Survei: Lesbian Cenderung Suka Pesta Minuman dan Obat Terlarang
Padahal gaya hidup yang tak sehat serta perilaku seks yang menyimpang itu berisiko tinggi kanker serviks.
Sebuah survei terbaru di Australia mengungkapkan, bahwa lesbian dan biseksual lebih cenderung menggunakan obat-obatan terlarang dan pesta minuman daripada populasi umum.
Survei tentang kesehatan lesbian dan biseksual yang dilakukan oleh university's WA Centre for Health Promotion Research (WACHPR) menemukan, penggunaan obat-obatan legal dan ilegal pada kelompok ini (lesbian dan biseksual) lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum, dan mereka enggan untuk melakukan pap smear.
Padahal lesbian dan perempuan biseksual merupakan kelompok yang berisiko tinggi menderita kanker serviks akibat perilaku seks yang menyimpang itu.
Jude Comfort, dari WACHPR, mengatakan beberapa temuan yang mengejutkan ini membantu para peneliti sosial untuk membangun sebuah gambaran dalam masyarakat yang dapat memberikan arahan untuk meningkatkan kesehatan mereka.
Dalam survei tersebut juga menemukan, bahwa 27 persen responden belum pernah melakukan pap smear dan 8 persen lebih pernah melakukan pap smear terakhir, lebih dari tiga tahun yang lalu.
"Ini merupakan alat skrining penting untuk kanker serviks. Angka-angka tersebut menunjukkan betapa minimnya pemahaman mereka tentang pentingnya melakukan pap smear, " imbuhnya.
Comfort menambahkan, enam bulan sebelum survei dilakukan hampir setengah dari lesbian telah menggunakan obat terlarang dengan rincian 36 persen menggunakan ganja, ekstasi 18 persen dan speed 16 persen. "Sekali lagi angka-angka ini lebih tinggi dari masyarakat luas, " imbuhnya.
Survei tersebut juga menunjukkan 35 persen perempuan melaporkan bahwa mereka telah mengalami beberapa gangguan perilaku pada tahun sebelumnya, dan lebih dari 20 persen telah mengalami kekerasan dalam rumah tangga dengan pasangan perempuannya.
Hampir 900 perempuan yang disurvei berusia rata-rata 26 tahun.
Sebuah survei terbaru di Australia mengungkapkan, bahwa lesbian dan biseksual lebih cenderung menggunakan obat-obatan terlarang dan pesta minuman daripada populasi umum.
Survei tentang kesehatan lesbian dan biseksual yang dilakukan oleh university's WA Centre for Health Promotion Research (WACHPR) menemukan, penggunaan obat-obatan legal dan ilegal pada kelompok ini (lesbian dan biseksual) lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum, dan mereka enggan untuk melakukan pap smear.
Padahal lesbian dan perempuan biseksual merupakan kelompok yang berisiko tinggi menderita kanker serviks akibat perilaku seks yang menyimpang itu.
Jude Comfort, dari WACHPR, mengatakan beberapa temuan yang mengejutkan ini membantu para peneliti sosial untuk membangun sebuah gambaran dalam masyarakat yang dapat memberikan arahan untuk meningkatkan kesehatan mereka.
Dalam survei tersebut juga menemukan, bahwa 27 persen responden belum pernah melakukan pap smear dan 8 persen lebih pernah melakukan pap smear terakhir, lebih dari tiga tahun yang lalu.
"Ini merupakan alat skrining penting untuk kanker serviks. Angka-angka tersebut menunjukkan betapa minimnya pemahaman mereka tentang pentingnya melakukan pap smear, " imbuhnya.
Comfort menambahkan, enam bulan sebelum survei dilakukan hampir setengah dari lesbian telah menggunakan obat terlarang dengan rincian 36 persen menggunakan ganja, ekstasi 18 persen dan speed 16 persen. "Sekali lagi angka-angka ini lebih tinggi dari masyarakat luas, " imbuhnya.
Survei tersebut juga menunjukkan 35 persen perempuan melaporkan bahwa mereka telah mengalami beberapa gangguan perilaku pada tahun sebelumnya, dan lebih dari 20 persen telah mengalami kekerasan dalam rumah tangga dengan pasangan perempuannya.
Hampir 900 perempuan yang disurvei berusia rata-rata 26 tahun.
0 komentar:
Posting Komentar