Golkar Serukan Partai Pendukung Turun Yakinkan Masyarakat
PARPOL koalisi pendukungan pasangan calon Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli
mendeteksi banyak upaya yang dilakukan pihak tertentu untuk
mendiskreditkan pasangan calonnya di putaran kedua Pilkada DKI. Walaupun
berbagai isu yang mendera pasangan tersebut, justru berbeda dengan
fakta di tengah masyarakat. Tak jarang terdapat isu yang dikait-kaitkan
dengan keberadaan Fauzi Bowo selaku Gubernur DKI Jakarta.
Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta Zainudin menegaskan, masyarakat
Jakarta merupakan pemilih cerdas yang tidak akan terpengaruh dengan
berbagai isu propaganda yang dilancarkan pihak-pihak yang berharap
kekalahan Fauzi Bowo di putaran kedua. ”Pak Fauzi telah dizolimi dengan
berbagai isu. Padahal faktanya berbeda. Namun kami berpegang prinsip
bahwa masyarakat Jakarta tak akan bisa dibohongi dengan isuisu yang ada
sekarang,” ujar dia kepada INDOPOS, kemarin (30/8).Menurut Zainudin, keberadaab isu SARA hingga upaya mempolitisasi bencana yang dialami masyarakat merupakan perbuatan keji. Dalam seketika masyarakat sudah bisa menilai pihak mana yang berbuat hal seperti itu. ”Bagi Fauzi Bowo sendiri justru menginginkan agar demokrasi berjalan dengan fair, sehingga masyarakat tidak dirugikan di kemudian hari,” tandasnya.
Memang diakui Zainudin, situasi dan kondisi putaran kedua berbeda dengan putaran pertama. Bila di putaran pertama banyak pasangan calon, maka tidak membuat masyarakat fokus dalam menentukan pilihan. Sedangkan di putaran kedua, hanya dua pasangan calon. Tentunya masyarakat akan fokus dan teliti dalam memilih. ”Pemilih akan lebih cermat dan menentukan pilihan pada calon yang memiliki track record bagus.
Tidak lain yakni Fauzi Bowo,” tutur dia. Betapa tidak, sambung dia, DKI Jakarta dengan segudang permasalahannya membutuhkan figur pemimpin yang berpengalaman. Hal itu tidak bisa dipungkiri. ”Makanya beberapa parpol termasuk Golkar berkoalisi untuk mendukung Fauzi Bowo- Nachrowi Ramli,” tambah Zainudin. Tambahan koalisi dari Golkar, PKS dan PPP, kata Zainudin, tentunya akan menambah jumlah perolehan suara bagi pasangan calon yang diusung.
Dirinya memprediksi, pasangan calon lain yang lolos putaran kedua justru tidak akan mengalami penambahan jumlah pemilih. ”Saya yakin pasangan calon lainnya hanya punya suara segitu-segitu saja,” imbuhnya. Di sisi lain, untuk memaksimalkan pendutetap langan suara pada hari pemilihan tanggal 20 September 2012, Demokrat DKI Jakarta terus mengintensifkan komunikasi seluruh lapisan pengurus.
Bahkan sebanyak 32 anggota dewan yang duduk di DPRD DKI Jakarta dijadikan sebagai ”bapak angkat” bagi setiap pengurus DPC dan PAC se-Jakarta. ”Setiap anggota dewan harus membangun komunikasi terus dengan pengurus partai hingga ke tingkat ranting,” ujar Ketua Bidang Tanggap Darurat DPD Demokrat DKI Ahmad Husin Alaydrus. Ia mengungkapkan, pimpinan DPD Demokrat DKI menginstruksikan seluruh anggota DPRD DKI asal Demokrat agar bersinergi dengan pengurus partai.
Sehingga mampu menyosialisasikan segala pencapaian kinerja calon incumbent Fauzi Bowo kepada masyarakat. ”Dewan lebih tahu hasil kinerja Fauzi Bowo selama lima tahun menjabat, maka harus memberitahukannya kepada masyarakat. Jangan sampai Fauzi Bowo tergerus isu-isu yang tidak benar,” pungkas Ahmad. (rul)
0 komentar:
Posting Komentar