Pilih Bupati yang bisa menjadi tuntunan bukan tontonan

pasangan TATO
Cilacap (Soloraya Online)
– Calon Bupati dan Wakil Bupati Cilacap nomor urut dua H. Tatto Suwarto
Pamuji (incumbent-red) dan H. Akhmad Edi Hidayat, ST, dalam kampanyenya
di Kecamatan Gandrungmangu Cilacap, selasa (28/8), mengajak masyarakat
harus lebih tegas dalam memilih pemimpinnya, hal tersebut disampaikan
oleh Ir. Parsiyan, jurkam (juru kampanye)dari partai Golkar yang
mendukung pasangan tersebut.
Dalam pidato politiknya, Parsiyan
mengajak agar masyarakat tegas dalam memilih Bupati dan Wakilnya tanggal
9 September 2012 mendatang, ia menegaskan jika ada salah satu calon
yang memberikan sejumlah uang kepada masyarakat dan meminta untuk
mencoblos calon yang memberi uang tersebut, sebaiknya terima saja
uangya, masalah pilih memilih merupakan hak dari masyarakat tidak bisa
dipaksakan.
Masih menurut parsiyan, empat belas
bulan kepemimpinan Tato menjadi Bupati sudah banyak bukti langsung yang
darasakan masyarakat, salah satunya ruas jalan yang sudah bagus, karena
Tato sering Blusukan ke desa-desa jadi tahu keluhan masyarakat bawah,
ini wujud dari kecintaan Tato pada Masyarakat, yang merupakan Rama yang
menjadi tuntunan bukan tontonan, tegas parsiyan.
Ditambahkan, Pasangan Tato – Edi diusung
oleh partai Golkar, PAN, Hanura ini merupakan partai-partai yang tidak
“mendhem” duit, tegas Parsiyan, tapi partai-partai yang komitmen dengan
rakyat, menurutnya partai tidak bisa menjadikan seseorang menjadi
Bupati, rakyatlah yang menentukan seseorang akan jadi atau tidak, oleh
sebab itu janganlah harga diri masyarakat hanya dihargai 20-50 ribu
rupiah untuk memilih salah satu calonnya.
Tato merupakan calon yang layak jual,
terbukti beberapa waktu lalu menerima bantuan dari Kementrian
Kesejahteraan Rakyat sebesar Rp. 487 milyar, sepanjang sejarah di
Cilacap yang katanya Bupatinya bodo hanya lulusan STM kenyataannya dapat
bantuan sebesar itu, jelas Parsiyan.
Sementara itu, menurut Tato, ia adalah
satu-satunya Bupati di Indonesia yang “cedal” (tidak lancar pengucapan
“R”-red), bahkan di ceritakan oleh Tato bahwa waktu kecil dirinya pernah
tidak naik kelas karena malu dengan ke”cedal”annya, sedangkan Akhmad
Edi, yang merupakan kader Golkar siap digantung masyarakat Cilacap jika
ternyata korupsi
0 komentar:
Posting Komentar