Selasa, 09 Oktober 2012

0 Pedoman Hidup Tiga Kebajikan


      



             Apakah hakekat kehidupan ini yang sesungguhnya? Mungkin kita akan mendefinisikannya sesuai dengan pemahaman atau ajaran agama kita. Begini dan begitu. Begitulah kebenaran. Demikian luas dan fleksibelnya dapat kita jabarkan sesuai pemahaman.
Pada dasarnya hakekat kehidupan ini adalah untuk memberi manfaat, menahan diri, dan menguasai diri.
Bila ketiga dasar kebajikan ini menjadi pedoman hidup kita, maka jalan sukses sebagai manusia telah terbuka dan dalam genggaman.
1. Memberi Manfaat Bagi Kehidupan dan Sesama
Penciptaan setiap manusia hakekatnya adalah untuk saling memberi manfaat. Karena kita sebagai manusia memang saling membutuhkan dan menghidupi.
Itulah sebabnya sebagai makhluk sosial, kita perlu saling berhubungan dan memberikan manfaat. Menciptakan jalinan persahabatan sebanyak-banyaknya dan menghindari permusuhan.
Apakah saya sudah bermanfaat dan berarti bagi hidup ini dan sesama adalah pertanyaan pengingat yang seharusnya menjadi menu harian.
Karena hidup ini hanyalah kesia-siaan bila dilalalui dengan sia-sia tanpa ada memberi manfaat.
Kehidupan yang bermanfaat dan bermartabat adalah selalu mengijat jodoh baik dengan sesama. Tanpa memandang Suku, Agama, Ras, dan golongannya. Tanpa memilih apakah orang baik atau tidal dan jenis kelaminnya.
2. Menahan Diri
Segala sumber kesalahan manusia pada dasarnya adalah karena tidak dapat menahan diri. Pikiran dan nafsu yang tidak terkontrol berimplikasi oada perilaku.
Kemarahan, kebencian, perselisihan, keserakahan, kebohongan, kemaksiatan, dan lainnya adalah akibat tidak dapat menahan diri.
Hal ini tanpa kita sadari membunuh benih-benih kebajikan kita.
Mereka yang mengerti, maka dalam hidupnya akan selala menahan diri dan keinginannya yang tidak baik.
Sekuat tenaga berusaha menahan diri dengan mengendalikan pikiran dan hatinya, sehingga perilakunya selalu terkendali.
3. Menguasai Diri
Kebajikan yang tertinggi adalah ketika seseorang dapat menguasai dirinya. Debgan demikian ia akan menjadi tuan rumah bagi dirinya sendiri.
Segala perilakunya telah terkendali dalam kesadaran dan naungan nurani. Ketenangan menghiasi setiap langkah hidupnya.
Bila seseorang telah sampai tarap mengyasai dirinya, maka ia telah menjadi penguasa hidupnya..
Ketika itu ia hidup dalam segala kebajikan yang tak ternoda. Segalanya hanya mengikuti instruksi nurani.
Sayangnya untuk sampai tarap menguasai diri ini tidak banyak yang dapat mencapainya. Tetapi sejatinya setiap orang dapat sampai ke tarap ini

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates