Jumat, 31 Agustus 2012

Foke, Jokowi Saling Tiru Strategi

Petugas KPUD DKI Jakarat memeriksa angka hasil akhir penghitungan suara Pemilukada DKI Jakarta ketika rapat pleno rekapitulasi KPUD DKI Jakarta di hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (19/7).
Petugas KPUD DKI Jakarat memeriksa angka hasil akhir penghitungan suara Pemilukada DKI Jakarta ketika rapat pleno rekapitulasi KPUD DKI Jakarta di hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (19/7). (sumber: Antara)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pasangan calon Foke-Nara dinilai mulai meniru strategi Jokowi-Ahok.

Pakar politik Mochammad Nur Hasim mengatakan, pasangan calon gubernur yang berkompetisi pada putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 saling intip dan meniru strategi untuk diterapkan pada putaran kedua.

"Hasil putaran pertama membuat kedua pasangan calon saling mengevaluasi strategi politiknya untuk perbaikan di putaran kedua," kata Mochammad Nur Hasim saat dihubungi dari Jakarta, hari ini.

Ia mencontohkan, pasangan calon Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) yang pada putaran pertama tampak percaya diri akan bisa memenangi pemilihan gubernur dalam satu putaran.

Kini, pasangan itu tampak mulai meniru strategi yang diterapkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok), yaitu dengan melakukan pendekatan intensif secara langsung kepada pemilih.

"Hal itu sebelumnya tidak dilakukan oleh Foke karena tampaknya dia percaya diri dengan adanya lembaga survei yang menyatakan dia akan menang satu putaran," kata peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu.

Dia menduga banyak lembaga survei yang menyarankan kepada Foke untuk mendekati konstituen. Dalam hal ini, Foke lebih memiliki keunggulan karena sebagai calon petahana, dia memiliki akses yang lebih mudah untuk mendekati calon pemilih.

Untuk pasangan Jokowi-Ahok, Nur Hasim menilai tetap harus kerja keras meskipun strategi politiknya pada putaran pertama terbukti berhasil meraih suara terbanyak dari pemilih.

"Strateginya untuk mendekati pemilih pada putaran kedua terbukti berhasil dan mematahkan hasil survei seluruh lembaga survei yang menyatakan dia akan kalah dengan Foke. Tapi di putaran kedua, dia tetap harus kerja keras," katanya.

Karena itu, dia menilai pada pemilihan putaran kedua yang akan diadakan 20 September mendatang akan berlangsung dengan ketat karena pertarungan kedua pasangan calon semakin sempit.

Putaran kedua akan menjadi pembuktian bagi kedua kompetitor tentang strategi siapa yang lebih berhasil menarik dukungan dari pemilih Jakarta, yang menurut Nur Hasim, sangat sulit diperkirakan.

0 komentar:

Posting Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates