وَمِنْ
أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ إِن تَأْمَنْهُ بِقِنطَارٍ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ
وَمِنْهُم مَّنْ إِن تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لاَّ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلاَّ
مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَآئِمًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ لَيْسَ
عَلَيْنَا فِي الأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ
وَهُمْ يَعْلَمُونَ ﴿٧٥﴾ بَلَى مَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ
اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ ﴿٧٦﴾
“Dan
di antara Ahlul Kitab ada yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta
yang banyak, dikembalikannya kepadamu, dan di antara mereka ada orang
yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya
kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian lantaran
mereka mengatakan, ‘Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi’.
Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. Bukan
demikian, sebenarnya siapa yang menempat janji (yang dibuatnya) dan
bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran [3] : 75-76)
Allah Ta’ala
memberitahukan kepada kita tentang karakter dan keadaan orang-orang
Yahudi, bahwa di antara mereka ada yang gemar berkhianat. Berkhianat
sudah menjadi karakter mereka. Sepanjang sejarah. Mereka akan selalu
melakukan pengkhianatan terhadap orang-orang Mukmin, dan orang-orang
Yahudi selalu berlaku bathil.
Allah Rabbul Aziz
memperingatkan kepada orang-orang Mukmin sifat dan karakter orang-orang
Yahudi, berkaitan dengan harta. Tetapi, karakter berkhianat itu, bukan
hanya terhadap harta semata, tetapi dalam segala aspek kehidupan.
Termasuk dalam pernjanjian dan kehidupan sehari-hari. Karena itu,
hubungan antara orang-orang Mukmin dengan Yahudi itu, tidak pernah
bersifat langgeng, lantaran sikap dan karakter mereka yang suka
berkhianat.
Pandangan
orang-orang Yahudi itu, melakukan pengkhianatan dan bersikap khianat
terhadap orang-orang Mukmin, lantaran mereka itu, menganggap berbuat
khianat terhadap orang-orang Mukmin itu, bukanlah suatu tindakan dosa.
Bukanlah kesalahan. Tetapi, sebuah kemestian yang harus mereka lakukan,
agar orang-oran Mukmin, selalu menderita dan kesusahan.
Orang-orang Yahudi, mengatakan, “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi”.
Pengertian ‘ummi’ itu, bagi mereka, dari sudut pandang ajaran agama
mereka itu, tidak ada dosa bagi orang Yahudi memakan harta orang ‘ummi’,
yaitu orang Arab, orang-orang Mukmin, dan Allah menghalalkannya bagi
kami. Itulah persepsi orang-orang Yahudi terhadap orang-orang Mukmin.
Di
zaman modern ini, kaum Yahudi menciptakan sistem kufur dan bathil,
seperti riba, bunga, utang dengan bunga-berbunga, yang mengakibatkan
kebangkrutan dan kekacauan.
Seperti
sekarang ini, di mana masyarakat dunia menghadapi kekacauan secara
global, akibat sistem riba dan rente, yang mengakibatkan negara-negara
yang menganut sistem riba, rente, itu bangkrut. Ini menjadi tujuan utama
Yahudi, bagaimana komunias di luar golongan Yahudi, bangkrut, dan hanya
mereka yang eksis.
Penduduk
dunia sekarang jumlahnya mencapai 7 miliar manusia. Dari 7 miliar itu,
hanya 7 negara yang mendominasi seluruh kehidupan dunia sekarang ini,
yaitu mereka yang tergabung dalam Group 7 Negara Industri. Dari 7 Negara
Industri itu, yang berkuasa hanya 1 persen, dan yang 99 persen, mereka
menjadi budak, yang terus-menerus diperas dan diperpudak oleh mereka
yang berkuasa, melalui sistem yang mereka ciptakan.
Mereka
yang berkuasa yang jumlahnya hanya 1 persen itu, tak lain, orang-orang
Yahudi.Orang-orang kaya Yahudi itu, yang menciptakan sistem ekonomi
dunia, yang penuh dengan kekufuran dan kebathilan, seperti riba, rete,
serta berbagai model sistem yang berkembang di dunia Barat, antara lain
yang dijalankan oleh Madog, seorang Yahudi, yang menciptakan model skema
ponzi, yang menghancurkan banyak orang di New York. Dan, Madoq telah
dipenjara selama 150 tahun, akibat kedustaan dan penipuan yang
dilakukan. Allah Azza Wa Jalla berfirman,“Mereka berkata dusta, dan dusta kepada Allah, padahal mereka mengetahui”.
Mereka
membuat perkataan (theori) yang dibuat-buat, dan melakukan kedustaan
dengan kesesatan yang nyata. Allah telah mengharamkan memakan harta
orang lain, kecuali dengan cara yang benar. Tetapi, mereka kaum yang
suka berdusta. Orang-orang Yahudi, sebuah kaum yang sudah menjadi
karakter dan watak mereka berdusta.
Abdurrazzaq meriwayatkan dari Sha’sha’ah bin Yazid, bahwanya seseorang berkata kepada Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata:
“Kami
memperoleh harta Ahli Dzimmah dalam sebuah peperangan berupa Ayam dan
Kambing. Ibnu ‘Abbas berkata, “Lalu apa yang kalian katakan?”. Kami
mengatakan, “Tidak ada halangan bagi kami untuk mengambilnya”. Ibnu
‘Abbas berkata, “Sungguh itu seperti ucapan Ahli Kitab”. “Tidak ada dosa
bagi kami terhadap orang-orang Ummi”. Jika mereka telah membayar
jizyah, maka tidak halal bagi kalian harta mereka, kecuali dengan
kerelaan hati mereka”.
Sesungguhnya Allah Ta’ala
mengutus para Nabi, sebagaimana Allah mengambil janji dari para Nabi,
dan umat mereka, agar menjauhi semua yang diharamkan oleh Allah, dan
mengikuti ketaatan syariah-Nya yang dibawa oleh penutup para Rasul dan
penghulu ummat manusia. “Maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa”.
Allah mengabarkan, sesungguhnya orang-orang yang menukar janji mereka kepada Allah untuk mengikuti Muhammad Shallahu alaihi wassalam,
menyebutkan sifat beliau kepada manusia, dan menjelaskan urusan beliau,
serta menukar sumpah-sumpah dusta mereka yang keji dengan harga yang
sedikit dan murah, berupa kesenangan duniawi yang fana ini. Maka, Allah Ta’ala menegaskan, “Mereka itu tidak mendapat bagian pahala di Akhirat”.
Artinya, mereka tidak mendapatkan pahala, dan tidak mendapatkan apa-apa
kelak di Akhirat. Mereka telah berdusta dan berkhianat kepada Allah Ta’ala.
Di
Akhirat nanti Allah tidak akan mengajak mereka berbicara dengan lembut,
dan tidak melihat mereka dengan pandangan kasih sayang. Hadist
diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abu Dzar, ia berkata, Rasulullah Shallahu alaihi wassalam bersabda :
“Tiga
macam orang yang Allah tidak akan berbicara dengan mereka (dengan
ucapan yang lembut), tidak melihat mereka pada hari Kiamat (dengan
pandangan rahmat), tidak membersihkan mereka (dari dosanya), dan bagi
mereka adzab yang pedih’. Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah
mereka?’ ‘Sungguh rugi dan malang mereka?’ Rasulullah mengulangi ucapan
beliau tiga kali, kemudian beliau bersabda, ‘Orang Musbil (menjulurkan
pakaiannya di bawah mata kaki), orang yang melariskan dagangannya dengan
sumpah palsu, dan orang yang mengungkit-ngungkit pemberiannya’.”
Selanjutnya Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, bersabda,“Barangsiapa
bersumpah dengan sumpah dusta untuk merampas harta orang lain, niscaya
ia akan bertemu dengan Allah Ta’ala sedang Allah marah kepadanya”.
Betapa
hari ini pengkhianatan, kedustaan, dan merampas harta orang lain,
disertai cara yang tidak sah, terjadi di mana-mana. Sudah menjadi
karakter dan kebiasaan. Serta tidak dianggap sebagai perbuatan dosa.
Inilah
yang menimbulkan fitnah dan kekacauan dalam kehidupan. Manusia tidak
pernah mendapatkan ketenangan dalam hidup mereka. Karena mereka memiliki
sifat dan karakter seperti orang Yahudi, yang gemar berdusta dan
berkhianat. Hanya sekadar ingin mendapatkan kenikmatan duniawi.
Allah
Ta’ala mengutuk dan membenci orang-orang Yahudi, terutama karena
Rahib-Rahib merkeka menghalalkan yang diharamkan oleh Allah Ta’ala.
Inilah pangkal musibah dan kehancuran. Wallahu’alam.
oleh Mashadi
0 komentar:
Posting Komentar