AMBANG BATAS PARLEMEN Banyak Parpol Hanya Lahirkan Kegaduhan
Pengetatan syarat bagi partai politik (parpol)
untuk menjadi peserta Pemilu 2014 merupakan anugerah bagi bangsa
Indonesia. Bagaimanapun, terlalu banyak parpol menyebabkan proses
pembuatan kebijakan menjadi tidak efektif dan tidak efisien.
Dalam konteks itu, pemberlakuan ambang batas untuk bisa duduk di
parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 3,5 persen ideal
karena membuat penyederhanaan parpol berlangsung alami dan ditentukan
oleh rakyat.
Demikian dikemukakan pengamat politik Universitas Andalas (Unand)
Padang Edi Indrizal, pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM)
Yogyakarta Fajrul Falakh, dan Ketua Fraksi PKB DPR Marwan Jafar secara
terpisah di Jakarta dan Padang kemarin.
Fajrul Falakh mengatakan, pengetatan syarat bagi parpol untuk bisa
lolos ke parlemen dengan menaikkan PT sangat penting untuk menciptakan
tatanan politik yang lebih baik. "Ini bagian upaya menyehatkan sistem
politik dan demokrasi. Syarat yang longgar hanya akan melahirkan
kegaduhan politik dan tidak produktif," ujarnya.
Menurut Fajrul, besaran PT 3,5 persen bisa membentuk sistem kepartaian
yang lebih sederhana. Sementara dengan PT besar, paling tidak pada
Pemilu 2014 hanya akan ada 5-6 parpol yang lolos ke Senayan.
Menurut mantan Ketua PBNU itu, PT 3,5 persen adalah pilihan yang baik
karena bisa dijadikan instrumen demokratis untuk menyeleksi parpol
secara alamiah. Eksistensi parpol merupakan refleksi masyarakat madani
dan pluralitas masyarakat. "Di Amerika Serikat saja hanya ada dua partai
besar yang berkuasa, yaitu Demokrat dan Republik," ujarnya.
Fajrul mengingatkan, terlalu banyak parpol hanya menciptakan kegaduhan
politik, sehingga muncul kesan negara hanya sibuk dengan urusan politik.
Padahal, parpol dibentuk untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di
masyarakat.
Fajrul juga mengingatkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus bekerja
keras. Sebab, proses verifikasi yang melibatkan banyak data, bahkan
berukuran raksasa karena dokumen sampai harus diangkut truk, membuat
pengawasan harus diperketat. "Jangan sampai verifikasi menjadi mainan.
Harus dikontrol ketat," ucapnya.
Sementara itu, Edi Indrizal menilai, putusan Mahkamah Konstitusi (MK)
tentang keharusan verifikasi bagi seluruh partai politik yang akan ikut
Pemilu 2014 menumbuhkan keadilan di masyarakat. "Meski ada yang
menyatakan verifikasi bagi semua partai politik merupakan hal mubazir,
toh itu merupakan upaya menerapkan prinsip keadilan dalam pemilu,"
katanya.
Menurut Edi, prinsip utama yang harus dijunjung tinggi dalam
pelaksanaan pemilu adalah keputusan adil terhadap semua kontestan.
Karena itu, semua parpol harus mengikuti prosedur yang sama, yaitu
melewati proses verifikasi oleh KPU.
Edi juga mengatakan, putusan MK tentang keharusan verifikasi parpol
merupakan ajang untuk membuktikan tingkat soliditas mereka. "Jangan
hanya merasa bangga karena telah menjadi partai besar. Ini (verifikasi)
juga merupakan ajang untuk berbenah hingga ke tingkat bawah," katanya.
Menurut Edi, selama ini banyak partai yang tidak menjalankan fungsi
sebagaimana mestinya. Misalnya, melakukan pendidikan politik,
kaderisasi, dan regenerasi.
Terkait dengan putusan Mahkamah Konstitusi membatalkan pemberlakuan
ambang batas parlemen sebesar 3,5 persen yang berlaku secara nasional,
Edi menilai itu dapat mengakomodasi suara partai kecil.
Pada satu sisi, katanya, memang dibutuhkan penyederhanaan parpol untuk
menciptakan sistem politik yang baik. Namun di sisi lain, Indonesia
merupakan negara yang memiliki keragaman tinggi dan perlu diakomodasi.
Saat ini, menurut Edi, semua pihak perlu realistis atas keragaman dan
luasnya wilayah Tanah Air. "Jika ambang batas parlemen sebesar 3,5
persen diberlakukan dari tingkat pusat hingga ke daerah, maka akan
mengabaikan aspirasi yang berkembang di daerah," katanya.
Dia menyebutkan, tidak dapat memungkiri ada partai politik yang secara
nasional tidak berpengaruh, namun memiliki pendukung yang banyak di
daerah.
Marwan Jafar mengatakan, ihwal persyaratan verifikasi yang diberlakukan
terhadap seluruh peserta Pemilu 2014, MK telah mengedepankan aspek
keadilan dalam berdemokrasi.
"Karena itulah, tak hanya pihak penyelenggara pemilu, tetapi juga
partai politik memiliki kewajiban untuk mengawal proses verifikasi ini
agar berjalan baik," ujarnya.
Marwan Jafar mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh tenaga
ahli dan asisten anggota Fraksi PKB membantu kegiatan verifikasi partai
di kantor DPP.
"Jika tidak, para tenaga ahli dan asisten tersebut tidak akan mendapat
gaji," ujarnya di Jakarta, Rabu (5/9). Instruksi itu juga tercantum
dalam surat instruksi Fraksi PKB Nomor INT.966/FPKB/DPR-RI/VIII/2012
pada tanggal 27 Agustus 2012 lalu. Dalam surat itu disebutkan, keputusan
tersebut merupakan hasil rapat internal antara DPP PKB dan pimpinan
FPKB DPR.
"Kepada seluruh tenaga ahli fraksi, Tenaga Ahli Anggota 1 dan 2, serta
Asisten Pribadi (ASPRI) anggota Fraksi PKB terhitung mulai hari Senin
tanggal 27 Agustus 2012 diharuskan untuk membantu kegiatan verifikasi
partai di Kantor DPP PKB," katanya.
Selain itu, Marwan menjelaskan, pimpinan fraksi telah mengomunikasikan hal ini kepada seluruh anggota Fraksi PKB.
"Dalam surat itu juga dingatakan bahwa pimpinan fraksi telah meminta
kepada seluruh anggota untuk tidak menandatangani DOP gaji bulan
September 2012 bagi tenaga ahli dan ASPRI yang tidak menjalankan
instruksi tanpa alasan yang dibenarkan," katanya.
Sementara itu, pada Rabu (5/9), tercatat, Partai Demokrat mendaftar
sebagai peserta Pemilu 2014. Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai
Demokrat Anas Urbaningrum mengaku optimistis partai yang dipimpinnya
akan menjadi partai politik yang terbaik dalam verifikasi yang dilakukan
KPU.
"Kami sangat yakin akan menjadi partai politik yang terbaik dalam
verifikasi yang akan dilakukan oleh KPU. Kami memastikan berkas sudah
lengkap mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan,"
ujarnya.
|
terlalu banyak parpol hanya menciptakan kegaduhan politik, sehingga muncul kesan negara hanya sibuk dengan urusan politik. Padahal, parpol dibentuk untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat.
BalasHapustogel sgp