Jumat, 12 Oktober 2012

0 Kopi Gajah dari Thailand



img


      Kopi Luwak khas Indonesia tersohor di mata wisatawan mancanegara. Tak mau kalah, sekarang Thailand punya kopi dari kotoran gajah! Wisatawan bisa menikmatinya di sebuah resor di Chiang Rai, utara Thailand.

Kopi Luwak adalah salah satu alasan wisatawan datang ke Indonesia. Kopi tradisional ini dijual dengan harga selangit. Konsepnya sederhana. Luwak memakan buah kopi, pencernaannya akan mengurai protein, lalu hewan itu pun buang hajat. Kotoran itulah yang lantas menjadi kopi nikmat. Akibat protein yang terurai, tingkat keasamannya pun rendah.

Tapi rupanya, Indonesia bukan satu-satunya negara yang punya kopi unik seperti ini. Sekarang Thailand punya kopi dari kotoran gajah, disebut Black Ivory, yang harganya lebih mahal dari kopi luwak!

Dari situs CNNGo, Jumat (12/10/2012), kopi ini disuguhkan kepada wisatawan yang menginap di Anantara Golden Triangle Resort, Chiang Rai, Thailand. Harganya tak tanggung-tanggung, US$ 1.100 (Rp 10,5 juta) per kilogram atau US$ 50 (Rp 480.000) per cangkir.

Coba bandingkan dengan kopi luwak khas Indonesia. Harga kopi luwak US$ 500-600 (Rp 480.000-580.000) per kilogram, satu cangkirnya sekitar US$ 30 (Rp 290.000). Berarti, Black Ivory bisa jadi kopi termahal di dunia.

Untuk saat ini, Black Ivory bisa didapat di 4 resor milik Anantara di Maladewa. Selain itu, wisatawan juga bisa mencicipinya di tempat pembuatannya yakni Anantara's Golden Triangle Asian Elephant Foundation (GTAEF). Yayasan yang masuk ke area Anantara Golden Triangle Resort ini merupakan pusat konservasi gajah Thailand. 8 Persen hasil penjualan Black Ivory dialokasikan untuk GTAEF.

Dalam rilis Anantara yang ditulis CNNGo, proses pembuatan Black Ivory dimulai dari kebun kopi Arabica di Chiang Rai. Perkebunan kopi ini terletak di ketinggian 1.500 mdpl. Gajah-gajah akan memakan buah kopi yang berwarna merah. Kotoran gajah lalu diambil manual oleh manusia.

"Penelitian mengungkapkan selama proses mencerna, enzim yang ada di perut gajah mengurai protein kopi. Karena protein adalah asal mula rasa asam pada kopi, lebih sedikit protein berarti hampir tidak ada tingkat keasaman," kata Anantara Golden Triangle dalam rilisnya.

Nah, yang jadi pertanyaan publik adalah, jika luwak secara alami memang makan kopi, bagaimana dengan gajah? Apakah tidak bahaya jika gajah yang secara alami makan dedaunan, disuruh memakan kopi. Untuk hal ini, Direktur Anantara, John Roberts malah mengatakan di blognya, "Bukankah nggak enak kalau pagi-pagi belum minum kopi. Gajah juga sebal kalau pagi-pagi tidak makan kopi."

Sudah mencoba kopi luwak? Saatnya traveling ke Thailand untuk membandingkannya dengan kopi gajah!

0 komentar:

Poskan Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates