDonald’s Corporation ( yang dikenal dengan sebutan McD ) adalah rangkaian rumah makan siap saji terbesar di dunia. Hidangan utama di restoran ini adalah hamburger, namun disini juga menyediakan minuman ringan, kentang goreng, filet ayam, ice cream, dan hidangan-hidangan lokal yang disesuaikan dengan tempat restoran itu berada.
Restoran McDonald’s pertama didirikan oleh dua bersaudara yaitu Dick dan Mac McDonald pada tahun 1940, namun kemudian dibeli oleh Ray Kroc dan diperluas ke seluruh dunia.
Sampai pada tahun 2004, McDonald’s memiliki 30.000 restoran di seluruh dunia dengan jumlah pengunjung rata-rata 50.000.000 orang dan pengunjung per hari.
Lambang MacDonald’s adalah dua busur berwarna kuning yang biasanya dipajang diluar restoran mereka, yang memungkinkan pengunjung segera mengenali bahwa restoran tersebut adalah restoran McDonald’s

Franchisor dapat membuat uang dalam berbagai cara, yaitu :

1.     Menjual franchise kepada franchisee
2.    Menjual perlengkapan ke franchisee
3.    Mengumpulkan presentase penjualan

Beberapa keuntungan bagi Franchisor :

1.     Produk atau jasa terdistribusi secara luas tanpa memerlukan biaya produksi dan biaya investasi.
2.    Produk atau jasa dikonsumsi dengan mutu yang sama.
3.    Keuntungan dari royalti atau penjual lisensi.
4.    Bisnisnya berkembang dengan cepat di banyak lokasi secara bersamaan yang dapat meningkatkan keuntungan.

Beberapa keuntungan bagi Franchisee :

1.     Popularitas produk atau jasa sudah dikenal oleh konsumen yang dapat menghemat biaya promosi.
2.    Mendapatkan fasilitas-fasilitas manajemen tertentu
3.    Mendapatkan image sama dengan Franchisor

Beberapa kerugian bagi Franchisee :

1.     Biaya starup cost yang tinggi.
2.    Tidak bebas dalam  mengembangkan usahanya karena berbagai peraturan yang telah ditetapkan Franchisor.
3.    Terikat pada pembelian bahan untuk produksi roduk atau jasa yang akan dijual.
4.    Harus jeli dan tidak terjebak pada isi perjanjian dengan Franchisor.

Masalah-masalah dalam membeli Franchise, yaitu :

1.     Franchisee harus berhati-hati dalam mengevaluasi minat dan kemampuan agar dapat menemukan industri yang tpat, sehingga bisnis bisa berjalan dengan lancar.
2.    Setiap calon Franchisee harus meneliti industri yang akan dibeli, potensi kompetitor dalam industri tersebut, dsb.
3.    Hati-hati memeriksa kekuatan kompetitif waralaba di berbagai industri.
4.    Mengidentifikasi sebuah Fanchisor yang sesuai dengan potensi yang terbaik.
  • KESIMPULAN

1.     Bentuk Franchise yang merupakan bisnis instant banyak diminati oleh pengusaha Indonesia karena pasar yang telah tersedia serya beberapa keuntungan dari bentuk Franchise itu sendiri seperti bantuan yang diberikan Franchisor.
2.    Bisnis Franchise makanan mempunyai ciri khusus dari produknya sehingga dapat lebih mudah bertahan dari ancaman pasar.
3.    Terjadinya pergeseran budaya dari budaya tradisional menjadi budaya modern yang membantu suksenya bisnis Franchise makanan.
4.    Motivasi membeli makanan asing / baru secara keseluruhan sangat tinggi, namun loyalitasnya mereknya rendah.
5.    Menu bisnis Franchise makanan menjangkau konsumen segala umur dengan berbagai paket menu untuk anak dan dewasa.
6.    Kelas sosial tidak menjadi penghambat bagi keberhasilan pertumbuhan bisnis Franchise.
7.    Bisnis Franchise mengantisipasi perubahan gaya hidup.
Franchase juga sangat mendukung perekonomian bangsa karena membantu mensejahterakan para pengusaha-pengusaha baru untuk membangun sebuah perusahaan yang telah ada dan menjadikan para calon pekerja mendapatkan lapangan pekerjaan, hingga dapat mengurangi angka pengangguran yang semakin meningkat. Hal ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi semakin baik dan maju, juga untuk bisa bersaing menghadapi perekonomian bebas dimasa yang akan mendatang. Franchise juga memiliki keuntungan dan kerugian yang kita juga dapat ketahui agar  bisa mengatasi masalah-masalah yang akan kita hadapi saat menjalankan usaha tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates