Jumat, 26 Oktober 2012

0 Pendidikan memegang peranan penting untuk perubahan indonesia



 


Saya warga negara indonesia yang berdomisili di desa yang sangat minim pengetahuan politik tata negara .Saya adalah 1 dari ± 200 juta rakyat  Indonesia yang baru saja bangun dari tidur panjang yang coba buat teriakan kegalauan dari apa yang saya lihat dan dengar tentang carut marut negeri ini .
Korupsi,kolusi & nepotisme menjadi sebuah kewajaran yang membudaya dinegeri ini, setiap kita melihat televisi yang kita saksikan hanyalah kekacauan,kekacauan dan kekacauan, jelas krisis multidimensional sedang terjadi. Ketika setiap sinetron baru dengan artis muda pendatang baru yang segar terus meningkat ratingnya disaat itu pula masih banyak saudara-saudara kita yang makan nasi aking. Bukankah negeri ini begitu kaya raya? 14 tahun reformasi tidak banyak perubahan yang dirasakan rakyatnya, pertama karena hutang masa lalu di masa orde baru yang mengikat kita kedua kebobrokan birokrasi yang makin menjadi pasca reformasi. Pada siapa saya harus bertanya tentang biaya sekolah yang mahal, pada siapa seorang ibu yang tidak bisa memberi asupan gizi yang cukup untuk anaknya, pada siapa? Pertanyaan demi pertanyaan terus keluar dari setiap mulut orang di negeri ini, tapi itu hanya sebuah pertanyaan jika tidak ada yang mau mencari jawaban dari pertanyaan itu.
Saya bukan bermaksud apatis, tidak juga pesimis terhadap masa depan negeri ini. Kalau saja saya adalah pengeras suara yang berada dimasjid,terminal,stasiun,bandara,pusat perbelanjaan saya akan mengeraskan suara saya tanpa harus diatur oleh operator, saya akan berteriak “Bangun bung! Bangun! Buka mata anda ketika anda melihat realitas yang sebenarnya di negeri ini ”.
Indonesia adalah Negara demokrasi, dimana orang-orang bebas melakukan apa saja selama itu tidak melanggar hukum dan norma-norma yang berlaku dimasyarakat. Negara ini telah dua kali memilih presiden secara langsung, setiap orang mempunyai hak atas suara yang akan dia berikan untuk seorang yang akan memimpin negeri ini. Tapi sepertinya rakyat Indonesia belum siap untuk berdemokrasi, ketika musim pemilu atau pilkada datang terlihat jelas ketidak siapan atau ketidak mengertian rakyat hal yang akan dia perbuat didalam bilik suara, money politik masih saja terjadi. Pesta demokrasi tak ubahnya sebuah pesta saling tipu-menipu antara pemilih dan yang ingin dipilih. Saya tidak menyalahkan orang-orang yang tergiur uang sepuluh atau dua puluh ribu rupiah. Ketika pemilihan pemimpin atau wakil rakyat dipilih dengan cara voting dan keaadaan masih seperti ini tentu ini adalah sebuah bencana.
Bukan seorang figur yang bisa merubah nasib negeri ini, tapi kita semua orang-orang yang hidup didalam negeri ini yang menginginkan suatu kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Terutama para pemuda, karena pemudalah yang bisa mengadakan perubahan. Namun jika pemuda kita masih banyak yang enggan untuk menanggapi realitas yang terjadi dinegeri ini karena dinina bobo kan oleh keseharian yang ‘terlihat’ amat menyenangkan .
Di pabrik yang bernama sekolah, saya tidak diajarkan bagaimana untuk menjadi seorang manusia yang benar-benar manusia, saya hanya disuruh belajar dengan tekun agar lulus ujian, bekerja di perusahaan asing dengan gaji yang besar atau masuk perguruan tinggi yang bagus itu pun pasti mahal selama pendidikan masih di industrikan. bukan berarti itu tidak penting tapi saya tidak merasakan pendidikann kewarganegaraan untuk hidup dinegara Indonesia tidak juga merasakan pelajaran Sejarah yang sebenarnya, karena hanya disuruh menghafal tanggal,nama seorang,nama tempat, begitu pun pelajaran agama itu pun tidak begitu penting untuk nilai raport. Lebih parah lagi buku pelajaran sejarah itu adalah sebuah fiksi warisan orde baru yang buruk.
Sistem pendidikan yang begitu kacau ini akan terus kacau jika tidak dibenahi. Jika kita ingin merubah negeri ini kita harus melakukannya melalui pendidikan atau jika tidak sabar lakukan revolusi secara fisik dan memerlukan banyak darah, apakah belum cukup banyak darah yang berceceran pada 1998, tidak! Jangan ada lagi darah. Seperti yang telah diwariskan para founding father negeri ini,pentingnya membangun karakter dan jatidiri bangsa atau yang disebut national & character building manusia Indonesia yang sangat Indonesia harus dijalankan, bukan lagi menjadi sebuah retorika bagaimana caranya, karena jelas pendidikan lah yang memegang peranan penting.
Demokrasi ini akan begitu indah jika rakyat kita cerdas dalam pilih pemimpin, memilih orang yang benar-benar bisa dikatakan pantas untuk memimpin sebuah Negara bukan hanya dari pencitraan di media tapi di lihat dari track recordnya, masih banyak orang baik dinegeri ini untuk terjun ke dalam pemerintahan tapi karena mereka menolak untuk bermain uang atau tidak punya sponsor mereka tersisih atau bisa jadi karena mereka menggunakan kendaraan partai politik yang menurut saya pribadi sistem di dalam partai politik itu sendiri sudah rusak,karena Integritas seorang tidak cukup untuk membuat suatu perubahan, harus ditopang juga dengan sistem yang baik. Orang-orang yang mempunyai integeritas yang ingin terjun ke dunia politik lebih memilih jalur Independen namun calon Independen belum cukup kuat untuk mendapatkan hati rakyat.  Bayangkan jika kita melek politik benar-benar cerdas menggunakan hak suara kita, betapa indahnya demokrasi ini. melihat semua ini kita jangan hanya defensive tapi harus ofensif.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates