Jumat, 01 Juni 2012

0 CARA MUDAH MEMANGKAS KALORI


         Tak perlu repot-repot mendatangi tempat fitnes. Anda cukup dengan mengurangi waktu kebiasaan menonton TV dan makan lebih banyak buah, kalori bisa berkurang tanpa disadari.

"Hanya dengan membuat dua perubahan gaya hidup ini akan memberikan efek besar dan orang tidak perlu kewalahan," ungkap Bonnie Spring, profesor kedokteran preventif di Northwestern University Feinberg of Medicine, dilansir melalui Medicaldaily (31/5).

Hasil ini didapatkan setelah peneliti merekrut 204 pasien berusia 21-61 tahun, kemudian membaginya menjadi empat kelompok.

Kelompok pertama diharuskan meningkatkan asupan buah dan sayuran, ditambah meningkatkan aktivitas fisik. Kelompok kedua harus mengurangi lemak dan kebiasaan bermalas-malasan. Kelompok ketiga harus mengurangi lemak dan meningkatkan aktivitas fisik, dan kelompok terakhir harus meningkatkan asupan buah dan memotong kebiasaan bermalas-malasan.

Peneliti menemukan orang yang makan buah dan sayur serta berhenti menyantap kripik kentang sambil bermalas-malasan di sofa lebih mampu mempertahankan berat badan. Sekitar 86 persen peserta mengakui mengalami penurunan berat badan setelah menerapkan pola hidup sehat tersebut.

"Orang bisa membuat perubahan sangat besar dalam waktu singkat dan tetap mempertahankan kebiasaan tersebut dengan baik. Hal ini jauh menunjukkan hasil yang baik dari yang kami duga sebelumnya," tambah Spring.


Pria Botak Berisiko Kanker Prostat

           Anda pria berambut botak? Sebaiknya waspada, karena penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria berambut botak lebih berisiko terkena kanker prostat.

Para ilmuwan belum mengetahui alasan mengapa hal ini bisa terjadi, namun menurut mereka hal ini dihubungkan dengan kadar testosteron yang lebih tinggi. Hormon ini dapat memicu perkembangan sel kanker tetapi juga dapat menghambat pertumbuhan rambut.

"Semakin botak kepala seseorang, maka semakin besar pula kemungkinan mereka terkena kanker prostat. Pria dengan kepala botak harus mendengar peringatan ini dan melakukan pencegahan lebih awal jika perlu dibiopsi lebih cepat," ungkap pemimpin penelitian Dr. Neil Fleshner dari University of Toronto, yang dilansir melalui Dailymail (31/5).

Temuan ini didasari pada riset kecil dengan melibatkan 214 pria berusia 59-70 tahun, merujuk pada biopsi karena kadar prostate specific antingen (PSA) meningkat, yaitu penanda dalam darah yang menunjukkan peningkatan risiko kanker.

Sebelumnya, temuan yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Urological Association di Atlanta, Georgia, menunjukkan bahwa pola kebotakan pria yang lebih parah bisa menjadi tanda adanya tumor.

Namun, penelitian sebelumnya di tahun 2012 seakan menguatkan penelitian ini, dimana pria botak juga lebih berisiko mengalami penyakit prostat yang disebut benign prostatic hyperplasia (BPH). BPH merupakan penyakit dimana prostat membesar hingga menekan uretra (saluran yang membawa urin dari kandung kemih keluar tubuh).

 Obat untuk Atasi Kegilaan Belanja

           Empat dari lima penderita shopaholics adalah wanita. Masalah yang sering dihadapi para shopaholics adalah ketidakmampuan mereka untuk tidak membeli barang yang tidak mereka butuhkan.
Para penggila belanja atau shopaholics kini tak perlu bingung untuk menghentikan kebiasaannya. Sebuah pil yang dirancang untuk mengobati Alzheimer bisa membantu para shopaholics untuk menghentikan kebiasaan buruknya.
Hasil temuan ini didapatkan setelah para psikoater melakukan sebuah tes dengan meminta beberapa peserta berusia 19-59 tahun yang telah didiagnosis memiliki gangguan perilaku belanja kompulsif untuk meminum sebuah obat, yang disebut memantine, yang biasanya diresepkan kepada penderita Alzheimer.
Hasil uji klinis selama delapan minggu menunjukkan peserta yang meminum pil ini menunjukkan adanya pengurangan jumlah waktu belanja dan keinginan untuk berbelanja lebih berkurang.
Memantine awalnya dirancang untuk penderita Alzheimer. Obat ini bekerja pada glutamat kimia otak yang diduga terlibat dalam pengembangan demensia, tetapi juga diyakini bisa mengatasi masalah OCD (gangguan obsesif kompulsif).
"Temuan kami menunjukkan bahwa manipulasi farmakologis dari sistem glutamat dapat menargetkan perilaku impulsif yang mendasari pembelian kompulsif," ungkap peneliti dan psikolog Dr Cecilia D'Felice kepada Dailymail..
Pilih file
Pilih file

0 komentar:

Posting Komentar

 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates