Sabtu, 20 Oktober 2012

0 PASAR TRADISIONAL ADALAH PASAR YANG PEDAGANGNYA BANYAK PEMBELINYA JUGA BANYAK





         Seiring dengan perubahan zaman dan kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat,
Pasar tradisional saat ini dinilai semakin terpinggirkan akibat ekspansi pasar modern yang kian marak di Indonesia.
seharunya pemerintah membela kepentingan rakyat kecil supaya peningkatan pertumbuhan ekonomi bisa merata.
Dalam hal ini yang di maksud dengan pasar tradisional,yang sesuai dengan ekonomi kerakyatan adalah  pasar yang penjualnya banyak pembelinya juga banyak,ditata dengan gaya modern yang bersih sehingga dapat memberi kenyamanan pada konsumen dari semua golongan.
Saat ini yang terjadi adalah pasar tradional tidak di perhatikan pengelolanya sehingga  mulai tergusur oleh pasar modern,akhirnya pedagang kecil mulai gulung tikar.

"Mereka (pasar modern) mengelilingi pasar tradisional yang sudah ada. Padahal aturannya pasar modern tidak boleh dekat dengan pasar tradisional, harusnya pasar modern jaraknya dua kilometer dari pasar tradisional," kata CEO Itqoni Group ‎ Irwan khalis di Hotel Akmani Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ini menyebabkan terjadi persaingan tidak fair dan tercipta pasar bebas yang sangat dibebaskan. Dia menyebut jika hal ini menjadi masalah eksternal yang dihadapi oleh pasar tradisional saat ini. 

"Pasar tradisional eksis puluhan tahun lalu dan memiliki konsumen tetap. Yang tidak dipunyai pasar tradisional adalah infrastruktur untuk melayani konsumen misalnya kalau hujan kehujanan dan panas kepanasan," kata dia.

Dia menyarankan harus adanya perbaikan dari pasar tradisional yang sudah ada untuk bisa memperkuat fungsi pasar tersebut. "Misalnya ventilasi pasar diperbaiki dan dibuat bagus sehingga sirkulasi udaranya membuat pembeli dan pedagang nyaman," kata dia.

Irwan menjelaskan pasar tradisional harus diberdayakan sebab seluruh elemen masyarakat dari berbagai golongan masyarakat menggunakan pasar tradisional untuk berbelanja, sehingga harus mendapat perhatian serius semua pihak terutama Pemda.

Dia menyebut, dana yang dibutuhkan untuk renovasi pasar tradisional tidaklah kecil yaitu sekira USD40 juta. Setidaknya ada tiga pasar tradisional yang sudah diperbaiki. Ketiga pasar tersebut adalah pasar tradisional di wilayah Karawang dan Cikampek di Jawa Barat dan satu pasar seni tradisional di Batu, Malang.

“Untuk Karawang dibutuhkan dana mencapai USD6 juta, Cikampek USD4 Juta dan Batu sekitar USD15 juta, yang dananya semua didapat dari kredit pinjaman ini,” ujarnya.

Irwan mengatakan, sisa dana sekitar USD15 juta dari total investasi revitalisasi pasar tradisional tahun ini akan diambil dari kas internal induk usaha mereka yaitu, PT Panglima Capital Itqoni.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates