Kamis, 30 Agustus 2012

Novi Soroti Kemiskinan, Tatto Fokus Pendidikan 

















CILACAP- Genderang kampanye Pilkada Cilacap telah ditabuh. Pasangan yang berlaga di ajang ini pun mulai menebar janjinya. Nah, kampanye perdana mereka digelar depan para wakil rakyat saat rapat paripurna, di gedung DPRD Cilacap kemarin.
   
Dihadapan anggota legislatif, perwakilan masyarakat dan ratusan pendukungnya, paslon Novita Wijayanti-Muslich serta Tatto-Edi menyoroti kondisi umum dan berbagai persoalan di Kabupaten Cilacap, serta upaya penyelesaian dan arah pembanguan Cilacap.
   
Menurut Novita,  kondisi umum Cilacap yang masih memprihatinkan antara lain terlihat pada jumlah penduduk miskin yang masih berada di  urutan kesepuluh se Jawa Tengah. Ada  297.181 jiwa penduduk miskin atau
18,11 persen dari total penduduk Cilacap.
   
Jumlah pengangguran menduduki urutan ke delapan di Jawa Tengah 55.619 jiwa, Angka serapan tertinggi lapangan kerja dari sektor industri kecil dan menengah serta kondisi jalan  rusak di Cilacap yang cukup tinggi.
   
Mengusung visi  Terwujudnya Cilacap Damai, Sejahtera, dan Bercahaya, pasangan Novita-Muslich mengedepankan lima misi utama yang akan dilakukan, yakni  percepatan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan kualitas dan pemerataan pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan  dan mewujudkan pelayanan publik prima.
   
Pada bidang ekonomi pasangan ini menyatakan memprioritaskan pebenahan pasar tradisional di Cilacap. Sehingga menjadi pasar tradisional yang bersih dan dan berkualitas.
   
Dibidang kesehatan mereka juga menjanjikan kartu sehat pada layanan Jamkesda untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat kurang mampu.
   
Sementara, Tatto-Edi mengusung visi bekerja dan berkarya menuju Cilacap Sejahtera. Visi ini mereka tuangkan dalam enam misi.
   
Meliputi pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas dan bertaqwa kepada Tuhan, peningkatan kualitas pemerintahan yang mengedepankan good governance dan clean goverment, peningkatan layanan pendidikan dan peningkatan derajat kesehatan individu dan masyarakat, pengembangan perekonomian yang bertumpu pada potensi lokal dan regional, pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi daerah mulai dari UMKM hingga koperasi dan mengembangkan pasar bagi produk lokal.
    
Selain itu, pasangan ini juga mengusung konsep pemerataan dan keseimbangan pembangunan guna mengurangi kesenjangan antar wilayah.
   
Tatto menjelaskan, sebagai program 100 hari, ia menempatkan peningkatan pelayanan pendidikan, disusul peningkatan pelayanan kesehatan, percepatan upaya pengentasan kemiskinan, optimalisasi sumber daya manusia aparatur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (tom/dis)

0 komentar:

Posting Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates