Rabu, 05 September 2012

Pilih Bupati yang bisa menjadi tuntunan bukan tontonan


pasangan TATO
pasangan TATO
Cilacap (Soloraya Online) – Calon Bupati dan Wakil Bupati Cilacap nomor urut dua H. Tatto Suwarto Pamuji (incumbent-red) dan H. Akhmad Edi Hidayat, ST, dalam kampanyenya di Kecamatan Gandrungmangu Cilacap, selasa  (28/8), mengajak masyarakat harus lebih tegas dalam memilih pemimpinnya, hal tersebut disampaikan oleh Ir. Parsiyan, jurkam (juru kampanye)dari  partai Golkar yang mendukung pasangan tersebut.
Dalam pidato politiknya, Parsiyan mengajak agar masyarakat tegas dalam memilih Bupati dan Wakilnya tanggal 9 September 2012 mendatang, ia menegaskan jika ada salah satu calon yang memberikan sejumlah uang kepada masyarakat dan meminta untuk mencoblos calon yang memberi uang tersebut, sebaiknya terima saja uangya, masalah pilih memilih merupakan hak dari masyarakat tidak bisa dipaksakan.
Masih menurut parsiyan, empat belas bulan kepemimpinan Tato menjadi Bupati sudah banyak bukti  langsung yang darasakan masyarakat, salah satunya ruas jalan yang sudah bagus, karena Tato sering Blusukan ke desa-desa jadi tahu keluhan masyarakat bawah, ini wujud dari kecintaan Tato pada Masyarakat, yang merupakan Rama yang menjadi tuntunan bukan tontonan, tegas parsiyan.
Ditambahkan, Pasangan Tato – Edi diusung oleh partai Golkar, PAN, Hanura ini merupakan partai-partai yang tidak “mendhem” duit, tegas Parsiyan, tapi partai-partai yang komitmen dengan rakyat, menurutnya partai tidak bisa menjadikan seseorang menjadi Bupati, rakyatlah yang menentukan seseorang akan jadi atau tidak, oleh sebab itu janganlah harga diri masyarakat hanya dihargai 20-50 ribu rupiah untuk memilih salah satu calonnya.
Tato merupakan calon yang layak jual, terbukti beberapa waktu lalu menerima bantuan dari Kementrian Kesejahteraan Rakyat sebesar Rp. 487 milyar, sepanjang sejarah di Cilacap yang katanya Bupatinya bodo hanya lulusan STM kenyataannya dapat bantuan sebesar itu, jelas Parsiyan.
Sementara itu, menurut Tato, ia adalah satu-satunya Bupati di Indonesia yang “cedal” (tidak lancar pengucapan “R”-red), bahkan di ceritakan oleh Tato bahwa waktu kecil dirinya pernah tidak naik kelas karena malu dengan ke”cedal”annya, sedangkan Akhmad Edi, yang merupakan kader Golkar siap digantung masyarakat Cilacap jika ternyata korupsi

0 komentar:

Posting Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates